Air mata

212 21 4
                                        

Crying doesn't indicate that weak.

Since birth, it has been a sign that you're alive.

.

.

.
Kuroko dibawa Furihata ke kontrakannya, karena Furihata tidak tahu di mana Kuroko tinggal.

Tubuh Kuroko yang awalnya dingin, begitu sampai di kontrakan Furihata suhu tubuh Kuroko mulai tinggi,

Setelah mengompres Kuroko, Furihata baru pergi kerja di restoran Seijuuro.

.

.

.
Furihata yang datang terlambat, pagi pagi sudah kena semprot oleh Seijuuro yang tengah badmood sejak pagi.

Sepanjang hari Seijuuro marah marah pada semua pegawainya, sedang Shiro melewatkan kelasnya hari ini dan mencari Kuroko ke setiap tempat.

.

.

.

Di tempat Kuroko.

"Ini dimana?" Wajah nya yang merah padam pertanda dia benar benar sakit, namun karena tempat ini sangat asing untuk Kuroko, dia takut kalau dirinya di culik,

Jadi secepat mungkin dia keluar dari kamar itu, dengan kepala yang pusing dan badan yang kedinginan sedang suhu tubuhnya panas.

"Nii-san~

Gomen aku, ternyata menyukai mereka lebih dari yang ku kira" ucap Kuroko sembari keluar kontrakan dan berjalan selangkah demi selangkah,

Mencari tahu jalan untuk pulang setidaknya dia bisa kembali ke kamarnya,

"Aku menyerah~

Gomen nii-san aku gak bisa membalaskan lu-" belum sempat Kuroko sampai tiba tiba tubuhnya kini benar benar tumbang.

"Otto!?

Apa kau baik baik saja?" Ucap pria dengan kulit seputih salju, bibir semerah darah dan rambut sehitam bingkai jendela.

"Hei apa kau baik baik saja?" ucap orang itu, namun Kuroko tentu tidak akan bangun.

"Padahal Aku harus menemui Chihiro, bagaimana ini?" ucap orang itu, ya semua pasti tahu siapa lagi kalau bukan NIJIMURA SHUZOU.

"sekalian saja toh akupun mau ke rumah sakit" ucap Nijimura dengan senyumnya.
.

.

.

Siang harinya, Kuroko terbangun di rumah sakit, dia kenal betul dengan suasana ini,

Bagaimana tidak di rumah sakit inilah kakak kesayangannya di rawat.

"Kuroko?

Kuroko" ucap Seseorang yang sangat ia kenal.

"Chihiro-nii?" ucap Kuroko menengok ke arah dimana suara itu terdengar,

Di saat yang sama dia juga melihat pria lain berambut hitam, tampak memandang kr arah Chihiro dengan lembut,

'Apakah orang itu yang di sukai Chihiro-nii?' ucap Kuroko di dalam hati.

Kuroko di rawat dengan infus di tangan,

"Nii-chan itu?" ucap Kuroko lemas,

"Ini?

Dia Nijimura Shuzo, dia adalah-" ucap Chihiro ragu untuk mengatakannya, dia malu kalau semua yang di alami adalah hanya salah paham belaka.

"Aku adalah kekasih kakakmu,

Aku tak sengaja bertemu denganmu saat kau mau pingsan tadi,

Aku memang berniat menemui Chihiro untuk membawanya ke inggris bersamaku,

bagaimana apa kau mengijinkannya, otou otou-kun?" ucap Nijimura sangat ramah, berbeda dengan yang di bayangkan Kuroko.

"Tentu saja, kebahagiaan Chihiro-nii adalah no 1 untukku,

Kalau Nijimura-san membuatnya menangis lagi,

Pada saat itu aku akan membawa Chihiro-nii kembali padaku" ucap Kuroko tersenyum, namun Nijimura tahu kalau itu adalah kalimat mengancam.

"Tapi, aku tak bisa meninggalkanmu seorang diri, Kuroko" ucap Chihiro cemas,

"Nii-chan~

Nii-chan kira aku berumur berapa?

Aku sudah besar lihat?

Aku bisa kuliah sendiri,

Aku juga yang mengurus diriku sendiri selama ini,

Nii-chan tak perlu, khawatirkan aku.

Khawatirkan lah dirimu sendiri,

Supaya gak di buang untuk yang kedua kalinya" ucap Kuroko sama ketusnya, namun Kuroko mengatakannya sembari tersenyum.

"Ku-kuroko?" ini adalah pertama kalinya Chihiro melihat sisi dark dari Kuroko Tetsuya, malaikat kecil nya itu tak di sangka memiliki sifat gelapnya juga.

"Aku tidak pernah membuang Chihiro" ucap Nijimura memeluk sang kekasih.

"Gomen, aku yang salah paham" ucap Chihiro masih merasa malu akan kebodohannya sendiri.

"Kalau begitu tolong jangan buat tindakan yang membuat Nijimura seolah olah melakukannya" ucap Kuroko sedikit menyindir.

"Hai hai, gomennasai~

begitu sampai di inggris aku akan langsung menikah dengan Chihiro,

Jadi kau tak perlu khawatir lagi, Kuroko-kun.

Setelah menikah aku akan melanjutkan kuliahku di sana.

Kalau kau merindukan Kakakmu, ini segera katakan padaku.

Aku akan membawanya kembali kejepang, begitu kau ingin bertemu dengannya" ucap Nijimura sangat amat ramah pada Kuroko.

"Arigatou, Nijimura-san

Nii-chan no koto yoroshiku onegaitashimasu" ucap Kuroko kini kembali terlelap karena demamnya yang semakin naik.

"Hai, otou otou-kun" ucap Nijimura memeluk Chihiro lembut.

"Adikku manis bukan" ucap Chihiro membelai rambut babyblue selembut sutra milik Kuroko.

"Hai~

Tapi tak semanis Chihiro,

Aitakatta" ucap Nijimura membenamkan Wajahnya pada tengkuk Chihiro.

BLUSH!!!?
.

.

.

Shame on me for always being selfish, the feeling is never returned.

TBC

Soredemo Koi wa UstukushiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang