Cinta Chihiro yang pergi bersama Suzhou
meninggalkan luka mendalam,
Kuroko yang melihat luka sang kakak pun ikut terluka,
berniat membalas dendam dengan mantan sang kakak,
dengan cara menyakiti adik dari mantan pacar kakaknya.
Nijimura sangat menya...
Tapi bisa kah tuan muda sekalian menghentikan feromon ini,
Lihat para tamu undangan sangat tak karuan di buatnya" ucap Sebastian dengan hormat,
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kami tidak terima perintah apapun dan dari siapapun" ucap Seijuuro dan Seishiro berjalan pergi meninggalkan ruangan,
Dan untuk beberapa saat Kuroko seperti melihat kakaknya dan Nijimura
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
sedang berbicara dengan seorang wanita muda berambut putih di jauh sana,
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Lalu iapun tak sadarkan diri.
'Chielll, Sebastian kalian pasti yang merencanakan ini semua!!???
Kono jou no banken temeee' ucap Kuroko dalam hatinya, seolah tahu badai apa yang akan terjadi.
.
.
.
Ahhhh
Hahhhhh
Aghhhhhhh ahh ahhhh
'Suara siapa itu?
Tubuhku kenapa begitu panas,
Haus?
Perutku begitu penuh?
Perasaan aneh apa ini?
Seolah pernah terjadi?
Dan tadi saat pesta, Sebastian mengatakan hal aneh padaku.
Aku-'
Tiba tiba mata Kuroko terbuka setelah merasakan sakit yang teramat sakit padankepalanya dan bagian bawahnya,
"Bangun juga" ucap Sei, menatap kesal Kuroko, yang terus saja tidur di sela permainan panas mereka bertiga.
"Hamil?" ucap Kuroko lemah,
Seketika Shiro dan Sei berhenti dengan kegiatan mereka,
Batang Sei yang menusuk hole Kuroko kasar kini tak di maju mundur kan lagi,
Shiro yang menciumi punggung Kuroko dan sesekali mengigit tengkuknya keras pun kini hanya mencumbunya lembut.
"Kuroko-kun apa tadi kau bilang" ucap Shiro seolah tak percaya dengan apa yang ia dengar.
"Ahhhhh,
(Kuroko yang merasakan batang Sei semakin membesar di lubang nya tak bisa berkata kata lagi selain menangis),
Lepas~
I-itai~" ucap Kuroko memohon, untuk pertama kalinya Sei dan Shiro melihat Kuroko begitu tidak berdaya,
"Katakan apa yang kau katakan tadi!?" ucap Sei tiba tiba menghentikan batangnya lagi dengan kasar,
"Ahhhhh ahhhhhh agggghhhhhh,
Yurushite,
Ahhhhhh
Iii-iieee, onega-iiii~" ucap Kuroko menahan rasa sakit bercampur nikmat,
Aroma feromon manis dari Kuroko dan kedua pria di depan dan depan Kuroko sungguh memabukkan,
"Kalau mau di ampuni, maka katakan" ucap Shiro sama dinginnya dengan Sei, sang kakak kembarnya itu.
"Se- ahhhhhh bastian eghahhhh ahhnhnnn
Bilang ahhhhh
Ka-ahhhh lau aku ah ah ahhhhhh" dan Kuroko pun sampai pada klimaksnya, Seipun memenarik batangnya dari hole Kuroko,
Seketika Kuroko menjadi sangat amat lemas dan bertumpu pada tubuh Shiro yang ada di belakangnya,
"Lanjutkan, kalau kau apa?
Tetsuya? Hmp!" ucap Sei mencengkeram wajah Kuroko agar ia segera berbicara,
"Ahhh ( dengan sisa tenaganya ia mencoba berbicara)
Hamil" ucap Kuroko mengatur napasnya, Sei dan Shiro pun untuk kedua kalinya terdiam dalam waktunya cukup lama.
"Tapi kami menyentuh mu hanya sekali itu saja,
Bagaimana!?" ucap Shiro merasa sedikit aneh dan senang di saat yang bersamaan,
Namun tiba tiba tangannya mencengram rambut Kuroko kasar dan membisikkan sesuatu,
Di saat Sei sudah turun dari kasur dan mulai berjalan ke arah kamar mandi,
"Kalau kau sampai kabur lagi,
Takkan pernah kami maafkan!
Jangan pernah mencoba untuk pergi lagi,
Tanpa sepengetahuan kami,
Atau meski harus mematahkan kakimu,
Menghancurkan tanganmu,
Membutakan matamu,
Atau meremukkan tubuhmu,
Kami takkan pernah melepaskan mu selamanya,
Jangan pernah sekalipun kau berfikir untuk membunuh dirimu,
Meski kau mati pun,
Kami akan menyusulmu bahkan sampai ke dunia yang lain pun,
Mengerti?" ucap Shiro bernada sama dengan Sei bahkan lebih menyeramkan, maklum mereka berdua adalah alpha dominan,
Namun Kuroko yang sudah ketakutan, tak mampu berkata apapun lagi,
Matanya yang sembab karena airmata yang mengering, tubuhnya yang bergetar membuat suaranya tak kunjung keluar,
"MENGERTI!?" ucap Shiro, dengan mata mengkilap tajam.
Dan Kuroko hanya bisa mengangguk sebisanya, karena takut yang teramat kalau ia melakukan kesalahan lagi mungkin kali ini mereka akan benar benar melakukannya,
Kuroko tahu sejak awal ia Merencanakan untuk menjebak mereka berdua akan mendapatkan masalah besar,
Namun ia tak mengira kalausanya dia akan setakut ini pada akhirnya.
"Bagus!" ucap Shiro kini melepaskan Kuroko dan melemparnya ke sisi kasur, dan dia turun dan menjauh, hendak membasuh diri juga,
Meninggalkan Kuroko seorang diri di atas kasur dengan sisa sisa cairan mereka bertiga di tubuh dan di sana sini kasur.
Kuroko hanya bisa menangis seorang diri dan jatuh tak sadarkan diri,