5 bulan berlalu. . .
DING DONG
DING DONG
paginya ada tamu datang ke apartemen Seijuuro dan Seishiro, tamu yang akan membawa badai dalam hubungan mereka dengan Kuroko.
"Biar aku saja yang buka" ucap Sei mulai turun dari kasur di mana Shiro ikut terbangun sedang Kuroko masih tertidur dengan satu rantai di lehernya yang masih belum di lepaskan,
sedang tubuhnya penuh dengan kiss dan bite mark.
"Eng~" ucap Kuroko bergumam, karena keleleahan matanya tidak juga terbuka,
"Kalau masih mengantuk tidurlah lebih lama, Kuroko-kun" ucap Shiro lembut sembari mengecup kening Kuroko.
"Emp~"
.
.
.
Di tempat Seijuuro.
"Eh? Shu-nii to Chihiro-nii?" ucap Seijuuro sangat terkejut melihat kakak dan kakak iparnya ada di depan apartementnya.
"Hmp?
hehh~
tak ku sangka kau punya pacar yang begitu agresif" ucap Shuzo melihat tubuh Seijuuro yang setengah telanjang dengan luka cakaran di tubuhnya.
"Ni-nii-chan nande?" ucap Seijuuro sangat terkejut, apa lagi Shuzo membawa CHihiro, bisa gawat kalau mereka tahu Seijuuro dan Seishiro kini tinggal bersama dengan Kuroko.
Apalagi kenyataan bahwa keduanya menjalin hubungan dengan Kuroko,
"Kenapa apa aku tidak boleh menemui adikku" ucap Shuzo memasuki apartemen bahkan tanpa sang tuan rumah mengijinkannya.
"Hmp?
Shu-nii?" ucap SHiro keluar kamar dengan pakian tidur lengkap tidak seperti Sei,
"Ohayo, Shiro" ucap Shuzo mendekati adik bungsunya lalu mengelus rambutnya lembut, sedang Chihiro hanya diam dan mengikuti kemana Shuzo melangkah.
"Sei-san, Shiro-kun aku haus~" ucap Kuroko membuka pintu kamar, dan seluruh penguni di buat kaget dan yang paling kaget adalah Mayuzumi Chihiro tentunya.
"Kuroko?" mata Chihiro tak percaya melihat apa yang di depannya itu,
"Nii-chan?" Kurokopun sama terkejutnya, apa lagi bajunya terbuka menamakkan kulit putih yang terlukis kiss mark dan bite mark, tidak lupa kalung rantai yang terikat jelas di lehernya,
"KALIAN APA YANG KALIAN LAKUKAN PADA ADIKKU!" ucap Chihiro memukul Seijuuro dan Seishiro bergantian dengan membabibuta, Shuzo bahkan sangat terkejut melihat Chihiro.
"Nii-chan hentikan, yamete kudasai!" ucap Kuroko mencoba melindungi Sei dan Shiro dari pukulan Chihiro, Kuroko memeluk kepala kedua kekasihnya itu,
"Kuroko!? Apa yang kalau lakukan minggir!" ucap Chihiro.
"IIEEE!"
"Chihiro tenangkan dirimu" ucap Shuzo akhirnya menahan tubuh Chihiro,
"Lepas! Nijimura-san!" ucap CHihiro masih marah,
"Chihiro" ucap Shuzo tiba tiba mencium deepkiss Chihiro, begitu lama sampai kedua kakinya lemas dan dia tidak ada tenaga untuk marah lagi.
"Kau sudah tenang,
kalian bertiga mandilah, lalu kita bicara" ucap Shuzo kini menggendong tubuh Chihiro ke sofa.
"Hai nii-chan" ucap Sei.
.
.
.
Saat mereka bertiga mandi, Shuzo berbicara dengan CHihiro dengan serius kali ini.
"Chihiro, lainkali jangan pernah memukul mereka seperti itu lagi,
kalau kau tidak mau mati konyol" ucap Shuzo serius.
"APa karena mereka adik adikmu jadi-"ucap Chihiro untuk pertama kali marah pada sang kekasih.
"Bukan, tentu saja bukan sayangku Chihiro.
satu satunya alasan mereka mereka tidak membalasmu adalah karena kau kakak Kuroko, kau tahu.
kalau kau bukan kakak dari orang yang mereka sukai,
mereka tidak akan segan segan membasal 1000 kali lipat dari apa yang kau lakukan pada mereka,
kau tahu Oto-sama pun pernah hampir kehilangan jari jempolnya karena menentang mereka dulu,
dari dulu hanya ka-san yang selalu dekat dengan mereka,
bahkan aku bisa akrab dengan merekapun membutuhkan waktu yang sangat lama,
aku tak mau kehilangan mu, karena itu jangan lakukan hal yang berbahaya seperti itu lagi, Chihiro.
aku tahu kau sangat menyayangi adikmu,
akupun sama menyayangi adik adikku,
tapi aku lebih menyayangimu lebih dari apapun, dan aku tak ingin kehilanganmu lagi" ucap Shuzo panjang lebar.
". . ." Chihiro yang mendengar penjelasan sang kekasih sembari di peluk tak tahu harus berkata apapun, kini Chihiro harus lebih berhati hati lagi,
5 menit setelah mereka berbicara, Kuroko, Seichiro dan Seijuuro pun selesai mandi dan kini menggunkaan pakaian yang lebih sopan.
Wajah Sei dan Shiro masih merah akibat pukulan Chihiro, sedangan Kuroko sudah tidak lagi menggunakan kalung rantainya lagi.
"Duduklah dulu" ucap Shuzo menenangkan suasana.
"Nii-chan ini rumah kami" ucap Shiro tersenyum aneh,
"hahaha kau benar" ucap Shuzo lagi dan suasana pun menjadi sedikit lebih tenang.
"Kur-" awalnya Chihiro hendak berbicara namun di potong oleh Shuzo.
"Biar aku saja, kau tenangkan dirimu" ucap Shuzo yang paling dewasa di antara penghuni ruangan ini.
"Wakarimashita" ucap Chihiro seperti biasa, selalu menurut pada Nijimura Shuzo sang kekasih.
"Sei, Shiro kau tahu bukan Aku akan menikah dengan Chihiro maka Kuroko akan menjadi saudara ipar kalian.
Bagaimana bisa kalian menjalin hubungan kekasih dengan saudara kalian sendiri?" ucap Nijimura Shuzo memandang kedua adiknya serius.
"Kami-" ucap Sei namun di tahan Kuroko yang kini dalam mode serius berbeda dengan yang biasanya.
"Nijimura-san anda adalah pertama sekaligus anak angkat dari keluarga Akashi bukan?
Jadi tentu anda dan adik adik anda tidak ada hubungan darah,
Jadi masalahnya apa?" ucap Kuroko cukup menusuk, bahkan satu ruangan di buat kaget dengan kalimat pedas si kecil Kuroko.
"KUROKO!?
BAGAIMANA KAU BISA MENGATAKAN HAL SETEGA ITU!?" ucap Chihiro kini sangat marah pada adik kesayangannya.
"Tega?
Aku tak mau mendengar kata itu dari mulut Nii-chan.
Dulu yang meninggalkanku di rumah demi orang lain siapa?
Nii-chan tahu bukan aku takut sendirian,
Aku takut kegelapan,
Bahkan nii-chan terlalu egois untuk melihat betapa aku membutuhkan Nii-chan di sisiku,
Seperti Nii-chan membutuhkan Nijimura-san.
Karena itu aku membenci Nijimura-san yang telah membawa pergi Nii-chan dari sisiku.
Karena itu aku datang untuk Menghancurkannya dengan mendekati kedua adiknya" ucap Kuroko menatap Chihiro penuh kebencian.
PLAKKKK!!!
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Soredemo Koi wa Ustukushi
Lãng mạnCinta Chihiro yang pergi bersama Suzhou meninggalkan luka mendalam, Kuroko yang melihat luka sang kakak pun ikut terluka, berniat membalas dendam dengan mantan sang kakak, dengan cara menyakiti adik dari mantan pacar kakaknya. Nijimura sangat menya...
