Mendekat?

270 27 3
                                        

When people can walk away from you let them walk. Your destiny is never tied to anybody that left.
.

.

.

'Anak mereka berdua berusia 8 tahun, bila 10-8 berarti 1 tahun masa mengandung dan 1 tahun masa pernikahan mereka' ucap Kuroko di dalam hati.

Kuroko di bawa ke kediaman Akashi selama di perjalanan Kuroko terus di suntikan obat penenang,


Terus menerus di berikan obat penenang, hingga tahap dimana tubuh Kuroko tak mampu lagi menerimanya.

.

.

.

Sudah 1 bulan semenjak Sei dan Shiro membawa Kuroko ke mansion, namun akibat efek samping dari obat penenang itu Kuroko tak juga membuka matanya,



"Didalam mimpi panjang ini,

Aku kembali melihat kenangan yang telah berlalu,

Dari saat aku sekolah dan betapa aku dan Chihiro-nii sangat dekat,

Sampai dia memiliki kekasih dan mulai mengabaikan ku,

Hingga suatu hari, Chihiro-nii pergi dan meninggalkanku seorang diri di rumah,

Lalu ketika dia membutuhkan ku, aku sangat bahagia tanpa memikirkan dia pernah meninggalkanku,

Aku langsung menemuinya, mendengar dia membutuhkan ku pun itu sudah sangat membahagiakan.

Lalu aku bertemu dengan kedua pemuda yang mengubah seluruh kisah yang sedang ku tulis,

Jebakan yang ku siapkan untuk mereka justru kini mengenai ku selamanya,

Sekarang aku sadar kalau Sanya aku takkan pernah bisa menghilang dari kehidupan mereka,

Bahkan 10 tahun berlalu pun para dewa masih mempermainkan takdir ku yang konyol ini, karena itu ~

Aku takkan lari lagi"

.

.

.

Bau anti septik ada di seluruh ruangan yang bernuansa putih, mata Kuroko kini terbuka perlahan lalu memahami kalau dirinya kini berada di ruangan VVIP,

Kuroko lalu melihat ke dua anak Sei dan Shiro yang tengah duduk di kejauhan dari ranjang pasien Kuroko.

"Siapa nama kalian?" ucap Kuroko kini memiliki aura yang sedikit berbeda dari sebelumnya, tampak lebih dingin sehingga kedua anak Sei dan Shiro sedikit ragu untuk menjawabnya.

"Kalau tidak mau menjawab nya pun tidak masalah" ucap Kuroko kini mengalihkan pandangannya ke jendela yang mengarah ke luar rumah sakit, kini membentang daratan tokyo yang penuh gedung pencakar langit.


'Aku sudah tidak di desa, kah~' ucp Kuroko di dalam hati.



"Aku Seiji dan ini adikku Seiya" ucap kedua anak itu mendekati Kuroko perlahan, lalu pandang an Kuroko pun kembali pada kedua anak itu.

"Jangan takut seperti itu,

Aku tidak mengigit" ucap Kuroko masih dengan nada dingin yang biasa.

"Oji-chan ini" ucap Seiya mendekati Kuroko sembari memberikan segelas air minum,

"Dimana orang tua kalian?

Kalian tidak sekolah?" ucap Kuroko mempersilahkan kedua anak itu duduk di kasur nya yang sangat besar untuk seorang pasien.

"Kami anak adopsi, jadi kami tidak memiliki ibu,

Oto-san tachi masih kerja,

Mereka bilang akan ke sini kalau sudah jam siang" ucap Seiji menjelaskan.

"Kami home schooling, Oto-san tachi over protektif habisnya" ucap Seiya menggembungkan pipinya, sangat imut di mata Kuroko.

CKLEKK

pintu di buka menampakkan wajah terkejut Midorima melihat sang pasien bangun,

"Kuroko kau sudah bangun nodayo?

Seiji, Seiya, kalian tahu Kuroko sudah sadar kenapa tidak segera memberi tahu aku, nodayo?" ucap Midorima langsung mengecek setiap alat yang terhubung ke tubuh Kuroko.

"Jangan marahi mereka Midorima-san,

Mereka sibuk menjagaku jadi mereka lupa untuk memberi tahu anda" ucap Kuroko mengusap kedua kepala kedua anak itu,

"Seiji, Seiya ini pakailah, dan telpon ke dua orang itu dan katakan kalau Kuroko sudah sadar, nodayo" ucap Midorima menyerahkan smartphonenya.

"Hmp wakarimashita, Midorima jii-chan" ucap Seiji menerima smartphone itu dan bersama Seiya berjalan ke luar ruangan.



TBC

Soredemo Koi wa UstukushiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang