Reuni #2!?

240 27 10
                                        

They heart finally told they to stop wasting they time.

.

.

.

Berminggu minggu berlalu Sei dan Shiro memiliki rencana lain selain menunggu,

yaitu memancing?

Dengan targetnya adalah Kuroko Tetsuya.

.

.

.

Tap tap tap

Di pagi yang sejuk, karena udara pedesaan yang lembab di ujung kota tokyo, menambah semangat dua langkah kecil kakak beradik chibi itu.

Seperti biasa, jika pagi Kuroko akan berada di gereja untuk mengurus keperluan gereja,

Kalau siang sampai sore dia akan berada di panti asuhan di ujung desa.

"Tou-chan, apa kami akan di baptis di sini?" ucap anak kecil yang terlibat lebih tua dari yang satunya.

"Ya" ucap suara singkat yang sangat jelas terdengar oleh Kuroko,


"Eh?" di tengah doanya tiba tiba konsentrasinya musnah.

"Lama tidak berjumpa" ucap suara satunya yang begitu lembut, namun berat sedikit berbeda dengan yang dahulu.

"Eh?

Se-i-san?

Shi-ro-kun?" ucap Kuroko yang awalnya menghadap ke salib di tengah gereja, kini berdiri dan menghadap ke arah sebaliknya,


dimana dua pria dewasa dengan dua anak kecil usia 8 tahunan berjalan masuk dengan pakaian musim dingin yang begitu mewah, berbeda dengan pakaian gereja Kuroko yang sudah usang karena terlalu sering di gunakan.

"Lama tak berjumpa Tetsuya.

Ah maaf, haruskan kami, memanggil mu bapa pendeta?" ucap Sei, entah mengapa dia tidak berniat menyinggung, namun karena suaranya yang mengintimidasi jadi terdengar seperti menyindir.


"untuk yang waktu saya di rawat dan Sei-san dan Shiro-san lah yang mengurus biaya pengobatan saya,

Sungguh terimakasih,

Saya sudah mendengarnya dari Midroima-san" ucap Kuroko menundukkan kepalanya sedikit,


"Itu bukan masalah besar, lagi pula kita kenalan lama bukan?" ucap Shiro mengaburkan kata tabu tanpa dia sadari.


'Huft~

sebatas, kenalan-kah~' ucap Kuroko memejamkan matanya berharap dia tidak melukai dirinya dan kedua orang di depannya lagi,


"Jadi kami di sini ingin melakukan pembaptisan pada kedua anak kami" ucap Sei menyambung,


"Wakarimashita,

Anno, siapa nama kalian?" ucap Kuroko berlutut di hadapan kedua anak kecil itu sopan,

padahal bajunya berwarna hitam maka debu akan begitu tampak jelas bila Kuroko menyentuh lantai seperti itu,

"Aku Seiji, Akashi Seiji (8)" ucap anak pertama,

"A-aku Seiya, Akashi Seiya (8)" sambung anak yang lebih pemalu dari satunya.

"Baiklah, kalau begitu saya akan memanggil kepala gereja-" ucap Kuroko hendak undur diri, namun tiba tiba Shiro menahan tangan Kuroko.


"Tunggu?

Bukan kamu yang membaptis anak anak kami?" ucap Shiro tampak sedikit panik, dia seolah akan kehilangan jejak Kuroko untuk yang kesekian kalinya.


"Hai, saya di sini hanya pendeta biasa.

Yang boleh melakukan pembaptisan hanya orang orang tertentu saja,

Dan bila di gereja ini, maka kepala pendeta lah yang melakukannya" ucap Kuroko sangat formal, dengan minim ekspresi dia menjelaskan seperlunya.


"Selama 10 tahun ini kau hanya menjadi pendeta biasa?!" ucap Sei tiba tiba meninggikan suaranya tak percaya.


"Hai" ucap Kuroko seolah tidak takut dengan tatapan tajam Akashi Seiji.


"Tak dapat di percaya?

selama 10 tahun ini kami sudah memiliki dua anak, satu anak nii-san satu anakku.

Perusahaan kami berkembang pesat, di dalam negeri semua berada di dalam kuasa kami,

Perusahaan cabang di luar negeri semua di urus oleh Shu-nii,

Sekarang tidak ada yang tidak mengenal Akashi Corporations,



Dan kamu bilang kamu hanya seorang pendeta biasa?" ucap Shiro panjang lebar, seolah tak percaya bagaimana bisa Kuroko membuang buang waktu 10 tahunnya begitu saja.


"Saya di sini di beri tempat tinggal,

Saya di sini di beri tempat untuk mengakui kesalahan dan dosa saya,

Saya di sini mendapatkan pencerahan,

Saya di sini dapat membantu sesama dengan nyawa yang tak lebih berharga dari nyawa lainnya.

Saya tidak menyia-nyiakan waktu 10 tahun saya,

Saya justru menggunakannya sebaik mungkin dalam hidup saya,

Waktu 10 tahun ini adalah masa terba-" ucap Kuroko panjang lebar,

"Lalu apa maksudmu,

Waktu bersama kami adalah waktu terburuk mu?" ucap Akashi Seijuuro mengeluarkan feromone dan death glare dark,

"Bu-egh?" tiba tiba tubuh Kuroko lemas begitu dia mencium bau feromon alpa yang dahulu pernah tidur dengannya meski itu sudah 10 tahun lamanya.





TBC

Soredemo Koi wa UstukushiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang