We may love the wrong person, cry for the wrong person. but one thing is sure, mistakes help us find the right person.
Setelah pesta itu usai, Sei dan Shiro membawa Kuroko ke apartemen mereka.
Kuroko yang dalam keadaan sedikit mabuk,
.
.
.
"Tetsuya, tidurlah di sini besok kami akan mengantarmu ke kampus" ucap Seijuuro, meletakkan Kuroko di atas kasur king size.
"Engh~
Sei-san, Shiro-kun gomennasai~" ucap Kuroko di dalam keadaan mabuk seolah dia mengatakan kejujuran yang sebenarnya.
"Kuroko-kun?" ucap Shiro lalu memandang ke kakaknya.
"Tetsuya, ada apa?
Kenapa kau menangis?" ucap Seijuuro membelai lembut wajah Kuroko,
"Kuroko-kun?
Katakan saja jangan di pendam" ucap Shiro begitu halus sembari membelai rambut Kuroko yang lembut selembut sutra.
"Watashi kowai,
Aku telah terlanjur jatuh pada perangkapku sendiri,
Aku kini tak memiliki pilihan selain menyukai mereka" ucap Kuroko membenamkan wajahnya pada tubuh Seijuuro.
"Menyukai mereka!?
Ku-kuroko-kun apa kau menyukai seseorang?" ucap Shiro terkejut kalau ternyata Kuroko sudah memiliki penambat hati.
Lalu Kuroko menggelengkan kepala masih dengan mata tertutup dia lalu membuka perlahan, dan menampakkan kedua permata Aquamarine,
"Aku menyukai Sei-san dan Shiro-kun.
Namun itu adalah sebuah dosa besar, aku tak boleh memiliki perasaan ini" ucap Kuroko kini meneteskan air mata malaikat lagi,
Setelah mendengar itu keduanya tiba tiba merasakan panas di perut sampai ke dada, di mata perasaan menyenangkan yang muncul saat Kuroko mengatakan kalau dia menyukai mereka.
"Tetsuya, mengapa kau mengatakan kalau kau menyukai kami adalah dosa?
Itu adalah berkah" ucap Sei mengecup lembut kening Kuroko.
"Sungguh keajaiban kau mengatakan.
kalau kau menyukai kami, Kuroko-kun~" ucap Shiro begitu lembut lalu mengecup rambut Kuroko yang wangi vanilla.
"Iie, perasaan ini adalah dosa besar. benar benar dosa besar.
Aku tak berhak memiliki perasaan ini!" ucap Kuroko mulai lemas,
"Tetsuya, aku sungguh tak mengerti?
Apa maksudmu?" ucap Sei,
"Katakan Kuroko-kun, mengapa kau bilang kau tak boleh memiliki rasa pada kami?" ucap Shiro sama tak sabarnya dengan Sei.
"Habis, aku mendekati kalian hanya untuk membalas dendam ku, pada kakak kalian yang telah melukai hati kakaku!" ucap Kuroko membenamkan wajahnya pada Sei,
1 menit
2 menit
3 menit
Mereka berdiam, berkutat dalam bisu.
"Apa maksudmu, kau mendekati kami untuk membalas dendam pada Shu-nii?" ucap Sei seketika menjauhkan tubuh Kuroko,
"? ? ?" bersamaan dengan tubuh Kuroko yang di jauhkan dari tubuhnya.
"mou ii!
Aku pulang" ucap Kuroko lalu tiba tiba berdiri dan turun dari kasur, dengan jalan yang tidak stabil,
Dia berjalan dengan sembari menyapu air matanya,
"Kuroko-kun" ucap Shiro menyusul Kuroko,
"Gomen, Shiro-kun.
Bagiku, kebahagiaan Chihiro-nii adalah segalanya,
Kalau dia bahagia dengan Nijimura-san maka itu adalah saat aku menyerah untuk memisahkan mereka,
Tidak ada alasan aku untuk mempertahankan perasaan ini lagi,
Sayonara" ucap Kuroko berjalan sembari meraba dinding, karena kepalanya masih pusing.
Shiro mencoba membujuk Kuroko untuk menginap semalam, setidaknya sampai mabuknya hilang namun di tolak oleh Kuroko.
Sedang Seijuuro entah mengapa tetap berdiam diri di dalam kamar.
seolah tak perduli dengan kepergian Kuroko.
"Shiro-kun, kau mengerti bukan?
Aku telah menipu kalian,
Dalam sebuah hubungan kepercayaan adalah pondasinya.
Sejak awal semua sudah salah" ucap Kuroko kini mulai sadar dari mabuknya.
"Kau membenci Shu-nii,
Mengapa kau mendekati kami bukan Shu-nii?" ucap Sei akhirnya muncul juga.
"Hmp Sei-san benar.
Akupun tak tahu mengapa?" ucap Kuroko memandang ke lantai dengan sendu, lalu dia kembali berjalan keluar apartemen.
Meninggalkan Sei dan Shiro di belakang,
.
.
.
It's better to dream of something you may never have than to lose something you always dreamed of having.
.
.
.
Besok nya Shiro segera pergi ke dorm kampus, ruangan Kuroko.
Namun ternyata kata teman Kuroko dikamar sebelahnya. semalam Kuroko tidak pulang.
Sedang di restoran pun Kuroko tidak masuk kerja,
di tempat lain. . .
Ketika Furihata Kouki melewati taman, dia melewati taman dan tanpa di duga dia melihat seseorang yang sangat dia kenal.
"Ku-kuroko-kun?" ucap Furihata berlari ke dalam taman, dimana Kuroko tertidur di bangku taman yang dingin itu.
Tubuhnya sangat dingin sudah seperti mayat, untuk sesaat Furihata panik.
TBC
KAMU SEDANG MEMBACA
Soredemo Koi wa Ustukushi
RomanceCinta Chihiro yang pergi bersama Suzhou meninggalkan luka mendalam, Kuroko yang melihat luka sang kakak pun ikut terluka, berniat membalas dendam dengan mantan sang kakak, dengan cara menyakiti adik dari mantan pacar kakaknya. Nijimura sangat menya...
