"Hmp, kau harusnya mengunci pintu depanmu,
Bagaimana kalau ada penyusup masuk, Tetsuya?" ucap Akashi Seijuuro menatap tubuh Kuroko yang terekspos tanpa pakaian bagian atasnya.
#back to chapter kencan malam desu~
"Egh, Eh!?" Kuroko yang kelelahan, sehabis kencan dengan Shiro segera terbangun,
"Apa kau baik baik saja?" ucap Sei mendekati Kuroko yang baru terbangun, dengan wajah merah padam.
"Ini?" Wajae Kuroko begitu terkejut, dia melihat sekeliling, dan segera menatap Akashi Seijuuro,
"Ada apa Tetsuya?
Ah benar kau demam" ucap Akashi menaruh kepalanya di kening Kuroko.
"Apa yang kau lakukan disini!?" ucap Kuroko ragu ragu,
"Apa yang kau katakan,
Kau kan berhutang padaku,
Menemaniku ke pesta malam ini" ucap Seijuuro,
"Eh?" mata Kuroko membulat sempurna,
'Apa maksudnya ini?
Apa yang ku lakukan semua adalah mimpi?
Apakah semua benar hanya mimpi?' ucap Kuroko di dalam hati menatap serius,
"Kalau kamu demam seperti ini,
Seperti nya hari ini kita tidak akan pergi" ucap Akashi,
"Eh?"
"Ada apa kenapa dari tadi kau linglung seperti itu, Tetsuya?" ucap Akashi kini menyelimuti tubuh Kuroko dengan selimut,
"Eh?" wajah Kuroko semakin merah padam.
"Hmp?" Akashi Seijuuro merasa sedikit aneh dengan sikap Kuroko, namun mau bagaimana lagi,
Tak ada alasan lagi dia di sini, jadi diapun pamit pulang pada Kuroko,
Namun setelah itu dia tidak kembali tidur, Kuroko justru mengambil buku dan alat tulis,
Dia menulis semua mimpinya di dalam buku itu, agar suatu hari kalau dia lupa dia bisa ingat kembali.
.
.
.
Besoknya, Kuroko pagi pagi segera ke rumah sakit, berdasarkan mimpinya waktu itu,
Setelah dia tidur dengan Shiro dan Sei, dia bertemu dengan Nijimura yang habis menjenguk Chihiro,
Karena itu kalau dia sampai di rumah sakit sekarang, bila dia benar bertemu dengan Nijimura Shuzo,
Maka mimpinya bukanlah sekedar mimpi, lalu?
.
.
.
Begitu sampai di rumah sakit, dia langsung ke ruangan Mayuzumi Chihiro.
"nii-san ini aku, Kuroko" ucap Kuroko membuka perlahan, Berharap apa yang dia mimpi kan hanyalah mimpi,
Tak ada yang tersakiti dan tak ada yang di sakiti, tak ada yang harus pergi dan tak akan ada luka lagi,
"Eh?" dan Nijimura pun ada di samping Chihiro,
Semua persis seperti yang ada di mimpinya waktu itu,
"Nii-san, dia siapa?" ucap Kuroko mencoba untuk tersenyum, meski sebenarnya diapun sudah tahu siapa orang itu.
"Ini, kenalkan-" ucap Chihiro bingung harus menjelaskan dari mana, meski Kuroko sebenarnya sudah tahu siapa pria yanh sangat di sisinya itu.
"Chihiro, biar aku saja" ucap pria itu, menyentuh tangan Chihiro lembut.
"Namaku, Nijimura Shuzo.
Aku adalah kekasih Chihiro" ucap Nijimura kini menatap Chihiro lembut,
"Tapi bukankah, Nijimura-san lah yang meninggalkan kakaku?" ucap Kuroko, memojokkan,
"Tidak aku tak pernah meninggalkan Chihiro,
Semua adalah salah paham,
Karena itulah aku kembali,
Untuk menjemput Chihiro" ucap Nijimura membela diri.
"Nijimura-san" ucap Chihiro tampak sangat senang dengan perkataan sang kekasih, Kurokopun, tahu akan hal itu.
". . ." awalnya Kuroko terdiam, seolah-olah ia mengerti akan satu hal.
"Kuroko~" ucap Chihiro seakan khawatir dengan reaksi Kuroko.
"Emp, wakarimashita.
Tolong jaga Nii-san ku,
Dan jangan membuat dia menangis lagi, Nijimura-san" ucap Kuroko, kini tersenyum tulus.
'Sekarang aku mengerti,
Mimpiku itu, adalah masa depan.
Dan sekarang apa yang harus ku lakukan?
Haruskah aku mengikuti alur seperti di mimpiku?
Atau?' ucap Kuroko di dalam hati.
TBC
Omake desu~
Biar beda sama Love is war
(●´∀`●)
Ceritanya ngaco biarin wkwkwkwk
Alurnya jadi twist ok
Kita buat ending yang baru (/^▽^)/
KAMU SEDANG MEMBACA
Soredemo Koi wa Ustukushi
RomansaCinta Chihiro yang pergi bersama Suzhou meninggalkan luka mendalam, Kuroko yang melihat luka sang kakak pun ikut terluka, berniat membalas dendam dengan mantan sang kakak, dengan cara menyakiti adik dari mantan pacar kakaknya. Nijimura sangat menya...
