Pergi?

309 36 18
                                        

Life goes on......

With or without you

Life is like a bar of soap,

once you think you’ve got a hold of it,

it slips away.

.

.

.

Pagi itu Kuroko mengabari Chihiro kalau ia akan datang berkunjung,

Lalu Kuroko pulang, berharap semua yang ia dengar adalah asumsi belaka,

Mandi, masak untuk sang kakak dan bersiap berangkat kerumah sakit,

Semua panggilan dan pesan Seijuuro dan Seishiro ia abaikan alias di silent.

.

.

.

Tok tok tok

"Nii-san ini aku Kuroko" ucap Kuroko.

"Masuklah, Kuroko.

Ada yang ingin aku kenalkan padamu" ucap Chihiro berseri seri,

Namun begitu ia masuk ke dalam ruangan, pria itu ada,

Pria yang sama, dengan tadi pagi.

Pria berambut se hitam bingkai jendela,

Kulit seputih salju,

Dan bibir semerah darah,

"Eh?" ucap Kuroko menggenggam hp nya keras,

Sedang makanannya di tangan yang lain.

"Kuroko, ke-kenalkan dia-" ucap Chihiro dengan wajah merah padam, sedang pria itu menatap Kuroko bingung.

"Nijimura Shuzo, pria yang sudah menyakiti Nii-san!?

Kenapa dia ada di sini!?" ucap Kuroko meninggikan suara nya.

"Kuroko jangan meninggikan suara mu!?" ucap Chihiro dengan nada marah.

BRUKKK

Suara tempat makan yang terjatuh, karena lemas, setelah mendengar apa yang di katakan Nii-sannya itu,

"Hah, percuma aku mengatakan nya.

Nijimura Shuzo, kau tahu?

Aku -" belum selesai Kuroko mengatakan nya, tiba tiba pintu ruangan terbuka.

"Nii-san ada apa memanggil kami ke mari?" ucap Seijuuro yang pertama masuk di ikuti Seishiro di sebelahnya.

"Eh, Kuroko-kun?" Shiro lah yang pertama menyadari keberadaan Kuroko, sebelum Seijuuro.

Sebenarnya Nijimura memanggil kedua adiknya untuk bertemu dengan Chihiro,

"Baguslah kalian ada di sini" ucap Kuroko kesal.

"Tetsuya?" Seijuuro merasa ada yang aneh.

"Aku ingin mengatakan sesuatu pada kalian,

Aku mendekati kalian tidak lain dan tidak bukan,

Hanya karena ingin membalaskan dendam kakakku yang kakak kalian sakiti!

Aku gak pernah sekalipun merasakan perasaan suka pada kalian berdua,

Tidak ada yang paling aku benci dari kakak kalian,

Tidak mungkin aku-" ucap Kuroko terhenti setelah,

PLAKKKK

Tamparan keras dilayang kan Chihiro yang turun dari kasur nya.

"Kuroko kau sudah keterlaluan-" ucap Chihiro berdiri di hadapan Kuroko,

"Mou ii!

Aku gak mau melihat nii-san lagi,

Aku sudah tak perduli lagi!!!" ucap Kuroko membanting hpnya ke lantai sampai berkeping keping,

"Tetsuya/Kuroko-kun?" ucap Sei dan Shiro bersamaan, dengan perginya Kuroko dari ruangan itu.

Bruk

"Chihiro!?" Tubuh Chihiro terjatuh ke tanah, ia sangat lemas,

.

.

.

Di tempat lain, di saat Seijuuro dan Seishiro mengejar Kuroko, namun Kuroko sudah keburu menaiki taxi dan pergi dari hadapan mereka,

tanpa mereka tahu bahwa itu adalah kali terakhir mereka melihat Kuroko sampai waktu yang sangat lama.

Ia berhenti dari kampus,

Ia berhenti dari pekerjaan paruh waktunya,

Dia menghilang dari kehidupan mereka,

Ia pulang ke kampung halamannya, menjual rumahnya dan Chihiro,

1/4 uangnya dia simpan untuk biaya hidupnya,

3/4 sisa uangnya dia kirim ke rumah sakit untuk biaya perobatan Chihiro.

Chihiro yang tahu akan hal itu langsung panik, dan ingin segera menemui Kuroko namun Nijimura melarangnya,

Karena Chihiro belum sehat sepenuhnya,

Seishiro dan Seijuuropun tak berhenti mencari Keberadaan Kuroko namun tidak juga menemukannya.

.

.

.

Tok tok tok

"Ohayo, Kuroko-sama" ucap seorang pelayan berambut hitam dengan mata merah menyala,

"Ohayo, Sebastian." ucap Kuroko terbangun dari mimpinya,

"Sarapan sudah di siapkan,

Dan bocchan pun sudah ada di meja makan" ucap pelayan yang di panggil Sebastian itu.

"Wakarimashita, aku akan segera ke sana" ucap Kuroko,

Sebastian?

Bocchan?

Sebenarnya di manakah Kuroko sekarang tinggal!?

TBC

Soredemo Koi wa UstukushiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang