Dandelion no uta

298 31 22
                                        

Beauty gets the attention,

personality gets the heart.

Every single person on the planet has a story.

Don’t judge people before you truly know them.

The truth might surprise you.

.

.

.

"Nii-san" tiba tiba terdengar suara yang Kuroko kenal mendekat.

"Shiro, kau lama sekali.

Mau sampai kapan kau membuat ku menunggu! Hmp?" ucap Akashi Seijuuro.

"Gomen nii-san" ucap Seishiro mengusap kepalanya.

"Hmp, lalu dimana pasangan mu?

Apa kau datang sendirian?" ucap Akashi.

"Iya aku datang sendirian,

Aku tidak mengajaknya" ucap Seishiro kini teralihkan perhatiannya pada Kuroko yang sedari Shiro datang,

Kuroko membuang mukanya, agar tidak ketahuan.

"Huft, kau itu. Inikan pesta perusahaan setidaknya kau harus memaksanya ke sini" ucap Akashi sang kakak menghela napas kasar.

"Anno~?

Kuroko-kun?

Kamu Kuroko-kun, kan?" ucap Shiro terkejut,

Meski Kuroko mengenakan pakaian wanita dan bermake-up layaknya wanita,

Hanya dengan mencium wangi tubuhnya yang keluar, Shiro langsung tahu.

Mau bagaimana lagi itu adalah salah satu kemampuan Alpha dominannya.

"Shiro?

Bagaimana kau tahu tentang Tetsuya?" ucap Akashi sama terkejutnya.

'Ahhhhh, sial~' ucap Kuroko pasrah.

".   .   ." Kuroko hanya diam saja.

"Kuroko!" Shiro langsung meraih tangan kanan Kuroko.

"Apa yang kau lakukan, Tetsuya itu pasangan ku!" ucap Seijuuro menahan tangan kiri Kuroko


"Apa yang kalian lakukan! Berhentilah bertengkar!" ucap Kuroko menarik kedua tangannya dan meraih kerah baju kedua pria di sampingnya dengan keras,

Seketika semua tamu undangan menjadi sunyi, melihat ke berani an Kuroko pada kedua pewaris keluarga Akashi itu.

Lalu tiba tiba tuan rumah membunyikan gelasnya dan para tamupun memandangi sang tuan rumah dan istrinya.

"Ugh hmp,

No-nona muda, maukah kamu mempersembahkan sesuatu untuk kami semua?

Apa lagi, nona adalah pasangan yang di bawa tuan muda Seijuuro,

Kami sangat penasaran" ucap Tuan rumah mendekati Kuroko, Seijuuro dan Seishiro.

"Eh?" ucap Kuroko,

"Hmp, menarik" ucap Akashi tersenyum 'grin'

"Cobalah, Kuroko-kun. 

Apapun, kamu bisa menunjukan apapun yang kamu bisa" ucap Seishiro tiba tiba juga penasaran.

"Huft, baiklah!" ucap Kuroko pun mengambil mic dan berjalan seorang diri ke tengah ruangan,

Sedang yang lain memandang dengan ke anggunan Kuroko berjalan,

Lalu musik yang awalnya klasik tiba tiba!!!?

Katanya diriku punya hati bersih
Semua orang bilang begitu
(memang sial)
Memiliki seorang cowok yang lain lagi
Membuatku semakin bergetar

(Seijuuro dan Seishiro, seolah mengerti dengan lagu yang di bawakan Kuroko)

Walaupun niatnya
Hanya memasang perangkap
Tapi yang terjerat itu
Adalah leher serigala

(Lalu Keduanya tiba tiba tersenyum setelah mendengar lirik selanjutnya)

Kali ini ecstasy
Tak usah malu aku yang kan mencinta duluan
Dengan ciuman
Kan ku lepaskan hatipun benar-benar telanjang

Gawat jika sampai jadi melukai
Dan akhirnya menahan diri
(memang bodoh)
Diriku tertipu oleh mata yang bundar
Yang terus menatap padaku

Walau biasanya
Aku bermain-main
Kali ini ku seperti
Anak domba di permainkan

Kali ini ecstasy
Tak main-main akhirnya aku bisa serius
Dan mengejarnya
Saat tersadar diriku sudah terlanjur kalah

Kenapa kau tertawa
Apakah ada yang lucu
Melewati dekapanku
Kamulah yang lebih mahir

Sekarang bagaimana
Kita akan bagaimana
Aku bagaikan tahanan
(you got me!)

Kali ini ecstasy
Tak usah malu aku yang kan mencinta duluan
Dengan ciuman
Kan ku lepaskan hatipun benar-benar telanjang

Lalu keduanya (Seishiro dan Seijuuro) tiba tiba berjalan mendekati Kuroko di tengah ruangan,

Dengan masing masing memegang mic di tangan mereka, dan menghadap ke arah Kuroko,

sejak mengenalmu kasih serasa hidupku indah berbunga (Seijuuro, mendekati Kuroko)

panah asmaramu kasih adalah cinta pertama bagiku (Seishiro)

oh kasihku sa sa sa sayang dukamu adalah dukaku (Seijuuro)

oh kasihku sa sa sa sayang milikku adalah miilikmu (Seishiro)

oh oh kasihku (berdua)

bercinta denganmu kasih hasrat hidupku penuh bergelora (Seijuuro)

kasih sayangmu kasih lembutmu wangi seharum rambutmu (Shiro)

oh kasihku sa sa sa sayang kau adalah belahan jiwaku
oh kasihku sa sa sa sayang harapanku ada di tanganmu
oh oh kasihku

(berdua dengan harmoni)

engkau kasihku sayangku selalu
kasihku padamu setulus hatiku (Sei)

engkau kasihku pujaan hatiku
asmara kita semoga abadi (Shiro)

semua tamu sangat terpesona oleh ketampanan, Seijuuro dan Seishiro,

Dan semua bertepuk tangan sedang para wanita sangat terpesona.

Lalu tiba tiba hujan di luar terdengar bahkan sampai ke dalam ruangan, para dewa seolah mengiringi pertunjukan drama Kuroko.



TBC

Soredemo Koi wa UstukushiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang