Vilo tidak langsung mengantar Veli ke rumah nya. Namun, Vilo malah membawa Veli ke tempat yang Vilo yakin mereka berdua pasti akan senang.
"Vil, ini bukan jalan pulang. Kita mau kemana?" Vilo melirik Veli dari kaca spionnya.
"nanti, kamu juga tau kok"
Veli hanya menganggukan kepalanya, karena lelah Veli menyenderkan kepalanya di punggung Vilo dan Veli juga semakin mengeratkan genggaman tangan nya di perut Vilo.
Vilo tak menjawab namun, Vilo tersenyum saat merasakan pelukan Veli semakin mengerat. Mungkin Vilo akan menjadi gila karena Veli.
30 menit berlalu, akhirnya Vilo sampai di tempat yang Vilo inginkan.
"udah sampai ya?" Veli membuka suara duluan dan di angguki oleh Vilo.
"iya" Veli yang mendengar itu langsung turun dan melepas helm dan menyerahkannya ke Vilo.
"ini kok hutan sih? Kita mau kemana? Berburu ya?" Vilo terkekeh dengan pertanyaan Veli.
"enggak sayang, sekarang ikut aku ayo" Veli terdiam saat Vilo memanggilnya 'sayang'.
Vilo menggenggam tangan Veli dengan erat lalu masuk ke dalam hutan.
Karena takut Veli semakin erat mengenggam tangan Vilo, dengan senang hati Vilo juga mengeratkan pegangannya pada Veli.
"Vil, ini jalanannya kok naik terus sih? Kita mau kemana sih?" Veli heran kenapa mereka terus menanjak dengan tangga yang berjumlah ribuan.
"nanti, kamu juga tau" Veli kesal dengan jawaban Vilo.
"kamu nggak ada jawaban lain apa? Dari tadi jawabannya itu-itu mulu"
"iya nanti kamu juga tau sayang"
Pipi Veli panas saat Vilo mengatakan itu. Namun, dengan terpaksa juga Veli harus mengikuti Vilo. Apa Vilo tidak merasakan yang namanya capek?
"Vil, kamu nggak capek apa? Aku aja udah capek kok" Veli menghentakkan kaki nya kesal. Untuk menghilangkan rasa capek di kakinya.
"mau aku gendong?" Veli mengerjapkan matanya tak percaya.
Karena tak mendapat jawaban, Vilo langsung mengendong Veli. Dan Veli langsung mengaitkan tangannya di leher Vilo.
"ihh.. Vilo apa-apaan sih? Kok langsung gendong aku kayak gini?"
Vilo menatap Veli dengan bingung. "loh, katanya tadi capek"
Veli memutar bola matanya malas. "capek sih capek, tapi kalau kamu gendong spontan aku kaget tau."
"terus aku harus gimana?"
"ya, hemm minta ijin dulu lah."
Dengan cepat Vilo langsung menurunkan Veli dari gendongannya, dan itu membuat Veli kebingungan.
"kok aku di turunin lagi sih?"
Kini giliran Vilo yang memutar bola matanya malas. "katanya tadi suruh minta ijin dulu, sekarang Veli mau nggak aku gendong?"
Veli terkekeh, Veli tak percaya bahwa Vilo akan mengikuti apa yang Veli katakan. Padahal Veli hanya bercanda.
"kok, malah ketawa sih?"
"enggak kok nggak papa, aku jawab yang tadi ya" Vilo menganggukan kepalanya. "aku mau pangeran Vilo"
"baik putri Veli" tanpa membuang waktu Vilo, langsung menggendong Veli dan melanjutkan perjalanan.
"kamu nggak capek Vil?" Vilo menggeleng sebagai jawaban. Dan Veli hanya menganggukan kepalanya.
Veli hanya menunggu kemana Vilo akan membawanya, tak lama kemudian Veli dapat melihat pemandangan yang luar biasa indah.
Dengan semangat Veli menanyakan, dimana mereka berdua sekarang. "Vil, kita dimana sih? Kok bagus banget pemandangannya?"
"kamu suka?" Veli menganggukan kepalanya semangat, dengan cepat Vilo menurunkan Veli dari gendongannya.
Seperti anak yang mendapat permen, Veli langsung berlari dan meninggalkan Vilo yang sedang berbicara dengan pemilik tempat.
Veli sangat bahagia sekarang, Veli tak menyangka bahwa Vilo akan membawanya ke tempat yang indah ini.
"Suka?" Veli terkejut saat Vilo mengatakan itu, dengan kesal Veli langsung memukul lengan Vilo. "kok aku, di pukul sih? Kamu, nggak suka ya tempatnya?"
"kamu, sih nganggetin. Aku suka banget kok, lama tau nggak sih aku lihat seluruh kota dari puncak"
Vilo bahagia saat Veli bahagia, Vilo yakin bahwa Veli memang tercipta untuknya. Tidak ada yang dapat memisahkan mereka kecuali, Tuhan yang memisahkan mereka.
Dengan senang, Vilo menggandeng tangan Veli dengan erat. Dan Veli juga senang akan hal ini.
Mereka pun terlarut dengan, pikiran masing-masing. Tapi satu yang pasti Veli dan Vilo sangat menyukai keadaan sekarang.

KAMU SEDANG MEMBACA
Celengan Rindu
Teen FictionJarak, wa, waktu, berpisah, Veli kesal dengan semua itu namun, itu semua berubah saat Vilo membuatkan sesuatu untuknya. Terinspirasi dari lagu Celengan Rindu. Up : nggak tentu Jam : nggak tentu Pokoknya happy reading aja ❤