Mendengar lagu Sheila On 7 membuat Vilo dan Veli menjadi senang, mereka menikmati sore ini dengan bahagia.
Sadar akan waktu, mereka pun harus mengakhiri ini dan turun ke bawah. Langit yang berwarna jingga sekarang berubah menjadi hitam.
Veli dan Vilo sadar sebentar lagi akan turun hujan, meskipun hujan akan turun tak membuat mereka merasa sedih.
Namun, malah membuat mereka semakin senang. Sudah lama Veli dan Vilo tidak menikmati hujan bersama-sama.
Veli dan Vilo, memiliki ide yang bagus saat ini. Mereka berdua akan berhujan-hujan di atas puncak, yang berarti mereka akan naik lagi ke atas.
Gila bukan? Namun, demi kebahagian mereka. Mereka tak memandang, yang namanya hujan atau masalah lainnya.
Yang penting satu mereka berdua bahagia.
"Vilo, ini ide tergila sih. Kita itu udah setengah jalan malah naik lagi. "
"lah, terus kenapa? Sama pacar sendiri kok nggak boleh gila" Veli mengerutkan alisnya.
"gila sekarang kamu Vil." Vilo terkekeh dengan pernyataan Veli.
"iya, dan aku gila karena kamu."
Pipi Veli menjadi panas secara mendadak, Vilo menjadi gemas sendiri ke Veli.
Vilo mencubit pipi Veli dengan gemas, dan itu membuat Veli mengaduh kesakitan.
"aduh, Vilo sakit tau"
"kamu sih, gemas kan aku jadinya."
Veli tidak menjawab Vilo, dan langsung naik ke atas. Tepat saat Veli dan Vilo naik hujan gerimis mulai turun dengan perlahan.
Veli sangat senang hari ini, Veli yakin bahwa hari ini adalah hari terindah daripada hari yang lainnya.
Vilo juga sama, Vilo merasa bahwa hari ini adalah hari yang indah di dalam hidupnya.
Namun, Vilo takut bahwa hari ini juga akan menjadi hari terakhirnya bersama dengan Veli.
Meskipun sudah berpacaran beberapa bulan tidak membuat mereka, bisa terus bersama selamanya. Dan Vilo juga tidak bisa meramal masa depan.
Jika Vilo bisa meramal masa depan, maka Vilo akan menjadikan Veli sebagai pasangannya sampai maut memisahkan mereka.
Tidak ada yang abadi di dunia ini, dan Vilo yakin akan hal itu. Jika ada jin di dunia sungguhan mungkin hanya satu yang Vilo minta.
Yaitu, Veli menjadi pasangannya nanti.
Memikirkan hal itu membuat Vilo tersenyum kecut, dan hal itu semua tak lepas dari pandangan Veli.
Veli selalu memperhatikan Vilo dari tadi, Veli tidak tau apa yang sedang di pikirkan oleh Vilo. Namun, Veli dapat mengerti perasaanya dari mimik wajanya.
Veli tau sepertinya Vilo, tidak ingin kehilangan sesuatu.
"Vilo, kamu nggak papa? Kamu sakit ya?" Vilo mengerjapkan matanya.
Vilo menggelengkan kepalanya. "enggak, aku nggak papa Vel."
Veli tau Vilo berbohong, Veli tidak suka ini. "kamu bohongkan jujur dong, aku ini pacar kamu apa bukan sih?"
"kamu itu pacar aku Vel"
Veli tersenyum sinis. "kalau emang aku pacar kamu, ngomong dong ada apa? Kamu kenapa? Dari tadi bengong terus. Atau jangan-jangan kamu udah bosen ya sama aku?"
Vilo marah saat Veli mengatakan itu. "kamu, ngomong apa sih? Aku nggak bosen sama kamu Vel, aku.. Aku, aku takut kehilangan kamu"
Veli terkejut, dan Veli dapat melihat Vilo menangis. Veli tak tinggal diam Veli langsung memeluk Vilo, Veli merasakan bajunya menjadi basah.
"aku cinta sama kamu Vel, aku nggak mau kehilangan kamu." Veli terenyuh saat Vilo mengatakan itu.
"aku juga cinta sama kamu Vil, hiks.." Veli juga ikut menangis, kelemahannya cuma satu saat melihat orang yang di cintainya menangis, maka Veli juga akan ikut menangis.
Begitupun dengan hujan, sepertinya hujan juga ikut sedih. Buktinya sekarang hujan turun dengan sangat deras. Namun, tak mampu membuat Veli dan Vilo merasa terusik karenanya.
"Vil, udah deh jangan sedih. Aku jadi ikut sedih kan, kamu nggak kasihan sama aku ya?"
Vilo melihat mata sendu Veli. "enggak aku nggak bakal sedih lagi kok. Kamu jangan sedih lagi ya"
"iya, sayang ku." Veli mengacak rambut Vilo dengan gemas. Dan itu membuat Vilo membalas Veli dengan mencubit pipinya.
"Vil, pulang yuk. Udah dingin nih"
"baik sayang ku"
"ih, apaan sih"
Mereka pulang dengan bahagia, dan Veli bersyukur karena memiliki kekasih seperti Vilo. Begitupun dengan Vilo.
KAMU SEDANG MEMBACA
Celengan Rindu
Teen FictionJarak, wa, waktu, berpisah, Veli kesal dengan semua itu namun, itu semua berubah saat Vilo membuatkan sesuatu untuknya. Terinspirasi dari lagu Celengan Rindu. Up : nggak tentu Jam : nggak tentu Pokoknya happy reading aja ❤
