[END] Entah mengapa Kim Sejeong bisa berada di sebuah hotel yang katanya diperuntukan sebagai tempat beristirahat, jiwa-jiwa yang tersesat. Anehnya lagi dia disambut dengan baik oleh para pegawai di hotel. Seperti tamu kehormatan yang harus dilayani...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
HOTEL DELUSION Minggu, 12-04-2020
SELAMAT ULANG TAHUN OH SAJANG! ~ 100 vote untuk merayakan ulang tahun Oh Sehun dan mari kita ramaikan debutnya ‘Delight’ ~ . . . _ Support Cast _ Bona (WJSN)
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
KIM JIYEON berlari sambil sesekali menoleh ke belakang, ia memberi isyarat tangan agar Sehun berjalan lebih cepat. Namun laki-laki itu tak kunjung datang dan menurutnya sangat lamban, sehingga ia terpaksa meraih tangan Sehun, menggenggamnya lalu berlari bersama menghampiri Hyungwon yang telah sampai lebih dulu di bawah pohon besar yang rindang, tempat favorit ketiganya untuk menghabiskan waktu dengan bersantai memandang langit.
Membicarakan hal-hal menarik, bertukar pikiran dan yang paling sering dilakukan adalah berlatih bela diri. Baik Sehun maupun Hyungwon sangat gemar memainkan pedang, sama-sama ingin bekerja di istana sebagai pengawal kerajaan.
“Hyungwon Orabeoni, larimu cepat sekali,” kata Jiyeon dengan napas memburu, lalu tersenyum lebar. “Benar, kau berhak merayakannya… SELAMAT UNTUK KALIAN BERDUA!” ia meninggikan suara di akhir kalimat seraya mengangkat tinggi-tinggi tangan yang masih bertaut dengan tangan lebar Sehun, sementara itu tangan lainnya melakukan hal yang sama pada Hyungwon.
“Aku masih tidak percaya kita bisa lulus, walaupun tidak menjadi pengawal raja.” kata Hyungwon bertukar pandang dengan Sehun yang hanya mengangguk.
“Ehh, menjadi pengawal wangseja (putera mahkota) juga sudah sangat hebat!”
“Keundae (Tapi), Jiyeon-ah…”
Tautan tangan mereka terlepas. Suasana mendadak hening, hanya deru angin yang terdengar pilu, setidaknya bagi Hyungwon.
“Mungkin kita akan sulit untuk bertemu.” sesal Hyungwon menunjukkan ekspresi sedihnya.
≈ ≈ ≈
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.