[END] Entah mengapa Kim Sejeong bisa berada di sebuah hotel yang katanya diperuntukan sebagai tempat beristirahat, jiwa-jiwa yang tersesat. Anehnya lagi dia disambut dengan baik oleh para pegawai di hotel. Seperti tamu kehormatan yang harus dilayani...
'Menaungi satu dan lainnya, dalam ruangan yang sama.'

HOTEL DELUSION Senin, 06-04-2020
Kita pasti bisa budayakan vote dan comment! ~ SEMANGAT BERKARYA ~ . . . _ Cameo _ Lee Jinhyuk (UP10TION) & Kei (Lovelyz)
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Wei berjalan sempoyongan, wajahnya yang penuh lebam semakin menarik perhatian. Saat ini hanya ada tiga soul di bar, termasuk Hyungwon. Sekali melihat saja sang bartender tahu bahwa tamu yang kini telah duduk di salah satu bangku, tepat berhadapan dengannya adalah manusia.
Ia menggeleng heran, mengapa Minhyuk selalu lengah dalam mengawasi pintu utama hotel sehingga tiap minggunya ada saja macam-macam manusia masuk dan tak jarang membuat keonaran.
"Berikan aku segelas minuman." kata Wei.
"Tentu saja." sahut Hyungwon merasakan firasat buruk dari aura hitam yang mengancam di depannya.
Dari situ Hyungwon mengetahui ada jiwa jahat dalam tubuh lelaki di hadapannya. Ia juga tahu minuman apa yang harus dibuatnya, peeraway, air yang sekilas mirip bir itu berfungsi mengusir jiwa perisak. Tak butuh waktu lama membuatnya. Segelas minuman sudah Hyungwon letakan di atas meja.
"Minumanmu tuan," kata Hyungwon sambil memperhatikan separah apa luka di wajah Wei.
Ada luka baru dan luka lama yang tampak menghitam. Sewaktu-waktu tubuh lelaki itu akan dalam bahaya. Wei menghirup aroma minuman dalam gelas yang dipegangnya, ia mendesah mengangkat pandangannya merasa jengkel diperhatikan sedemikian rupa oleh si bartender.
Aura hitam semakin jelas ketika mata Wei mendelik. "Sepertinya kau tidak suka padaku? Ehmm, kebanyakan orang memang memandangku dengan tatapan jijik tetapi ada juga yang ketakutan." terang Wei tersenyum meremehkan, "Katakan minuman apa yang kau berikan padaku?"
"Tidak seharusnya kau berada di tubuhnya." balas Hyungwon.
Wei tergelak. Rautnya pias dan mengeras akibat marah. Tidak ada satu pun yang mengharapkan kehadirannya, termasuk manekin bernama Kei yang selalu memperdulikan Jinhyuk. Ia melempar gelas hingga serpihannya menancap di pipi Hyungwon, seketika itu darah merembes keluar.
≈ ≈ ≈
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.