8. Slowly

482 36 2
                                        


"Mengapa kalian terdiam begitu? Apa kalian lupa siapa aku? Aku Julia, kalian dulu sering panggil aku Lia"

Mereka semua terperangah melihat Julia berdiri dihadapan mereka. Terutama Rayn dan Ashley yang tidak akan menyangka akan disambut oleh wanita yang pernah mereka buang itu. Sekarang rasanya mereka ingin cepat-cepat keluar dari tempat itu.

"Tidak mungkin kami lupa. Apalagi kamu orang yang membuat acara mewah ini" sahut Derry sambil mempersilahkan Julia untuk duduk.

Rayn sangat canggung apalagi saat Julia harus duduk disampingnya dan membuat Ashley menatapnya tajam. City yang merasa ada yang tidak beres terpaksa ikut duduk bersama mereka. Namun bangku yang kosong hanya disebelah Jefri karena itu dia terpaksa duduk disana walaupun rasa kesal di wajahnya tidak bisa ditutupi sama sekali.

"Bagaimana kabarmu sekarang Julia, maksudku Lia. Kita masih dekat bukan?" goda Derry.

Lia hanya tertawa kecil mencoba menghargai lelucon garing milik Derry.

"Tentu saja jangan kira aku berubah jadi sombong begitu. Kabarku juga baik dan kalau kalian belum tahu aku sudah menikah. Aku punya dua orang putra sekarang. Kami tinggal bersama bahagia (Lia menekankan bagian itu) seperti mimpiku selama ini yaitu memiliki keluarga" tutur Lia dengan bersemangat.

Rayn dan Ashley tampak menyadari bahwa ucapan Lia barusan bertujuan untuk menyindir mereka. Alhasil mereka tidak bisa berkutik apalagi merespon perkataan itu. Beda halnya dengan Derry dan istrinya yang memberikan reaksi tanpa beban.

"Tapi ada satu hal mimpiku yang belum terwujud. Astaga, aku jadi curhat begini. Maaf aku terlalu larut bercerita"

"Tidak, tidak. Kami tidak keberatan mendengarkannya, santai saja. Kita jarang bertemu, sudah pasti banyak yang berubah dan perlu di bagi. Bukan begitu Rayn?" ujar Derry yang dibalas tatapan sinis Ashley padanya.

Rayn semakin gugup dan hanya dapat mengangguk pelan untuk membenarkan ucapan Derry. Walau dia tahu istrinya sangat membenci dirinya disangkut pautkan lagi dengan mantan asisten rumah tangganya itu.

Disaat situasi yang mencekam ini otak jenius Jefri bisa menangkap dengan cepat bahwa City dan Orangtuanya merasa tidak nyaman sejak Lia bersama mereka. Hal itu membuatnya sedikit penasaran dan mencoba lebih memperhatikan.

"Kalau semua tidak masalah aku akan jadi sedikit tenang mendengar nya" ujar Lia sambil tersenyum puas.

"Tak perlu sungkan begitu. Anggap kami seperti keluarga sendiri" balas Derry yang membuat sepasang mata terlihat penuh amarah.

Lia menyadari bahwa Ashley dari tadi menatap tajam kearah Derry setiap kali dia bersikap baik padaku. Tapi bukannya merasa takut, ia malah semakin tertantang untuk membuat perempuan itu semakin panas.

"Ada satu lagi mimpiku yang kurang dan masih sangat ingin kucapai sampai saat ini. Rasanya kurang kalau hanya memiliki putra oleh karena itu aku menginginkan seorang putri juga. Aku rindu rasanya bagaimana...." ujarnya yang terhenti sambil memandang City.

"Mengapa dia menatapku? Aku bukan putrinya kan? Tidak, tidak mungkin" batin City.

Jefri semakin menangkap ada yang aneh dari reaksi City. Tapi dia memilih tetap santai sambil mengamati arah pembicaraan yang akan datang. Sangat berbanding terbalik dengan Rayn dan Ashley yang tampak kesal dan mulai gelisah dengan ucapan blak-blakan Lia.

Setelah cukup lama bercerita dan bernostalgia akhirnya Lia permisi pamit duluan karena ada pertemuan lain yang harus dihadirinya. Derry dan istrinya juga ikut berdiri dari duduknya untuk menghantarkannya keluar. Jefri yang tidak punya alasan untuk tetap tinggal bersama keluarga yang tidak dikenalnya memilih ikut keluar.

Stupid ConfessionTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang