Pemuda Misterius

3.2K 165 4
                                        

Dua hari sudah Lingga meninggalkan gunung tempat kediaman Ki Dipa Wisena, berjalan menuju barat, dimana kerajaan Lokapura yang dipimpin ayahnya berada. Baginda Raja Kalanarta dulunya juga seorang pendekar tangguh, ketika muda memiliki kebiasaan berguru kepada banyak tokoh sakti, dengan alasan itu pula Baginda berkeinginan anaknya kelak menjadi pendekar tangguh, itu pula sebabnya 10 tahun yang lalu dia menitipkan putranya Lingga Putra ke seorang pertapa sakti di Puncak Naga.

Lingga tiba di sebuah desa kecil yang indah, hari mulai meninggi, perut juga terasa lapar. Begitu dilihatnya sebuah warung nasi kecil, tanpa pikir panjang dia bergegas masuk namun meja yang cuma tersedia 5 terlihat penuh semua. Beruntung di meja sudut kiri hanya diisi seorang pemuda berpakaian coklat tanpa lengan yang sedang menyantap makanan.

"Maaf saudara boleh aku ikut duduk semeja denganmu?" tegur Lingga. Si pemuda berpakaian coklat palingkan wajahnya dari piring nya, ternyata wajahnya cakap.

"Oh tentu boleh, silahkan, malah senang ada teman buat mengobrol"  sambut si pemuda ramah setelah menelan makanan di mulutnya.

"Aku Lingga dari Puncak Naga"
"Aku Sanjaya dari Pulau Kura-Kura"

Seorang gadis pelayan yang berwajah lumayan cantik menghampiri Lingga.
"Tuan mau pesan apa?" tanya si pelayan seraya tersenyum manis. Membuat Lingga yang selama tinggal dengan gurunya tak pernah bertemu wanita mau tak mau terpukau melihatnya.

"Ah aku pesan nasi dan ayam bakar juga tumisan kangkung"

"Baiklah tuan, mohon tunggu sebentar" si pelayan bergegas meninggalkan Lingga.

"Hei kawan, dari penampilanmu pastilah kau dari kalangan persilatan?" Tiba-tiba Sanjaya bertanya .

"Wah aku baru saja turun gunung, pengalaman ku masih mentah"

"Aku juga belum lama berkelana, kalau boleh tau kemana tujuanmu?" tanya Sanjaya.

"Lokapura"

"Kebetulan kita satu arah, bagaimana kalau kita seperjalanan" tawar Sanjaya.

"Boleh, usul yang bagus" jawab Lingga senang, tak menyangka mendapatkan teman satu perjalanan.

Saat itu gadis pelayan sudah kembali datang membawa pesanan Lingga. Tanpa pikir panjang Lingga langsung melahapnya, sambil sesekali mengobrol kecil dengan Sanjaya.

Suasana warung yang cukup semarak tiba-tiba saja menjadi hening sesaat. Di pintu masuk warung melangkah seseorang dengan pakaian aneh. Seseorang berperawakan jangkung dengan pakaian serba hitam, wajahnya tak kelihatan karena tertutup caping bambu lebar dengan pinggiran caping diberi tabir berkeliling selebar dua jengkal. Yang dapat dilihat dari wajahnya hanyalah sepasang bola matanya yang hitam tajam namun sekilas memancarkan aura dingin yang mengintimidasi siapapun yang beradu pandang. Sepasang mata itu tidak tertutup caping dan tabir karena di bagian mata tabir itu dipotong terbuka sebatas hidung. Sosok itu memakai baju lengan panjang  berbentuk rompi pendek yang membuat sebagian perut dan pusar nya tak tertutup dan dapat terlihat,  namun rompi itu ditutupi jubah panjang dibagian punggung sampai pangkal paha, sepasang kakinya dibalut celana panjang juga berwarna hitam. Di pinggangnya melilit melingkar sehelai kain berwarna hitam yang dijadikan sabuk. Dari perutnya yang kokoh walau mulus bisa dipastikan dia seorang laki-laki.

"Orang berpakaian aneh, seperti kekurangan kain saja" bisik Sanjaya. Lingga cuma diam sambil memperhatikan orang yang baru masuk.

Adapun orang yang baru masuk itu seolah tak peduli pandangan aneh orang-orang, terus melangkah mendekati pemilik warung.

"Nasi dan ayam bakar tolong dibungkus dua" pinta orang itu. Suara nya terkesan dingin. Si pemilik warung meski heran melihat tamu yang tak terlihat wajahnya itu turuti permintaan si pembeli. Dibungkus nya dua nasi ayam bakar dengan daun pisang, lalu segera di angsurkannya pada si pemuda aneh.

ASMARA BERDARAH (SELESAI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang