Nenek Kelelawar Merah

2.3K 148 16
                                        

Sampai di sebuah kali Sanjaya dan Lingga memutuskan istirahat sambil membersihkan badan. Selesai mandi mereka menangkap beberapa ekor ikan untuk dimakan. Selagi mereka asik memakan beberapa ikan bakar satu bayangan berkelebat lalu berdiri di sebuah batu besar di depan mereka.

"Rejeki ku besar sekali hari ini, dua pemuda tampan di pinggir sungai, apakah kalian mau berbagi ikan denganku" seorang nenek bertampang angker dengan baju serba merah keluarkan ucapan, tangan kanannya memegang tongkat yang kepalanya berbentuk kelelewar merah.

"Nenek Kelelawar Merah" ucap Sanjaya.

"Hai kau mengenalku rupanya" jawab si nenek sambil pandangi Sanjaya tak berkesip. 

Lingga segera  berbicara setengah berbisik pada Sanjaya.
"Siapa dia?"

"Seorang nenek sesat yang suka mencari daun muda, ilmunya sangat tinggi. Aku mendapat firasat buruk, kita harus hati-hati" baik Sanjaya maupun Lingga meningkatkan kewaspadaan mereka, mata menatap tak berkesip pada nenek di depan mereka

"Hmmm sebenarnya aku hanya punya urusan denganmu anak muda berbaju biru, namun karena temanmu berwajah tampan juga aku rasa tak masalah menambah satu orang lagi untuk bersenang-senang" ucapan si nenek membuat Lingga akhirnya ajukan pertanyaan.

"Urusan apa yang kau maksud nek?"

"Pertama, aku ingin bersenang-senang denganmu" jawab si nenek sambil leletkan lidah penuh gairah.

"Kedua jika sudah bersenang-senang dengan pedang bawah perutmu, ku harap kau secara sukarela menyerahkan pedang di punggungmu itu" ucap si nenek dengan kata-kata genit.

Lingga merasa malu sekali, seumur hidup baru kali ini dia merasa dilecehkan bahkan oleh seorang nenek pula, walau dia yakin pedang naga emas lah yang paling diinginkan si nenek.

Sanjaya yang mendengar ucapan si nenek menjadi marah.

"Nenek bermulut cabul, biar ku pecahkan mulutmu terlebih dahulu" Sanjaya tanpa tunggu lebih lama melompat menerjang si nenek dengan hantamkan kaki kanan ke kepala si nenek.

"Wow kau bersemangat sekali, pertanda kalau kau juga ganas ketika diatas ranjang" ucap si nenek.

Sanjaya semakin marah, tenaga dalam dilipat gandakan dan dialirkan ke kaki yang digunakan menendang, si nenek hanya mengekeh dan cepat menunduk menyelamatkan kepalanya, namun Sanjaya cepat susul serangan dengan menghantamkan  sikunya ke punggung si nenek yang tengah merunduk.
Nenek kelelawar tau akan serangan itu, maka cepat-cepat pula di sorongkannya tongkatnya ke perut Sanjaya, melihat hal itu mau tak mau Sanjaya batalkan serangannya tadi dan dengan kaki kirinya ditendangnya tongkat si nenek sekaligus menjadikan tongkat itu sebagai titik pantul buat dia melompat berjungkir balik ke belakang. Namun si nenek tak tinggal diam cepat laksana kilat tangan kirinya menyambar ke selangkangan si pemuda, bretttt celana di bagian selangkangan Sanjaya robek besar.

"Wah wah wah, aku semakin kagum anak muda, ternyata kau lincah juga" Nenek Kelelawar Merah tertawa girang.
Sanjaya malu sekali, celananya yang robek dibagian depan membuat pahanya yang kokoh terlihat juga celana dalamnya yang berwarna putih. Melihat keadaan Sanjaya, Nenek Kelelawar Merah yang memang birahinya tinggi merasa blingsatan. Maka dalam otaknya dia ingin cepat-cepat meringkus melumpuhkan kedua pemuda itu. Di hentaknya tongkat kelelawarnya ke tanah tiga kali, wusss dari mulut kelelawar di ujung tongkatnya menyembur asap hitam berbau menyengat.

"Awas, asap pelumpuh tenaga" Sanjaya cepat-cepat dorongkan tangan kanannya melepas ilmu sakti "Badai Laut Selatan" satu gelombang angin yang dahsyat menggulung ke depan menyapu datangnya asap. Terdengar beberapa letupan berulang kali. Sanjaya merasakan dadanya sesak, ketika dia mengusap mulutnya tampak ada darah di sudut bibirnya, nyata sudah dia terluka dalam.

ASMARA BERDARAH (SELESAI)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang