4. Gas Air Mata

58 5 1
                                    

Almira dan Harry pergi ke taman belakang, Tapi bukannya lega Almira justru meronta-ronta ingin menyelamatkan saudara kembarnya dari setan yang menguasai tubuh kembarannya itu. Harry tak tinggal diam, ia justru menahan tangan Almira dan memeluknya. Almira menangis, Ia harus memeluknya.

Saat tangisan Almira mereda, terdengar suara sirine yang sedang menuju ke sekolah mereka. Itu... Ambulan dan Polisi.
Dan menuju ke....

Kantin!

"Astaga!" Mata Almira membulat. Amira langsung melepaskan pelukan Harry dan langsung pergi ke kantin. Entahlah, ia juga bingung. Kenapa ketika ada sesuatu dengan saudara kembarnya, ia tidak ada di lokasi kejadian, ia jadi mempunyai kekuatan yang sangat besar.

Almira yang perasaannya tengah campur aduk langsung berlari tanpa memikirkan Harry. Saat ini yang ada dipikirannya hanya ALMIRA saudara kembarnya. Saat ia menaiki tangga, ia terjatuh dan lututnya berdarah. Ia sulit untuk bangun, Harry mungkin masih heran kenapa ia memiliki tenaga yang sangat besar. Padahal selama ini, dia selalu terlihat lemah. Saat almira mencoba untuk bangun, terdengar suara, suara...

"Astaga, itu tembakan!". Almira makin kalap. Polisi yang masih ada dibawah menembakan Tembakan peringatan. Bukannya semakin tenang, siswa yang berada di kantin justru semakin ketakutan. Dan Amira,
"Aaaaaa....."

Almira tidak bisa tinggal diam. Teriakan itu adalah milik kakaknya. Yang sekaligus kembarannya. Setelah teriakan amira tadi justru, semua orang terdiam. "Ada apa ini?" Seru Almira dalam hati.

Sesampainya dikantin, Amira sudah....
Pingsan.

Almira langsung menuju tempat ambruknya amira. "Pa, ini kembaran saya kenapa? Bapak apain?" Seru Almira kepada salah seorang polisi yang membawa, "Astaga, itu Tembakan gas air mata kan pak? " Tanya Almira pada polisi yang tadi ia ajak berbicara. "Amira... Kamu harus bangun... Amira aku takut... Kamu harus kuat amira... Kamu itu saudara aku yang paling kuat. Amiraaaa! Bagunnn.... " Teriak Almira, tapi Amira masih belum sadar. Setelah itu, ada gadis yang lebih tua dari Almira dan rekan-rekannya yang membawa tandu. Tanpa ragu almira langsung menaikkan tubuh saudaranya keatas tandu. Almira masih sangat lemah, ia hanya bisa mengikuti arah tandu itu berjalan. Dan yang ikut membawa tandu itu adalah Harry.

Sebelumnya almira tidak pernah merasa cemburu pada Amira. Walaupun ia tahu amira mencintai kekasihnya. Menurutnya, ia dan amira itu satu bagian, jadi buat apa cemburu? Tapi kali ini berbeda. Almira malah merasa, hmm... Sakit, lebih tepatnya cemburu.

Almira dan harry ikut masuk kedalam ambulan. Harry tahu, Almira membutuhkannya. Ia akan merasa lebih baik jika selalu berada di samping Almira. Di perjalanan menuju ke rumah sakit, Harry memeluk Almira dengan sangat erat. Ia tak mau kehilangan kekasihnya yang sudah sangat ia cintai. Tapi, Almira tidak menangis seperti biasanya. Kenapa?. Justru Almira menatapnya dengan tatapan kosong dan melepaskan pelukannya. Astaga, tidak biasanya Almira seperti ini.
"Aku mau menenangkan diri." Ucap Almira pelan. Sangat pelan. Tapi masih terdengar oleh harry.
"Oke, Tapi kamu harus tau aku tadi nolongin Amira karena aku tau kamu lagi lemas, dan gak kuat ngangkat Amira. Makanya disitu aku ngegantiin kamu." Jelas Harry. "Yaudah terserah kamu." Ujarnya tanpa menatap mata Harry.

"Iya sih, bener juga kata Harry, Aku yakin dia ga bohong. Ucapanya seperti ia menjelaskan dengan sangat jelas. Jadi kenapa aku harus marah?" Ujar Almira dalam hati. "Tapi aku emang perlu waktu sendirian" Ujarnya lagi. Dan dalam hati.

Almira masih melamun. "Al, woi, udah sampe tau say..." Ledek Harry menambahkan kata "Say yang artinya sayang". Tapi memabg benar Harry menyayanginya. "Aehh, ohh hehe iya aku turun" Ujar Almira sambil nyengir. Itu sangat manis.

Saat Almira ingin turun, Ia melihat ke depan pintu rumah sakit. Disitu ada seseorang berdiri menatap brankar kakaknya, Yang tidak ia ketahui kapan para suster itu memindahkan tubuh kakaknya. Seseorang itu terlihat dingin, tegap dan.... Bringas.
"Papa..." Ujar Almira lemas. Lelaki itu tidak mengikuti brankar amira dan tidak menghampirinya. Almira tahu jelas kenapa Papanya seperti ini.
Papanya akan.....

Memarahi Almira. Tanpa Ampun.


Happy reading guys...
Ini part terpanjang loh...

PSYCHO LOVE STORY✔️ [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang