12. Buat aku lebih kuat

26 2 0
                                    

"Aku tahu. Banyak wanita yang lebih cantik dan lebih baik darimu. Tapi, berhubungan adalah soal kenyamanan bukan soal penampilan. Dan aku memilihmu Almira Anastasia."

-Harry Bagaskara-

"Aku rela mencintaimu meski menarik perhatian maut:'v Singkat kan?😁"

-Almira Anastasia-

Setelah Harry di beritahu keadaan Amira, Harry langsung berlari dengan kecepatan kilat. Ini adalah suatu yang menyenangkan sekaligus menyebalkan. Ia sangat senang karena Ia dan Almira tidak akan diganggu oleh setan yang menyerupai Almira. Ia kesal karena Almira pasti akan merengek minta di antar ke rumah sakit jiwa.

'Brakkk...' Suara pintu ruang rawat Almira di banting. Almira sangat takut jika yang membanting pintu itu adalah Papanya. Bukankan tadi papanya menelepon dan mengancamnya? Ia menutup wajahnya dengan bantal. Ia sangat ketakutan. Ia belum siap mati saat ini. Ia yakin kalau ia bertemu dengan papanya, pasti papa tak segan untuk membunuhnya.

Suara langkah kaki mulai terdengar semakin keras. Almira pun semakin ketakutan. Tiba-tiba ada yang memegang lengannya. Astaga, tapi yang menyentuh lengannya sangat lembut. Apakah papa berubah? Ia masih bertanya-tanya dalam hati. "WOI ALMIRA ANASTASIA!" Terdengar sebuah suara dengan sangat keras. "Sialan lo! Aku kira papa, eh ternyata kamu." Ujar Almira kesal lalu mengerucutkan bibirnya. "Enak aja, aku mahh bukan setan." Jawab Harry sambil melipat tangannya. Almira sontak membelalakkan matanya dan memukul kekasihnya pelan. "Hehe, canda..." Ujar Harry nakal. "Oia... Kamu udah tau ka am kemana?" Tanya Almira polos. "Ohh... Aku tau, tauu bangett... Ada kabar baik nih-" Ujar Harry sangat antusias. Almira membelalakkan matanya.
"Apa?? kak Amira sembuh?"
"Aku ngomong kamu potong:'v"
"Iyaaa....maaf. Apa kabar baiknya?" Ujar Almira. "Kabar baiknya adalahhh.... Amira masuk rumah sakit jiwa... Horeee...." Sorak Harry seperti anak kecil. Almira langsung membelalakkan matanya dan mencubit Harry. "Kamu apa-apaan sih, kakak aku masuk rumah sakit jiwa kamu malah seneng." Ujar Almira. Almira berdiri dari kasur dan mencoba berjalan dengan membawa infusannya. "Bawa aku ke sana!" ujar Almira memaksa. Tapi Harry sudah menyiapkan hati untuk tidak mengabulkannya. "Nggak bisa. Aku tahu yang terbaik buat kamu." Ujar Harry melemah. Lalu memeluk Almira. "Aku ga mau kamu disakitin lagi sama Amira. Dia gila." Bisik Harry pada Almira. Almira terisak pelan. Lalu Almira memegang pipi Harry dengan kedua tangannya. Ia ingin melakukan ini. Sesuatu yang bisa memberinya sedikit kekuatan.

Almira mendekatkan wajahnya ke wajah Harry. Ia berjinjit. Harry hanya pasrah dengan apa yang akan dilakukan pacarnya ini. Mungkin membunuhnya karena tidak mau mengantarnya ke rumah sakit jiwa. Tidak, tapi Almira tidak pernah sekejam itu. Harry memejamkan matanya. Tiba-tiba sebuah bibir yang lembut. Sangat lembut seperti sutra, mendarat di bibirnya. Hanya 5 detik. Tapi mereka sangat menikmatinya. Almira merasa lebih baik dari sebelumnya. Harry merasa diterbangkan sangat tinggi. Lalu Almira menurunkan kakinya yang tadi berjinjit. Ia memeluk Harry lagi. Lebih kuat.

Yeayy... Udah lumayan banyak yahh partnya... Gimana gimanaa... Seru gaa?? Nihh aku persembahkan eaa... Buat kalian yang nunggu part roman nya... Ini udahh tersedia

Maap aku janjinya nextnya hari ini, tadinya mau update pagi, tapi aku lagi ga mood Alhasil pendek banget partnya... Tapi bisa bikin kalian ga tidur semaleman wkwk... Gatau sihh...

Oia maap yeuhh ini 3 kali di unpublish 🤣

Makasihh yaaa buat yang udah mau mantengin PLS teruss... Yang udah vote sampe part sebelumnya, yang udah msu baca, yang udah mau nungguin aku bikin part baru... Makasihh bangett ❤️ Love you reads ❣️

Jan lupa vote, baca dan komen yahh... Biar mood aku bisa balik 😁

PSYCHO LOVE STORY✔️ [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang