"Target sudah terkunci. Dan tak akan terlepas. Bersiaplah Amira Anastasia!"
-Dev Rebbeck-
Dev yang kesal dengan Vino lalu mengalihkan pandangannya ke seluruh ruang kelas. Ia fokus dengan bangku paling belakang dimana ada siswa-siswi yang berkumpul. Lalu ia pergi ke tempat berkumpulnya siswa-siswi itu.
"Lo harus jadi pacar gue!"
Ujar seseorang yang membuat mereka semua menoleh dan kehilangan kata-kata. Kelas XII Mipa 1 kini hening. Hanya terdengar suara tembakan dari ponsel Vino yang memang Vino sedang bermain game. "Lo se-serius?" Tanya Jevan yang memang berada di tempat itu. Sedangkan orang yang di tuju masih diam kehabisan kata. "Lah ko lo speechless?" Tanya Dev sambil memegang bahu orang yang sedang ia ajak bicara. "Ke-kenapa harus gu-gue?" Ucap wanita itu gugup sambil menunduk. "Lo gugup am?" Tanya Bella mengernyit. "A-apesii, orang gue bi-biasa aja kok, yea gakk?" Ujar Amira menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Lalu kembali menunduk. "Haha... Keliatan kali lo gugup, lo suka juga kan sama gue? Haha bodoamat pokonya kita jadian." Ujar Dev yang sadar bahwa suasana sudah normal tidak seperti sebelumnya yang—canggung. Lalu semua orang yang berada di belakang kelas pun tertawa. Wajah Amira saat ini sudah sangat merah seperti kepiting rebus. Dan itu sangat lucu bagi Dev. Bagaimanapun Dev tidak bisa berbohong bahwa Amira memang cantik. "Pala lo peyang, ogah gue jadi pacar lo:'v" Jawab Amira sambil berlalu dari kerumunan teman-temannya. Jika ia tidak pergi, bisa di pastikan, ia sudah menjad, korban bully abis-abisan.
***
Amira memutuskan untuk naik ke rooftop sekolahnya. Ia duduk di bangku pojok yang entah kenapa ada di situ. Ia memangku wajahnya dengan tangannya dan menaruh tangannya di pinggiran rooftop. Angin sepoi-sepoi menerpa wajahnya sehingga rambutnya beterbangan. Sungguh ia terlihat sangat cantik. Seberbahaya apapun, Amira tetaplah perempuan yang memiliki hati.
Lama-lama ia melamun.
"Gue bingung. Iya sihh Dev tuhh cakep mirip lahh dikitmaa sm Harry. Gue juga seneng sama Dev. Tapi kenapa yahh hati gue ga ngerestuin gue sama Dev. Secara kan Dev cakep, keren, tajir. Ahh sempurna lahh pokonya. Kenapa hati gue gamau yahh? Tapi dia baik kagak yahh?? Kan gue belom tau. Ahh auahh pusing gue njirrr... Udah kea orang sinting aje gue ngomong ndiri:'v tapi seru juga sihh 😁 Tapi gimana kalo gue jadiin Dev sebagai—"
Lamunan Amira terbuyarkan oleh suara dehaman seseorang. "Ngapain lo? Mikirin gue yahh??" Ujar Dev yang tiba-tiba berada di depan wajah Amira. Wajah mereka dekat sekali. "Ma-Mau apa lo?" Tanya Amira gugup. Dev tidak menjawab pertanyaan dari Amira. Justru ia semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Amira. Amira sangat gugup sekaligus takut.Amira yang ketakutan lalu memejamkan matanya. "Wush..." Dev meniup wajah Amira. "Jan mikir yang aneh-aneh. Kita baru jadian, jadi ga sekarang." Ujar Dev terkekeh pelan lalu beranjak dari tempat Amira dan memasukkan tangannya ke kantong celananya. "Ehem... Nggak, gue ga ge-er. Lo aja yang mikirnya aneh-aneh." Jawab Amira disertai dehaman karena suaranya serak. Lalu ia mengerucutkan bibirnya. "Udah bel. Ngelas ga?" Tanya Dev tapi sebenarnya tidak perlu dijawab. Dev hanya membalikkan wajahnya kearah Amira. Karena ia sudah cukup jauh dari Amira. Amira lalu turun dari bangku rooftop dan merapihkan seragamnya yang sedikit acak-acakan karena angin. Lalu ia berjalan kearah tangga. Ia mendahului Dev.
***
Bel pulang sekolah telah berbunyi. Amira sibuk memainkan ponselnya. Mobilnya sedang berada di bengkel. "Astaga! Sialan! Kota macam apa ini, sa iya ojol kagak ada yang nyangkut." Omel Amira sambil memukul-mukul pelan ponselnya. "Ihh kesel-kesel...." Rengek Amira di depan sekolahnya. Ia menghentak-hentakan kakinya seperti anak kecil. "Ikut gue aja yohh!" Ujar seseorang yang bersuara besar menghentikan tingkah Amira. "Aehh.. Se-sejak kapan lo disini?" Tanya Amira salah tingkah dan berlagak cool. "Sialan kenapasihh gue selalu gagap kalo ketemu ini orang:'v kan gue maluu..." Ujar Amira dalam hatinya. "Hello... Mau ikut ga?" Ujar Dev membuyarkan lamunannya. "I-iyaa ikut yahh..." Jawab Amira yang semakin salah tingkah. "Nihh pake dulu." Ujar Dev menyodorkan helm yang sengaja ia bawa. Amira kini sudah berada di atas ninja milik Dev. "Nie orang kok keanya salting mulu dahh di depan gue. Tapi lucu. Gue suka sihh... Astaga! Nggak gue gaboleh ada perasaan sama dia. Gue har—" Ujar Dev dalam hati terpotong oleh sentuhan di bahunya. "Ehem... Kok ga jalan-jalan Dev?" Tanya Amira membuyarkan lamunan Dev dengan menyentuh bahunya. "Aehh iyaa... Maap yahh... Hehe:)" Jawab Dev yang kini malu. Tapi justru ia cengengesan.
Ninja milik Dev kini melesat di jalan yang lengang menuju ke rumah Amira. Tadinya ia ingin mengajak Amira ke mall. Tetapi mendadak ada yang menelponnya dan menyuruhnya cepat pulang. Mereka tidak berbicara sama sekali. Suasana diantara mereka kini sangatlah canggung. Sampai di dekat rumah Amira, Amira kini mengeluarkan suaranya. "Hmm... Dev kok lo tau rumah gue sih?" Ujar Amira heran. Ia mulai terbiasa dengan suasana canggung dengan Dev seperti ini. "Aeh... Emm... Ta-tadi gu-gue tanya dulu ke- ke Almira. Yaa ke Almira." Jawab Dev agar bisa meyakinkan Amira. Amira hanya ber-ohh ria.
***
"Seneng dehh aku ngeliat mereka bahagia." Ujar seorang perempuan yang berada di sebuah mobil yang tak jauh dari rumah Amira. "Tapi gue ngerasa ada yang beda loh." Timpal laki-laki di sebelahnya. "Kamu cemburu?" Ujar gadis itu menengok ke arah pacarnya. Lalu ia melipat tangannya. "Hahahaha.... Idieee cemburu yahh... Aduhh sumpahh lucu bangett... Nggak lahh... Tapi kan aneh banget, mereka gak saling kenal lohh...
Iya gak sih?" Ujar lelaki itu yang mencoba meyakinkan pacarnya walau pertanyaan itu sangat konyol. "Iyasihh... Awalnya aku juga mikirnya kaya gitu. Tapii... Yaudahlahh positive thinking aja dulu." Ujar gadis itu ringan. Mencoba bersikap biasa. "Kita harus selidikin!" Ujar lelaki itu mengepalkan tangannya. Wanita di sebelahnya hanya mengendikkan bahunya.Di seberang sana, ada seseorang yang memerhatikan mereka.
"Sial! Mereka sadar kalo ini permainan."
Tbc
Heihoo.... Selamat datang di permainan author... Hihii 😁 kalian bakalan diajak teka-teki di part-part selanjutnya. Makanyaa selalu pantengin PLS okehhh...
Oia, author besok ada ulangan, jadi updatenya sesempetnya author yahh... Maap gaiseuu...
Jan lupa follow akun author, jan lupa juga voment... Ditunggu yahh jejaknyaa...
Have fun yahh sama Pshyco Love Story 😘

KAMU SEDANG MEMBACA
PSYCHO LOVE STORY✔️ [END]
Action[Follow akun author sebelum baca] Almira Anastasia dan Amira Anastasia mereka adalah anak kembar identik. Keduanya sama-sama menarik, dan yang pasti cantik. Dibalik semua kesempurnaan yang mereka punya, siapa sangka kalau salah satu diantara mereka...