"Kamu adalah malaikatku yang ditakdirkan untuk melindungiku. Bukan bersamaku."
-Almira Anastasia-
"Liat cewe lo Har, Dia bakal mati di tangan gue. Dan lo, bentar lagi jadi milik gue!" Ujar Amira sambil tertawa sangat menggelegar. Terlihat Almira yang sudah tidak lagi bergerak meronta-ronta seperti tadi.
Almira, mati?Harry yang melihat kekasihnya tidak bergerak langsung kalap. Ia sangat gemetar. Badannya serasa kaku, mati rasa dan lemas. Seolah-olah ia tidak memiliki tulang. Inilah hal yang paling ditakutkannya. Yaitu kehilangan Almira. Melihat wajah Harry yang pucat pasi, Amira menyunggingkan senyum jahat lalu berkata "Lo bakal kalah Har, Dan lo bakal jadi milik gue... Hahaha." Ujarnya dengan tawa meledek. Saat Amira masih tertawa lepas, Dan Harry tampak lebih pucat.
Datanglah Polisi dan Petugas medis. Tapi, ada yang berbeda dari petugas medis yang barusan datang. Mereka berbeda, Hmm... Seragam. Petugas medis yang datang bersama polisi tadi menggunakan seragam berwarna biru. Sedangkan yang ia lihat berwarna putih. Dua orang polisi tersebut berjalan ke arah Amira. Tapi Amira sama sekali tidak takut. Salah satu polisi langsung membekap mulut Amira dan yang lain memegang tangan Amira. Tapi Amira berontak dengan sangat keras. Kedua polisi itu tidak mampu menahan pemberontakan Amira. Para medis yang menggunakan baju biru tersebut langsung membantu polisi-polisi itu dan menarik kaki Amira lalu menggotong Amira entah kemana. Harry akhirnya bisa bernapas lega. Tanpa Harry sadari, Almira sudah di pindahkan oleh suster yang menggunakan seragam putih ke ruang ICU. Harry sangat senang karena serangan brutal Amira bisa terhenti.
Tapi, apakah Almira akan selamat? Seketika harry langsung berlari menuju Ruang ICU. Ia mencoba masuk kedalam. Bahkan ia menggedor pintu ruang ICU dengan sangat kencang. Dokter yang didalam pun merasa sangat terganggu. "Maaf pak... Ini rumah sakit. Apakah anda tidak mengerti aturan di rumah sakit?" Tanya dokter wanita itu tapi sangat menghina. Harry yang merasa terhina langsung memotong "Saya tau dok, tapi dokter gak budek kan saya panggil-panggil dari tadi?" Tanya Harry tanpa tanggung-tanggung untuk membalas penghinaan dokter tersebut. "Enak aja, gue dibilang gatau aturan. Dia aja kali yang caper ke gua." Ujar Harry dalan hati. "Hmm... Bapak gausah sok gaya yah... Saya cuma kesel aja ngeliat bapak berisik." Ujar dokter tersebut seolah tahu isi pikiran Harry. Harry terlihat bingung sekaligus gelagapan. "Kenapa dokter sok cantik ini bisa tahu isi pikiran gue yahh!? Apa dia peramal?" Ujar Harry dengan tatapan membelalak kearah dokter tersebut. "Saya bukan peramal. Please yahh, jangan bego." Ujar dokter tersebut sambil berlalu. Rasanya Harry ingin mengumpat dan mencaci maki dokter tersebut. Tapi ia takut dokter kepedean itu mengetahui isi hatinya lagi.
"Oia, PAK. Ke ruangan saya sekarang." Ucap dokter tersebut dengan menekankan kata 'Pak' agar harry terlihat tua dan menunjuk harry. Harry yang kesal tetap mengikuti Dokter tersebut. Karena bagaimanapun, ia sangat menyayangi Almira dan sangat ingin mengetahui keadaan Almira.Sesampainya diruangan dokter tersebut, Harry langsung duduk tanpa disuruh. "Ohh... Jadi ga punya adab juga yah anda." Ujar Dokter tersebut sambil menggelengkan kepala. Yang di sindir pun langsung menjawab "Ehh, dok gini-gini saya juga pandai, dan rajin menabung loh. Jadi anda jangan seenaknya menghina saya!" Tegas Harry disertai candaan. Dan dokter itu pun tersenyum. Harry masih sangat khawatir pada Almira. Jujur, ia sangat kesal dengan tingkah wanita yang menjadi dokter ini. Kenapa ia harus jadi dokter kalau kerjaannya hanya mengomentari orang. "Cewe ini pantesnya jadi netijen!" Ucap Harry dalam hati. "Hmm... Mau tahu keadaan pacarnya yah!?" Tanya dokter itu dengan tatapan, Hmm... Cemburu. "Iyalah... Gimana keadaan pacar saya dok? Pokoknya dokter harus selamatin dia dan gak boleh ada sesuatu yang kurang dari dia!" Jawab Harry dengan sangat tegas. Sehingga membuat dokter tersebut bingung dengan tingkah Harry. Yang tadinya Humoris tiba-tiba berubah jadi Agresif. "Oke, kenalin saya Dokter Caroline Rebecca. Panggil aja-" Ujar Caroline tapi terpotong. "Saya mau nanya kabar pacar saya, bukan mau kenalan sama situ." Jawab Harry tanpa disaring. Ia sangat kesal. Padahal ia sangat khawatir dengan keadaan pacarnya tersebut. Tapi justru dokter itu malah berbicara soal dirinya. "Hmm... Tadi nama kamu siapa!? Carrot, Aeh Caroline yah!? Nama saya Harry. Nah, sekarang gimana keadaan pacar saya?" Tanya Harry sopan tapi penuh penekanan. Ia takut dokter sialan itu tidak akan memberi tahu keadaan Almira sekarang.

KAMU SEDANG MEMBACA
PSYCHO LOVE STORY✔️ [END]
Action[Follow akun author sebelum baca] Almira Anastasia dan Amira Anastasia mereka adalah anak kembar identik. Keduanya sama-sama menarik, dan yang pasti cantik. Dibalik semua kesempurnaan yang mereka punya, siapa sangka kalau salah satu diantara mereka...