Setelah seruan Amanda ketiga gadis yang ada disitu pun menatapnya tidak suka.
Bahkan Serina yang mendengarnya menukikkan alisnya. "Apasih Manda." Gumamnya begitu sangat pelan.
Jangan tanyakan reaksi Sarah, perempuan itu langsung berkacak pinggang. "Heh lo kalo mau main, main aja sendiri sana gak usah ajak-ajak orang." Pekik Sarah kesal.
"Gue gak ngajak lo ya." Timpal Amanda sama-sama memekik.
"Yaudah lo main aja sana sendiri." Sekarang Krystal yang ikut memekik kesal.
"Gue gak ngomong sama lo."
"Anjing." Umpat keduanya, hampir saja Sarah melangkah tapi Ryan buru-buru menahan lengannya.
"S-Sarah."
Gadis itu menoleh. "Apa? Lo mau main sama dia, pergi sana." Ujar Sarah galak.
Ryan menggeleng cepat. "Enggak, a-aku kan mau main sama kalian."
"Yaudah ayo cepetan."
"Minggir lo." Ketus Sarah ketika mereka melewatinya.
Kini ke 6 orang itu sudah berada di area waterboom. "Sini Serina biar bannya aku bawain."
"Eh gak usah."
"Udah sini sama aku aja, kamu duluan naik susul Wilona." Mau tidak mau Serina mengangguk dan naik lebih dulu kemudian disusul Ryan yang membawa 2 ban kuning.
Setelah berada di paling atas mereka malah kembali ribut kecil. "Yaudah gue sama Wilona duluan." Ujar Kai.
"Heh apaan lo sama gue." Ujar Krystal membuat Wilona tertawa.
"Yaudah biar aku sama Wilona aja berdua yang duluan." Lerai Serina diangguki Wilona.
"Serina kamu berani?" Tanya Sarah tidak percaya.
"Berani lah emangnya Kakak?" Ledek Serina membuat kembarannya memutar bola matanya malas.
"Hati-hati."
"Iya tenang aja, lupa ya kalo aku sama Wilona sering naik ini?"
"Tapi tetep hati-hati." Seru Sarah lagi.
"Iya Kak Sarah ih bawel deh." Maklum sehari-hari Serina tidak sepemberani Sarah, jadi kakaknya itu tentu khawatir dengan kembarannya.
Serina dan Wilona kini duduk diatas ban dan petugas segera mendorongnya. Pekikan seru dari Wilona dan Serina malah membuat Sarah meringis. Lututnya tiba-tiba merasa lemas bahkan sekarang ia malah menggigiti kukunya.
Setelah itu bagian Kai dan Krystal, Sarah bisa mendengar sahabatnya itu terus memekik.
"Ah gue turun lagi aja deh." Keluh Sarah.
"Sayang dong Sarah kamu udah disini masa mau turun lagi?"
"Ya gue takut ngerti gak sih." Kesal Sarah.
"Kalo kamu turun emang boleh aku naik sama Amanda?" Tanyanya pelan.
"Apa lo bilang?" Desis Sarah sambil meliriknya tajam.
"M-maksud aku-..."
"Apa? Apa maksud lo? Yaudah sana sama cewek itu." Ujar Sarah kesal sambil mendorong-dorong tubuh Ryan.
Hey kalian kalau jatuh gimana?
"Maaf... Yaudah ayo makanya naik." Bujuk Ryan.
Sarah memalingkan wajahnya kesal.
Si petugas malah tertawa. "Pacarnya takut ya A?"
"Eh?" Kaget Ryan.
"Apasih siapa yang bilang pacarnya?" Sewot Sarah.

KAMU SEDANG MEMBACA
Sebelah Mata ✔️
Romance(COMPLETED) Tatap mataku maka kamu akan tetap melihat dia dalam pancarannya.