Twenty

596 79 55
                                    

Hari demi hari kembali dilewati, bahkan sekarang mereka sudah menginjak di bangku kelas 3 SMA.

Wah sudah cukup lama juga bagi Ryan dan Sarah berpacaran. Kalau ada yang bertanya bagaimana sih mereka kalau berpacaran?

Sebenarnya seperti layaknya pacaran anak muda biasa, merasakan romansa bagaimana di sekolah, lalu Sarah yang lebih rajin belajar bersama walaupun sebenarnya dia sudah pintar. Ya mungkin modus Sarah agar tetap berduaan dengan Ryan. Oh iya tangan Ryan juga sudah sembuh sekarang.

Sarah pun begitu dekat dengan keluarga Ryan, apalagi dengan Stella. Entah karena humornya dan banyak kesamaan lainnya keduanya begitu dekat. Hmm Apalagi Mami Yuna, Sarah akan menjadi kesayangannya membuat Ryan terkadang iri. Oh tidak hanya Sarah, Serina pun cukup dekat dengan mereka.

Sejak Ryan bilang pada kedua orangtuanya bahwa ia berpacaran dengan Sarah tentu Mami lah yang paling senang.

Bahkan Mami atau Papi sering menyuruh si kembar datang setiap hari ke rumahnya. Bukannya tidak mau, Sarah cukup malu jika setiap hari harus bertamu.

Tapi mungkin sekarang ini pasti setelah pulang dari gereja mau tidak mau si kembar datang ke rumah Ryan. Laki-laki itu sengaja datang kerumahnya untuk menjemput si kembar dan mereka selalu makan siang bersama. Ah Serina juga cukup dekat dengan Stella, kadang juga Krystal ikut apalagi kalau ada Kai.

Terus selama ini pernah tidak sih Sarah dan Ryan berantem? Sejauh ini sih aman-aman saja dari keduanya, tidak pernah ada masalah yang begitu serius. Apalagi kan Ryan yang bucin Sarah begitu pun sebaliknya. Tapi ya tetap saja Sarah akan mengeluarkan taringnya kalau-kalau ada yang mendekati Ryan di sekolah. Ia juga akan kesal kalau Ryan yang hanya diam saja, yang ia mau Ryan lebih tegas menjelaskan. Pikir Ryan ia tidak menaruh perasaan dengan yang lain selain Sarah maka dari itu ia membiarkan.

"DAVIANDRA!!!!" Pekik Sarah kesal.

"Apa Rakana Sarah Latinka." Jawabnya lembut.

"Kamu tuh kenapa sih?"

"Kenapa apa?"

"Ya dia tuh deketin kamu, kenapa gak ngerasa sih? Bilang kek kalo kamu udah punya pacar." Kesal Sarah.

Ryan terkekeh. "Kamu cemburu?"

"Dia suka sama kamu dan iya aku cemburu. Kenapa, salah?"

Ryan menggeleng sambil menggenggam tangan Sarah sambil mengelusnya mencoba menenangkan. "Enggak kok gak salah, maaf. Aku cuman pengen bilang gak usah khawatir soalnya aku cuman suka sama kamu."

Sarah menghembuskan napasnya, raut wajah kesalnya perlahan hilang.

"Yaudah yuk ke kantin jangan marah-marah heheh." Ujar Ryan agar semua ini tidak berbuntut panjang.

&&&

Ah ya hari ini hari sabtu, biasanya siang menuju sore hari Ryan akan menjemputnya. Biasa lah kencan anak muda.

"Kak Sarah." Panggil Serina sedikit berteriak.

"Apa?" Teriak Sarah dalam kamar.

Kemudian Serina masuk ke dalam kamarnya. "Aku mau ke rumah Ital ya."

"Mau ngapain?"

"Bantuin Tante Clara bikin kue."

"Ohh oke deh, Kakak mau kencan dulu heheh."

"Ih masa yang mau kencan kok belum mandi sih, liat jelek banget gini." Tunjuk Serina pada kembarannya.

"Ih Adik lebih jelek."

"Gak, Kakak lebih jelek." Sambil keluar dari kamar Sarah.

Sarah yang masih duduk di kasur hanya mendengus kemudian sebuah notifikasi mengagetkannya.

Sebelah Mata ✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang