"Jika kamu mau tahu, selingkuh itu memang gampang, tetapi kenapa tidak mencoba sesuatu yang lebih menantang yaitu SETIA!"
"Kalo lo marah sama gue. Kenapa lo marah sama gue? Gue punya salah apa sama lo?"
"Lo nggak ada salah. Cuma gue aja yang kayak anak kecil. Marah sama sahabat sendiri gara-gara orang yang gue suka, sukanya sama lo bukan gue. Bodoh banget nggak sih gue Zo, sempat menyalahkan lo karena cinta gue nggak terbalas." ujar Ara dengan kekehan sinis yang dia tujukan untuk dirinya sendiri.
"Ra, maaf. Gue bisa pastikan kalau apa yang lo pikirkan tentang gue dan Arza cuma salah paham. Please jangan kayak gini." mohon Zora yang hampir menangis.
"Ra lo salah paham... Hiks... Hikss" gumam Zora.
"Jangan ganggu gue untuk saat ini. Gue nggak mau numpahin kekecewaan gue ke elo."
Kalimat terus terngiang di kepala Zora, Zora menangis.
"Nggak... gua nggak bisa biarin persahabatan kita jadi hancur cuma karena cowok." lirih Zora sambil mengusap wajahnya yang hampir kembali meneteskan air mata.
Zora langsung pergi dari koridor menuju ke lapangan . Zora tidak sadar bahwa ada seseorang yang memerhatikannya dari kejauhan.
"Perasaan itu tidak bisa di paksa, Zo apalagi melupakan cinta pertamanya." ucap seseorang itu. Kemudian tersenyum melihat punggung Zora yang perlahan menghilang dari pandangannya.
Di sisi lain Alta dan teman-temannya sedang beristirahat. Alta sedari tadi sibuk berkutik dengan handphonenya entah apa yang dia lakukan.
Teman-teman Alta mulai penasaran dengan apa yang dilakukan Alta dari tadi. Rasa kepo Farzan sudah mencapai puncak, dia pun melirik handphone Alta. Belum sempat Farzan mendekat ke arah handphone Alta. Alta menjauh dan memasang tatapan tajam.
"Yah misi gagal gaes..." Farzan menggaruk kepala yang tidak gatal.
"Lo lagi ngapain sih, Al? Main handphone mulu." tanya Ady.
"Lo sekarang jadi lambe luruh, Dy?" sahut Alta. Datar.
"Iya sejak lo mulai pacaran sama Ayang bebeb cenayang lo itu." Farzan menatap Ady dengan bingung.
"Ayang bebeb cenayang Alta? Saha? Lo selingkuh, Al dari Zora? Wah, lampu hijau ini gaes saatnya menikung sebelum si pesaing abal-abal itu melangkah duluan." teriak Farzan Semangat 45.
Plak!
Satu sentilan melayang ke dahi Farzan dengan mulus dan lancar.
"Gue setia Tarzan! Lo ngomong kayak gitu lagi ingat nyawa lo ada di tangan gue. Camkan itu!" ancam Alta sambil menunjuk tangannya ke wajah Farzan.
"Gue bercanda beb aelah sayang kuh ini typo."
"Typo-typo lo kira keyboard hah?! Pake typo segala." ucap Abi.
Tama alias Adhutama Dhefin Kafeel. Tama yang dari tadi menyimak percakapan manusia yang tak waras mendekati Alta dan menepuk pundak Alta. Alta menoleh. Tama menujuk seseorang yang tengah berlari dengan wajah yang hampir saja menangis.
"Bangsat! Siapa yang berani bikin dia kaya gitu gua nggak segan-segan ngirim dia ke neraka." gumam Alta dengan tangan yang terkepal kuat.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALTAZORA (Complete)
Teen FictionDari balik kacamata berbingkai abu-abu itu Zora selalu memperhatikan Alta dalam diam. Sang Badboy dingin yang memiliki sejuta pesona. Tak hanya berbekal wajah tampan, Alta juga memiliki otak yang cerdas, sehingga membuatnya tak hanya dikagumi remaja...
