Budayakan komen sesudah baca
Dan vote sebelum baca 😊
SELAMAT MEMBACA
"Kamu semudah itu berubah dan aku sesulit ini untuk menerima perubahan."
"Aku mau kita putus Zora, kamu sudah berbeda." kata Alta lirih, laki laki itu berjalan meninggalkan Zora yang terdiam di tempatnya.
Air mata yang telah mengalir, semakin mengalir lebih deras. Kalimat yang gadis itu tidak ingin dengar akhirnya dia dengar. Putus.
"Kenapa mencintaimu rasanya sesakit ini?" gumam Zora disertai isakan pilu.
Gadis itu pun beranjak dari duduknya. Menatap kosong jalanan sepi di depan sana. Alta telah pergi, membawa hati yang sebenarnya enggan menyendiri. Kedua kakinya perlahan melangkah, dia akan pulang. Mungkin kegilaan abangnya mampu membuat Zora sedikit menarik kedua sudut bibirnya.
.
.
.
Ketika Zora berjalan di sepanjang trotoar dengan air mata yang hampir setiap detik dia keluarkan, tanpa sadar ada sebuah motor ninja yang mendekatinya dan berakhir berhenti di sebelahnya.
"Gue anter pulang."
Zora menoleh, tapi dengan cepat memalingkan muka. Orang yang berbicara dengannya adalah Alta. Sang mantan sejak beberapa menit lalu.
Tanpa mempedulikan laki-laki itu, Zora terus berjalan. Sungguh dia lebih memilih berjalan ke rumahnya, daripada bersama orang yang ingin dia hindari saat ini.
"Lo tau gue nggak suka penolakan!" ancam Alta. Zora berhenti. Menghapus kasar air matanya, kemudian berbalik menatap tajam Alta.
"Dan lo tau sekarang gue nggak mau ngelihat muka lo!" ucap Zora dengan penekanan. Dia berusaha mati-matian menahan air matanya yang selalu ingin keluar. Dia tidak mau di pandang lemah, tidak mau.
Zora kembali berbalik melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda gara-gara Alta.
Namun, sepertinya bad boy dingin itu tidak berminat untuk menyerah. Karena Alta turun dari motornya, lalu berjalan cepat ke Zora dan tanpa babibu menggendongnya seperti karung beras.
Alta membawa Zora ke motornya kemudian mendudukkan gadis itu di boncengan motor.
Bahkan, Alta tidak membiarkan Zora berbicara sedikit pun. Langsung saja setelah di rasa semua aman, Alta melajukan motor ninjanya menuju rumah Keluarga Latisha. Meski mereka sudah putus, Alta tidak akan membiarkan gadisnya, ralat! Mantan gadisnya kenapa-napa di jalan. Karena Tuhan pun tahu, nama Zora Syafira Latisha selalu terukir di hati Alta sampai waktu yang tidak bisa dia prediksi.
Gue tetep pengin lo bahagia, meski bukan gue alasan lo bahagia, Zo. Gumam Alta dengan suara kecil yang hanya bisa didengarnya sendiri.
•••
Keduanya sama-sama terdiam sejak 2 menit lalu. Mereka telah sampai di depan gerbang mansion Keluarga Latisha. Namun, Zora enggan masuk dan Alta enggan meninggalkan. Dua manusia yang tetap saja mempertahankan ego, meski mereka sadar ego itulah yang membuat semua hancur.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALTAZORA (Complete)
Fiksi RemajaDari balik kacamata berbingkai abu-abu itu Zora selalu memperhatikan Alta dalam diam. Sang Badboy dingin yang memiliki sejuta pesona. Tak hanya berbekal wajah tampan, Alta juga memiliki otak yang cerdas, sehingga membuatnya tak hanya dikagumi remaja...
