Devanopun melihat kearah cowok yang mengantarkan mereka ke UKS tadi.
Cowok itu paham dengan keadaan, lalu keluar ruangan sambil berkata "Lo urus aja dia, ntar gua beli makanan dulu"Saat mendengar perkataan cowok itu, seketika Devano berteriak mengucapkan "TERIMA KASIH KAK"
"Jangan panggil gua kakak, panggil aja gua Angga" ucap cowok itu dan menghilang di balik pintu UKS.
Devano menganggukan kepalanya pertanda ia paham yang di maksud oleh Angga tadi. Devano pun mulai mengompres kepala Jesica menggunakan air hangat yang ia ambil tadi.
"Makasih Dev," ucap Jesica sambil tersenyum simpul.
"Iya bawel ..." balas Devano
"Dih, malah dikatain bawel" cemberut Jesica.
"Eh Jes, btw lo tadi berat banget dah, sumpah!"
"Ih nggak kok! Jesica gak berat"
"Lo mana tahu, guakan gendong lo"
"Tapikan Jesica langsing, gak bentet. Jadi Jesica ringan dong"
"Gak ringan mata lo! Berat gitu, mau patah nih tulang gua"
"Jesica gak gendut! Devano aja yang kurus"
"Iya dah iya ... mengalah dah gua ama anak mami"
"Iya dong gua anaknya mami, gak kayak lo anak pungut"
"Sembarangan amat tuh mulut"
"Hehehe ... "
Selang beberapa waktu, Anggapun kembali ke UKS dengan membawa dua makanan dan dua minuman.
"Nih!" ucap Angga sambil memberikan makanan yang ia bawa kepada Devano.
"Tapi kak-" ucap Devano yang sedikit bingung.
"Ck. Jangan manggil gua kakak." sahut Angga dengan nada ketusnya sambil mengikat tali sepatunya yang terbuka.
"I-iya, makanannya kok dua yah? Bukannya yang sakit Jesica doang?" tanya Devano yang masih memegang nampan yang berisi dua bubur dan dua air mineral.
"Oh, itu ..." Angga pun berdiri dan melihat kearah Devano.
"Gua laper" ucap Angga mengambil satu mangkok bubur dan satu botol air mineral yang berada di nampan yang Devano pegang, lalu pergi kearah ranjang yang kosong.
Seketika muka Devano cengo saat mendengar perkataan Angga tadi.
Jesicapun tertawa melihat ekspresi Devano.
"Apa lo?" ketus Devano
"Dev," panggil Jesica dengan nada yang memelas.
"Hm?"
"Mau makan gak?"
"Gausah. Makasih!"
"Haha ... kasian, padahal sudah berharap lebih yah Dev?"
"Bacot lu, udah makan aja." ujar Devano yang sedang menyuapi Jesica
"Lo gak takut?"
"Takut kenapa?"
"Gua bakal kek dulu lagi"
Seketika aktivitas Devano yang menyuapi Jesica terhenti.
"Jes, jangan ngomong kek gitu. Yang dulu lupain, jangan di inget-inget" ucap Devano dengan wajah yang serius.
"Ekhmm ... " dehem Angga
"Kenapa yah kak?" Tanya Jesica dengan sangat lembut.
"Udah jam 8. Kalian harus kumpul di lapangan. Cepetan!" Perintah Angga.

KAMU SEDANG MEMBACA
My Sun || On Going
Teen FictionJesica aprilia. Seorang gadis yang selalu memiliki banyak keinginan yang belum pernah ia lakukan. Ceria,itulah dia dan selalu saja bermain dengan kalangan pria. Bukan hanya bermain dengan kalangan pria saja bahkan cara berpakaiannya saja persis sepe...