Class

124 34 0
                                    

Hari ini adalah pengumuman pembagian kelas bagi seluruh CASIBA, semua CASIBA berkumpul dilapangan kecuali Jesica.

"Kira-kira kita sekelas gak yah?" Tanya Rayan.

"Gue harap enggak," ucap Devano.

"Lo mah, sinis mulu ama gua, gua tau gua cakep." Ucap Rayan dengan pedenya.

"Ribut amat sih kek emak-emak," ucap Hanan yang sedari tadi melihat kak Ulan memberikan arahan.

"Iye iye yang lagi fall in love ama kakel mah," ledek Rayan.

"Oke semua, kalian bisa liat daftar kelas baru kalian di mading, terima kasih dan selamat istrahat," ucap kak Ulan.

Seketika semua CASIBA pergi kearah mading untuk melihat daftar nama mereka.

"Moga aje gue kelas A," ucap Rayan.

"Apa bedanya emang kelas A ama kelas lainnya?" Tanya Hanan.

"Lo masih gak tahu soal rumor yang gak kesebar dipenjuru negeri ini?" Tanya Devano.

"Gua gak suka tahu, gua sukanya tempe," balas Hanan.

Pletak!

Devano menjitak kepala Hanan, "Cakep iya, goblok jangan."

"Emang rumornya apaan? Hehehe" ucap Devano sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

Pletak!
Pletak!

Rayan dan Hanan menjitak kepala Devano secara bersamaan.

"Double kill" ucap Hanan.

"Gue pikir lo tahu," ucap Rayan.

"Maap, gue manusia bukan tahu," ucap Hanan lagi.

"Lo diem aja deh Han!" Kesal Devano.

Hananpun menutup mulutnya.

"Emang apaan rumornya?" Tanya Devano lagi.

"Rumornya tuh, setiap anak kelas MIPA A cewek-ceweknya pasti cakep-cakep," ucap Rayan.

"Beneran lo Ray?" Tanya Hanan dengan semangat.

Rayan mengangguk membenarkan pertanyaan Hanan, seketika Hanan berlari kearah mading dan menyingkirkan beberapa orang yang sedang melihat namanya dimading.

"Permisi..." ucap Hanan.

Dengan bersemangat Hanan mencari namanya, dan ternyata dia tidak terdaftar dikelas MIPA A, namun terdaftar dikelas MIPA E.

DAFTAR NAMA SISWA/SISWI MIPA E

Alfahrezy
Aan heliansyah
Jerry oliver
Abdul alin
Alvito nugraha
Joshua valentino
Alfayed
Azzahiri zahwan
Tertius
Zainul bahri
Nur hafiz
Ikham
Devano farel
Hanan reyfanza
Rayan alarix
Jesica aprilia
Algifary
Bastiar
Eko hardian
Zaki pratama
Ghilank ahmad
Virgi
Julio chesar
Azriel
Galang syaputra
Rahmat alfaqihi
Arzidhan arqana

Sudah 3× Hanan mengulang-ulang membaca daftar nama siswa/siswi kelas MIPA E, namun ia merasa ada kejanggalan.

"Woy! Kenapa lo?" Tanya Rayan.

"Iya, lo kenapa? Orang-orang udah oada bubar lo masih ae bacain tuh daftar nama," sambung Devano.

"Eh, sini deh. Coba kalian baca nih," ajak Hanan.

Rayan dan Devanopun mendekati Hanan lalu membaca daftar nama tersebut.

"Oooh kita sekelas, tu mah," ucap Rayan.

"Bukan itu," balas Hanan.

"Lah terus apaaan dong?" Tanya Devano bingung.

"Coba kalian teliti, disini Jesica doang ceweknya, yang lain cowok semua," ucap Hanan.

"Lo sendirikan tahu gimana keadaan Jesica," ucap Devano.

"Iya juga ya," ucap Hanan.

"Yaudah deh, kita kekelas aja. Kasian Jesica dah nungguin kita." Ajak Rayan.

Merekapun pergi keruangan kelas yang dimana Jesica tempati.

"WOY! Ngelamun aja, kesurupan ntar lo," teriak Rayan mengageti Jesica.

"Lo mah, kagetin aja. Eh btw gimana hasilnya?" Tanya Jesica.

"Ya sekelas dong kita," ucap Rayan dan Hanan heboh.

"Ama gua juga?" Tanya Jesica gembira.

"Yoi" jawab Devano.

"Yeay!" Sorak Jesica.

"Yaudah, karna udah waktunya balik, mending kita makan-makan duly buat rayain. Gua yang traktir," ucap Rayan.

"Eh, beneran lo mau traktir kita?" Tanya Hanan tidak percaya.

Rayan mengangguk.

"Yaudah ayok!" Ucap Jesica berjalan duluan.

"Yeu, yang traktir siapa, yang ngajak siapa," ucap Rayan.

Merekapun pergi kehalaman belakang sekolah dimana mobil milik Devano diparkir.

Skip...

Merekapun sampai diwarung tempat penjual bakso.

"Lo beneran mau traktirin bakso ama kita?" Tanya Jesica.

Rayan mengangguk.

Bagaimana tidak, Jesica sudah lama tidak makan bakso, dan sekarang mereka berhenti tepat didepan penjual bakso.

Merekapun turun dari mobil dan menuju kepenjual bakso tersebut.

"Bang, baksonya masih ada gak?" Tanya Rayan.

"Iya, masih ada kok," Ucap sang penjual bakso.

Rayan mengangguk, "bagus deh, cuman mau ngingetin aja nih bang, kalau masih ada dijaga baik-baik,"

Tukang bakso, Hanan, Devano, dan Jesica melongo melihat temannya yang tidak tahu malu itu.
Dengan muka tak bersalah, Rayanpun menuju kewarteg yang berada disebelah tukang bakso tersebut.

"Maap nih bang, dia bukan temen gue" ucap Hanan sambil menahan malunya, sedangkan tukang bakso itu hanya mengangguk sambil senyum-senyum.

Merekapun mengikuti Rayan yang sudah berada diwarteg.

"Emang ye si Rayan! Gak ada otak!" Omel Jesica.

"Najis lo Ray! Malu-maluin aja," ucap Devano.

"Hahahahahahahaha" Rayan tertawa terbahak-bahak.

"Yaudah sana pesan aja," ucap Rayan yang tidak merasa bersalah.

"Untung lo temen gue, kalau gak, dah gue bunuh lo" ucap Hanan.

Merekapun memesan makanan dan langsung memakannya. Setelah itu mereka pulang kerumah masing-masing. Tenang aja kok, Devano masih menampung Rayan untuk pulang bersama.




































































































TBC....

JANGAN LUPA VOTE DAN KOMEN SEABSTRAK MUNGKIN GAISSSSS
MAAP TELAT UPNYA HEHEHEHEHE

My Sun || On GoingTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang