Jesica aprilia.
Seorang gadis yang selalu memiliki banyak keinginan yang belum pernah ia lakukan.
Ceria,itulah dia dan selalu saja bermain dengan kalangan pria. Bukan hanya bermain dengan kalangan pria saja bahkan cara berpakaiannya saja persis sepe...
"Iya Nyai ratu, mau berangkat sekarang apa enggak nih?" tanya Devano
"Besok juga enggak kenapa kok," jawab Jesica berjalan mendahului Devano.
Seperti yang Jesica inginkan, mereka berangkat tanpa adanya Rayan. Bagaimana tidak, ini baru pukul 06.00 dan Rayan mungkin masih tidur.
SKIP....
Mobil Devano telah memasuki kawasan parkiran sekolah.
Beberapa CASIBA telah ada di sekolah. Merekapun berjalan menyusuri koridor untuk pergi kekelas yang selama dua hari ini mereka tempati.
"Wah ... pantesan lo rengek-rengek minta sekolah disini, ternyata sekolahnya bagus yah," kagum Jesica saat melihat halaman sekolah yang di tumbuhi berbagai macam jenis bunga.
"Baru nyadar yah mbak?" tanya Devano
"Bukannya baru nyadar, selama dua hari inikan mata gua selalu ditutup saat melintasi koridor" jelas Jesica
Devano menghela nafasnya, "Yah mau gimana lagi Jes, demi kebaikan lo ini mah."
" Tapi enggak kenapa kok, toh gua udah bisa rasain berjalan di koridor sekolah dengan tenang, tanpa tergesa-gesa lagi," ucap Jesica sambil tersenyum.
Merekapun menuju lantai dua, yang dimana kelas mereka berada. Lantai dua adalah kelas khusus Pria, dan lantai bawah adalah kelas khusus wanita. Selama PLS pria dan wanita sengaja di pisahkan.
Dan buat kalian yang bertanya Kenapa Jesica di kelas pria? Jawabannya adalah Angga. Yaps, Angga memohon pada kepala sekolah agar Jesica digabungkan dengan kelas pria.
Pukul 06.35
Para CASIBA mulai berdatangan, sekolah mulai ramai. Jesica dan Devano sedari tadi masih stay didalam kelas karena bell apel belum terdengar.
Brrraakk.....
Terdengar pintu di buka secara paksa, semua pandangan tertuju pada seseorang yang membuka pintu secara paksa.