HAPPY READING..
.
Semenjak Hyejin hamil, Kyuhyun lebih sering pulang cepat bahkan terbilang jarang lembur. Kyuhyun selalu membawa semua pekerjaan yang belum terselesaikan ke rumah. Dibantu dengan Jessica yang kadang bulak balik ke rumahnya untuk mengantarkan berkas-berkas baru. Sejak saat itu Kyuhyun jadi lebih sibuk. Hyejin merasa jika ia telah membebani semua orang termasuk Jessica. Bahkan Sehun sering datang setiap Minggu hanya untuk membawakan beberapa kue dan buah dari orang tuanya. Hyejin bersyukur ternyata banyak orang yang peduli dan sayang padanya. Tapi lama-lama ia merasa tidak enak.
Hyejin melihat Kyuhyun yang ketiduran di ruang kerjanya. Kyuhyun bahkan masih mengenakan kemeja kerja walau bentuknya sudah tak beraturan lagi. Ia pun masuk lalu berjalan mendekati suaminya dengan langkah hati-hati.
"Kasihan sekali dia..pasti pekerjaan ini berat untuknya." Gumam Hyejin.
Matanya mulai sibuk melihat satu persatu berkas yang tampaknya sedang pria itu kerjakan.
"Mungkin aku bisa membantu."
Tentu saja ia paham dan mengerti semua berkas yang ada di meja Kyuhyun. Mengingat dia telah bekerja bersama pria yang kini menjadi suaminya itu selama dua tahun. Bukan hal sulit lagi bagi Hyejin mengetahui sifat dan watak Kyuhyun dalam pekerjaan.
Hyejin mengambil beberapa berkas itu lalu duduk di sofa, masih di ruangan kerja Kyuhyun. Ia pun tak lupa mengambil laptop lalu menyalakannya. Ia tersenyum puas saat beberapa kerjaan Kyuhyun berhasil selesai karenanya. Bukan hal yang sulit. Dulu juga Hyejin pernah mengerjakan tugas serupa yang sama dengan yang sedang ia kerjakan sekarang.
Hyejin tersenyum sambil sesekali mengelus perutnya yang mulai membuncit. Entah kenapa Hyejin merasa aneh saat perutnya mulai membesar seiring berjalannya waktu. Tapi tentunya Hyejin bangga karena hasil kerja kerasnya dengan sang suami ada di dalam sana.
"Maafkan ibu ya nak. Kau jadi harus diajak kerja dulu." Gumam Hyejin sambil melihat perutnya sendiri.
Hyejin pun kembali fokus pada kerjaan Kyuhyun.
"Engh.."
Lenguhan Kyuhyun tak membuat fokus Hyejin pada selembar kertas itu buyar. Bahkan kini wanita itu sudah terlalu masuk ke dalam fokusnya. Kyuhyun pun berusaha menormalkan penglihatan nya yang buram akibat bangun tidur. Ia melihat sosok wanita yang tengah duduk di sofa ruangan kerjanya.
"Hye?" Panggilnya pelan. Karena Kyuhyun sendiri pun belum yakin jika itu benar-benar Hyejin, istrinya.
Setelah dirasa penglihatannya sudah kembali, barulah Kyuhyun bisa melihat jelas wanita hamil yang menduduki Sofanya. Kyuhyun menaikkan sebelah alisnya. Merasa aneh melihat Hyejin sedang duduk dan tidak merespon panggilannya ataupun tidak menyadari jika Kyuhyun sudah bangun. Kyuhyun pun berjalan mendekati Hyejin.
Hyejin sedang tersenyum sendiri sambil membaca dokumen-dokumen miliknya. Tak hanya itu, Kyuhyun juga melihat beberapa tumpukan berkas tugasnya sudah tertata rapi di samping Hyejin. Sekarang Kyuhyun tahu apa yang menyebabkan Hyejin tidak menyadari kehadirannya. Hyejin adalah orang gila kerja sepertinya. Sehingga jika sudah masuk ke dalam pekerjaannya, maka Hyejin tidak bisa terganggu.
Kyuhyun langsung menutupi dokumen-dokumen itu dengan tangannya dan merebutnya. Barulah Hyejin mendongak.
"Ah, sudah bangun ya." Hyejin menatap suaminya dengan kaget.
"Sejak kapan kau seperti ini?" Tanya Kyuhyun yang terlihat marah.
Hyejin semakin terkejut dengan raut wajah itu. Raut wajah yang dulu selalu ia temukan di wajah Kyuhyun saat pertama kali mereka bertemu. Terkesan dingin.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Love
Fiksi Penggemar[Kyuhyun Fanfiction] Terinspirasi dari drama Korea naughty kiss.
