Berkunjung ke Toko

4.3K 116 3
                                        

Firasat Ardella memang benar, pria me*um ini mencium bibirnya di hadapan bu Raisa. Mau di simpan dimana wajah Ardella ini, di depan mertua untungnya ibu Kelvin sendiri.

"Ya ampun, kalian ini tidak tahu tempat. Ya sudah lanjutkan, mama mau pulang saja. Jangan lupa lanjutnya di kamar main kuda-kudaannya ya biar mama cepat gendong cucu," celetuk bu Raisa.

Kelvin yang masih sibuk dengan aksinya tak menggubris ucapan bu Raisa. Sementara Ardella mendengar itu menahan malu, pipinya berubah menjadi merah merona.

Bu Raisa berlalu menutup pintu apartement Kelvin keluar dari sana. Kelvin melepaskan pagutannya, nafas yang kian memburu saling memasok udara.

"Della sayang, cepatlah bersiap kita akan ke toko baju."

"I-iya baiklah kak," jawab Ardella gugup.

Ardella berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan badannya yang sangat lengket oleh keringat. Setelah selesai mandi, ia berpakaian rapi, menyisir rambut panjangnya membiarkannya terurai dengan sedikit memoles wajahnya.

Ardella keluar dari kamarnya, ia tidak melihat Kelvin namun terdengar suara dentingan piring dan sendok. Ardella melangkahkan kaki menuju ruang makan dan benar saja pria itu sedang makan sangat lahap.

Anak sama ibu sama saja seperti orang yang setahun belum makan. Gumam Ardella.

"Kak?" panggilnya berdiri tepat dibelakang punggung Kelvin.

Kelvin melirik ke arah Ardella yang sudah berdandan sangat cantik. Memandang istri mungilnya dengan tatapan takjub namun ia tidak mengakui kecantikan Ardella.

Cantik sekali istriku ini, ternyata tuhan sangat baik hati memberiku jodoh secantik ini. Gumam Kelvin melamun.

"Kak, Della cantik ya?" tanya Ardella mencoba menebak lamunan Kelvin.

"Ah tidak!" ketus Kelvin.

Ardella memasang wajah cemberut, melipat kedua tangan di dadanya.

"Ya sudah," ujarnya menghentakkan kaki pada lantai.

Lihatlah sungguh menggemaskan sekali istri mungilnya ini. Pantas saja Kelvin jatuh cinta pada gadis ini. Kelvin tertawa melihat tingkah laku Ardella lalu ia beranjak berdiri melangkahkan kaki mendekati Ardella.

Kelvin mengacak-acak puncak rambut Ardella hingga membuat rambut yang sudah tertata rapi itu sedikit berantakan.

"Ih kakak, tuh kan jadi berantakan lagi," ujarnya mendengus kesal.

"Ah iya iya maaf nona muda," sahut Kelvin masih terus mengacak-acak rambut Ardella.

"Nanti Della jadi jelek kalau begini, memangnya kakak mau punya istri jelek?"

"Ya kalau sexy gak masalah," pekiknya berhasil mendapat cubitan di bagian perutnya.

Kelvin meringgis kesakitan lalu menggelitik tubuh Ardella hingga gadis itu tertawa terpingkal-pingkal.

"Kak ... Ahh hentikan!"

Namun Kelvin tetap menggelitik tubuh Ardella hingga Ardella lemas dan jatuh pada dada bidang milik Kelvin.

Kelvin memeluk tubuh mungil itu sehari merapikan rambut Ardella yang berantakan karena ulah dirinya. Mengelus rambut kepala Ardella hingga beberapa menit berlalu.

"Della sayang ayo segera berangkat katanya mau beli baju," ujar Kelvin mengingatkan kembali pada tujuannya.

"Eh iya, tuh kan gara-gara kakak jadi lupa."

Ardella merapikan baju dan rambutnya lalu berjalan bersamaan keluar dari apartement.

***

Toko Limited Edition

Terpaksa MenikahTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang