My Joy! - 31

19.3K 2.5K 1.6K
                                        

Kamu Tim mana?

HappyEnding?

SadEnding?

Eh, tapi sejak kapan Ekapertiwi bikin Sad Ending ya? 🙄

Emang definisi sad ending bagi kamu itu gimana sih?

Emang definisi sad ending bagi kamu itu gimana sih?

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

***

Meisie : We love u, Papa.

Pesan yang sudah masuk sejak beberapa hari yang lalu itu selalu sukses membuatnya termenung sendirian.

Laki-laki itu mengusap sudut matanya yang berair, sebelum melarikan pandangannya ke arah lain dan menyimpan ponsel ke sisi tubuhnya.

Walau hanya bergerak pelan, sialnya tubuhnya masih terasa nyeri. Meski sudah mendapat perawatan selama beberapa hari belakangan, dan bahkan saat ini ia masih mendekam di tempat sialan yang bau obat ini.

Ah, andai saja menyembuhkan luka bisa sedetik diobati kemudian sembuh. Seperti halnya mendapat tinjuan dan merasakan sakitnya saat itu juga. Sayang, semua itu hanyalah khayalan bodohnya.

"Lo mau ke mana?"

Ia yang hendak beranjak dari kasur pun mendelik, saat mendapati Abiandra yang berdiri di ambang pintu kamar inapnya dan menatapnya penuh curiga. Laki-laki yang berjas putih itu bahkan berkacak pinggang, sebelum akhirnya berdecak, yang ia balas dengan decakan tak kalah keras juga.

Rasanya sudah memuakkan untuk tinggal di tempat ini lebih lama lagi. Ia sudah ingin pulang, tetapi Abiandra yang katanya selaku walinya ini—karena ayahnya pun sepertinya tidak peduli lagi dengannya, mencegahnya keras dan selalu memiliki banyak alasan untuk membuatnya tetap berada di sini.

Ya dirinya sangat menyedihkan. Tidak ada seorang pun yang pernah membesuknya selama ia berada di tempat ini. Lagi-lagi, ia hanya harus puas melihat keberadaan Abiandra yang berkeliaran di ruangannya.

Sebenarnya, ia juga tak ingin repot menanyakan kabar sang ayah karena gengsinya yang terlalu tinggi. Sementara sahabatnya? Ya, harusnya dia sadar diri untuk tidak berharap lebih.

Ia bahkan masih ingat saat Kenan berkata, "Ngapain kita harus repot-repot ngobatin orang yang udah nggak ada otak kayak dia?"

Ya, usai dihajar habis-habisan oleh Mario, dengan teganya Kenan melontarkan kalimat pedas itu. Sedikit mengusik hatinya, tetapi beruntungnya Tania masih memihak padanya. Wanita itu bahkan dengan senang hati dimintai bantuan olehnya untuk menelepon Abi. Walau saat itu Tania dibarengi oleh Kenan yang mengomel keberatan. Sahabatnya yang satu itu tak tanggung-tanggung untuk memperlihatkan rasa muaknya.

Dia sadar jika semua orang pasti kecewa padanya. Dan telinganya belakangan ini sudah sakit bukan main untuk mendengar celotehan keingintahuan dari Abi. Namun tentu saja ia tak pernah meladeninya dan memilih untuk bungkam.

"Lo nggak mau pulang?"

"Lo ngusir gue?" balas Abiandra menyebalkan. Pria itu masuk dengan santainya, dan duduk di sofa setelah menyalakan televisi. Elang yang mengamatinya pun merasa kesal bukan main dengan ekspresi tanpa dosanya itu.

MY JOY!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang