Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

25 ¦ Cuci Mata

5.4K 712 13
                                        

Happy Reading
Stay Safe and Healthy

"Kita mau kemana, Mom? " Tanya Hyunjin yang sudah penasaran sejak tadi pagi. Sekarang sudah mulai Sore.

Pastinya yang namanya Hyunjin, kalau belum terjawab rasa penasarannya gak bakal tenang. Mulai dari bertanya ke Yeji, yang sudah pasti Yeji sendiripun tidak tahu, Chan yang tak menjawab, sampai tukang kebun didepan. Pilihan terakhirnya hanya Seungmin. Awalnya, ia kira Chan akan menjawabnya. Rupanya, sepertinya dia terlalu berharap.

"Mau kerumahnya Jeno. Emangnya kamu gak mau ikut? "

"Maulah! " Serunya. Kalau urusan sama Jeno aja, semangat banget. Iyalah, ketemu sama temennya.

Kali ini karena Chan bawa antek-anteknya, jadi dia yang nyetir hari ini. Seungmin duduk disebelah dia. Tadinya, Seungmin mau duduk dibelakang aja sama Hyunjin dan Yeji. Tapi, Seungmin juga kasian sama Chan. Entar jatohnya kayak supir dong dia. Yaudah, jadinya Hyunjin sama Yeji dibelakang.

Seperti biasa, sepanjang perjalanan kemanapun tujuannya akan selalu ditemani oleh ocehan Hyunjin yang tak akan pernah ada habisnya. Sepertinya, setiap harinya ia memiliki banyak cerita baru untuk diceritakan.

Nampak Yeji sudah cukup lelah mendengar ocehan Hyunjin. Hanya saja, ia tak ingin mengecewakan Hyunjin. Jadi, ia berusaha menjadi pendengar yang baik untuk Hyunjin. Walaupun cuma jawab 'iya', 'oh', atau terkadang merespon dengan beberapa kata.

Untungnya, Hyunjin mulai mengantuk dan menghentikan ucapannya saat sampai setengah jalan. Akhirnya, Yeji dapat bernapas lega dan ikut menyusul Hyunjin ke alam mimpi.

"Temen kamu mah sultan semua. " Celetuk Seungmin saat mereka mulai memasuki komplek perumahan mewah.

"Enggak, kok. Banyak dari mereka yang berjuang sendiri dari nol. " Bela Chan. Emang benar fakta ini. Bahkan dari mereka juga banyak yang membawa kesuksesan yang berlimpah pada perusahaan yang diturunkan. Bukan hanya semata-mata, menikmati semuanya. Namun, bukan berarti semuanya seperti itu.

"Kirain gitu lahir dari sendok emas atau perak gitu setidaknya. Soalnya kan keliatannya Sultan. "

Saat ini, mereka sudah sampai di kediaman Taeyong. Ya, sudah jelas bahwa keluarga mereka pasti berada.

"Ayo, turun. Anak-anak pules banget kayaknya. " Ucap Chan sembari melihat Hyunjin dan Yeji yang tertidur pulas melalui kaca spion.

"Aku bangunin mereka dulu, ya. " Tutur Seungmin lalu membuka pintu belakang dan membangunkan Hyunjin. Yeji mah gampang untuk dibangunin. Si kebo satu ini alias Hyunjin.

"Hyun, bangun yok. " Ucap Seungmin. "Gak mau ketemu Jeno apa? " sambungya. Sengaja biar cepet bangun.

Sontak Hyunjin langsung terbangun dan menanyakan Jeno, "Jeno mana? "

"Ya, ayo turun dulu dong. Kita masuk, baru ketemu sama Jeno. " Seungmin membantu Hyunjin untuk turun dari mobil dan merapikan sedikit pakaian Hyunjin yang terlihat sedikit kusut.

"Oi, Chan. " Sapa seseorang yang tidak Seungmin kenal sama sekali. "Masuk, yuk. " Ajaknya.

"Seungmin?!? " Pekik Taeyong saat melihat Seungmin yang datang bersama Chan.

"Oh iya, kenalin ini Seungmin. Ibunya Yeji. " Ucap Taeyong memperkenalkan Seungmin kepada semua orang.

"Hai. " Sapa Seungmin canggung. Yang untungnya, disambut baik oleh semua orang yang ada diruang tamu. Tidak banyak yang diundang memang. Ia hanya melihat teman dekat saja.

"Pokoknya lu harus ceritain kenapa lu bisa dateng sama Chan! "

"Eh, itu siapa dah. Cakep bener. " Ceplos Seungmin pas liat anak cowo lewat didepannya.

"Ganteng, kan? Usaha gua sama Jahe tuh. " Bangga dia langsung. Kalo di variety show mah, udah diedit bahunya ngangkat.

"Anak lu?!?! Serius?!? Ah, yang bener lu. "

"Bener, astaga. Gua panggilin nih. Mark. " Ucap Taeyong yang langsung dijawab sama Mark langsung. Mark ke tempat gibah Taeyong sama Seungmin.

"Kenapa, Mom? "

"Nih, kenalin temen Mommy. Seungmin namanya. " Eh beneran dong kenalan. Ganteng bat astaga.

"Kalo gitu, aku kesana dulu ya. Nikmatin pestanya, Kak. " Pamit Mark lalu undur diri.

"Dipanggil Kak, dong. Berasa muda. Eh, kan emang masih muda. " Monolog Seungmin. Udah meleleh dia sekarang mah. Chan? Bodo ah.

"Udah punya anak satu gak lu. Sok muda lu. " Ledek Taeyong.

"Oh iya, lu gak bisa alihin rasa penasaran gua buat tahu ada apa diantara Chan sama lu. Ceritain, sekarang! "

Berakhirlah, Seungmin nyeritain dari awal bagaimana dia ketemu sama Chan. Tapi yang tadi pas Seungmin bilang Mark ganteng, itu emang beneran. Fakta, no debat, valid.

Gak nyesel intinya Seungmin dateng kesini. Seger banget. Chan ganteng, kok. Cuma, sayang kalau banyak cogan didepan mata berjejer tidak diapresiasi ketampanan yang mereka miliki. Untung aja Chan lagi sibuk, kalau kagak si Seungmin udah di kekep kali gak boleh liat Mark lagi.

Kesimpulannya satu, Seungmin lagi cuci mata.

---

Flashback

"Chris, lu berasa gak sih? File perusahaan pada hilang-hilangan? " Tanya Lucas pas baru buka pintu ruangan Chan.

"Duduk dulu, Cas, baru ngomong. Emang iya? "

"Maklum sih, lu gak sadar mah. Kan Ryujin selalu berusaha dapetin yang baru buat lu. Tapi, lu udah mulai harus was-was, Chris. Makin lama, makin banyak yang hilang. Mulai yang gak begitu penting, sampai yang paling penting. Kayak report laba contohnya. " Oceh Lucas panjang lebar.

"Gua tau Cas, lu kesini gak mungkin kalo gak ada bukti. Ya, kan? " Tanya Chris. Ia sudah hapal sekali dengan Lucas. Ia bukan tipe orang yang main mengasumsi seenak jidatnya saja. Ia pasti akan mengumpulkan bukti seakurat mungkin, baru melapor ke Chris.

"Ada satu orang yang buat gua curiga. Maka dari itu, gua udah pasang CCTV tanpa sepengetahuan lu disini. "

"Anjing! " Umpat Chan. "Kenapa lu gak bilang dulu sama gua?!?? "

"Gak usah panik. Gak bakal gua kasih tahu kok ke Seungmin masalah lu sama Chaeryeong hampir make out disini. " Ujar Lucas santai. Tanpa beban.

"Sial. Dimana lu pasangnya? Biar gua tau posisinya, biar lu makin jelas dapet buktinya. "

Lucas menunjuk satu per satu kamera tersembunyi yang ia pasang di beberapa furnitur dan didalam kotak dan sebagainya. Untung saja, tidak melukai benda mahal milik Chan. Kalau iya, bisa habis Lucas sekarang juga.

"Tapi, gua masih harus buktiin lagi biar tambah jelas. Ditambah, net profit perusahaan juga semakin berkurang. Padahal kita gak rugi belakangan minggu ini. "

"Expense kali. " Duga Chan. Mencoba berpikir positif.

"Gua udah cek, Chris. Expense kan udah diusahain buat ditekan seminim mungkin sama lu. "

"Nanti kita bakal diskusi lagi soal ini dan keputusan yang bakal lu ambil nanti. Pastinya, setelah gua dapet bukti yang jelas. " Pamit Lucas lalu meninggalkan ruangan.

Flashback end.

To be Continue

brightwin fanmeet huhuuu. Udah ke unlock semua dongg.

Babysitter ° ChanMin °Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang