Warn : Kalau aneh, maafin aja ya huhuu
Cerita satu dekade lalu
Seoul, 20xx
Namanya juga berekspetasi, pasti ada realita atau kenyataan. Sama halnya dengan si bungsu keluarga Bang. Mungkin kedengarannya akan sedikit tidak meyakinkan bahwa ini juga keputusan Chan.
Di tengah perjalanan, Changbin mendadak meminta pada Chan untuk menikah dengan Felix tanpa alasan. Iya. Ini bukan salah Felix, loh. Baik Felix maupun Jisung diminta untuk memberi tahu kedua calon menantu keluarga Bang itu untuk menunggu sampai si kembar menyelesaikan studinya. Namun, apa boleh buat.
Karena dari awal, Chan tahu Felix agak tidak niat kuliah, makanya akhirnya ia mengambil keputusan untuk Changbin dan Felix menikah terlebih dahulu. Ya, siapa tahu nanti Felix jadi semangat kuliah begitu. Rupanya, sama saja. Setidaknya, Felix masih ingin meneruskan kuliahnya, maka Chan tidak apa-apa. Lagipula, dari awal Chan tidak mengharuskan kalau sang putra harus kuliah dahulu baru membangun keluarga.
Beda Changlix, beda juga Minsung. Kalau Changbin dan Felix memilih untuk menikah terlebih dahulu, lain dengan Minho dan Jisung. Lebih tepatnya, Jisung.
Minho ketika mendengar bahwa Changlix akan menikah, sontak membulatkan matanya dan ingin segera berlari menemui Chan untuk meminta restu menikah secepatnya. Tapi, apa daya. Walaupun kembar, sifat mereka juga pasti berbeda. Ya, Jisung tidak ingin menikah di tengah studinya.
Tadinya, Jisung ingin menyelesaikannya terlebih dahulu dan mencari pengalaman sebentar. Ekspetasinya boleh dikatakan berjalan setengah. Iya, bagian menyelesaikan studi saja. Mencari pengalaman? Enggak jadi dan berakhir langsung menikah sama Minho. Akhirnya, penantian Minho tidak sia-sia.
Hyunjin yang terlebih dahulu lulus, langsung diminta oleh Chan untuk belajar memegang kendali perusahaan sepenuhnya. Iya, sepenuhnya. Sebegitu percayanya Chan pada Hyunjin. Tapi tidak langsung kok. Pada lima tahun pertama, Hyunjin hanya memegang setengah. Baru setelah itu Chan pensiun dan menyerahkan seluruhnya.
Jika berbicara tentang Hyunjin, tidak afdol rasanya jika tidak membahas sosok yang dikasihinya. Siapa lagi kalau bukan Jeongin. Calon menantu kesayangan Seungmin. Mereka memang hanya berjarak dua tahun, namun itu mampu membuat keduanya sama-sama hilang kontak terhadap satu sama lain.
Selepas Hyunjin lulus dari sekolah menengah atas dan sibuknya dunia perkuliahan, jalinan yang terhubung diantara mereka juga semakin merenggang. Memang belum ada kejelasan mengenai hubungan mereka sampai terakhir. Entah keberanian darimana membawa Jeongin untuk menemui keluarganya saat itu.
Waktu yang bentrok menjadi pemicunya. Hyunjin yang sibuk dengan tugas-tugas, juga Jeongin yang akan bersiap untuk ulangan kelulusan. Mau tidak mau, Hyunjin hanya mendapat kabar dari adik kembarnya. Itupun, tidak selalu ada alias seadanya.
Setaunya, Jeongin sudah melanjutkan studinya ke luar negeri dan tidak jelas dimana. Kurang lebih, begitulah yang ia dapatkan dari Jisung.
Tahun-tahun pun berganti, kabar Jeongin tidak terdengar lagi di telinga Hyunjin. Bahkan sampai ia telah memegang seluruh kendali perusahaan Bang Company. Bagaimanapun juga, dirinya akan fokus pada perusahaan terlebih dahulu, urusan percintaan dipikirkan nanti saja.
Hyunjin hanya ingin dipertemukan kembali dengan Jeongin dan memulai semuanya dari awal.
Benar saja. Impiannya tersebut terwujud. Seorang Bang Hyunjin akhirnya dipertemukan kembali dengan pujaan hatinya yang selalu menetap disana. Keduanya bertemu secara tidak sengaja pada sebuah wawancara. Lebih tepatnya, wawancara pekerjaan. Iya, Jeongin kembali ke Korea untuk bekerja dengan beberapa tahun pengalaman yang ia dapatkan di luar negeri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Babysitter ° ChanMin °
FanfictionChanMin area 1 in #스트레이키즈 (2020/05/01) (2020/06/29) Start : 2020/04/28
