Happy Reading
Stay Safe and Healthyyy
❤❤❤
Jujur, Chan gak mau ngelakuin ini sama sekali. Bahkan jika dunia berakhir saja, ia tak akan melakukannya. Namun, apadaya dirinya harus melakukan hal ini karena Lucas dan segala ide cemerlang miliknya.
"Chris, ayo kita makan siang hari ini. " Ajak Chaeryeong yang muncul kembali ke permukaan setelah menghilang kemarin. Saat ini, ia tengah duduk di sofa sembari memperhatikan kuku-kukunya yang baru saja mendapatkan perawatan kemarin.
Chan menghembuskan napas. Ia tak boleh terlalu kentara. Anggap saja dirinya sudah terkena hipnotis oleh Chaeryoung. "Baiklah. " Jawab Chan dengan nada datarnya. Tidak berlebihan segala macamnya.
Chaeryeong yang sudah terbiasa menerima penolakkan dari Chan, terkejut hingga mendekati Chan. Menatap Chan lekat.
"Kau serius? " Tanya Chaeryeong memastikan. Karena selama ini, buru-buru makan siang bersama. Dianggap ada saja terkadang tidak.
"Mau atau tidak? Aku sibuk. " Ucap Chan. Ia tetap harus seperti biasa. Jangan samapi rencananya dengan Lucas tercium oleh Chaeryeong.
"Mimpi apa aku semalam? " Monolog Chaeryeong. "Okay. Kalau begitu, aku akan ke toilet terlebih dahulu. " Serunya.
Sepeninggal Chaeryeong, Chan menatap ke segala arah dan menemukan ponsel milik Chaeryeong yang tertinggal dimeja sofa. Tanpa membuang waktu, Chan segera memasangkan sebuah alat peretas dibagian belakang ponsel.
Untung saja, Chaeryeong memakai casing yang bewarna dan memiliki banyak hiasan. Jadi, tidak terlalu kentara. Lagipula, alat peretas itu sengaja Chan custom. Menjadi lebih tipis daripada alat peretas biasanya. (jujur, aku gak tahu ada apa enggak. Tapi, yaudah lah. Demi kelangsungan cerita. anggep aja ada. Mohon pengertiannya.)
Setelah menaruh dan memberi signal pada Lucas bahwa alat tersebut sudah terpasang, ia segera menaruh kembali ponsel Chaeryeong ditempatnya. Chan kembali pada posisinya duduk dan sibuk mengerjakan dokumen. Hanya formalitas saja.
"Ayo, Chris. " Ujar Chaeryeong setelah ia kembali dan Chan segera mengikutinya.
Ryujin yang berada di luar ruangan, tentu tak mengetahui apa yang telah terjadi didalam. Dirinya sungguh terkejut ketika Chan keluar mengekori Chaeryeong. Jika itu Seungmin, Ryujin akan maklum. Ini Chaeryoung. Sosok yang bahkan tak ingin Chan gubris sedikitpun. Kena angin apa Chan? Apa ia sudah terkena guna-guna?
Chan dan Chaeryeong memutuskan untuk makan siang disebuah Restoran yang cukup dikenal oleh para kalangan kelas atas. Makan siang hari itu, tak banyak yang dibicarakan. Kebanyakkan, hanya sekedar basa-basi. Chaeryeong tak banyak bertanya kenapa Chan ingin bersamanya hari ini. Ia hanya menikmatinya saja.
Chaeryeong adalah anak yang polos. Chan sadari itu. Tapi kira-kira apa yang membuat Chaeryeong melakukan semua rencana jahatnya? Atas dasar apa? Tak masuk akal saja.
"Eum, Chris. Bolehkah ku bertemu dengan Hyunjin? " Tanyanya ragu. Karena Chaeryeong tahu selama ini ia dilarang untuk menemui Hyunjin. Bukan dilarang, lebih tepatnya dibatasi dan sangat ketat.
"Tentu saja. "
Chaeryeong sampai terperangah ketika mendengar jawaban Chan. Padahal tadi dirinya sudah bersiap untuk menerima penolakkan kembali dari Chan. Ia hanya ingin memastikan. Apa hanya bisa terjadi sekali saja atau bagaimana? Rupanya bisa.
---
Chan tidak menghubungi Seungmin sama sekali tentang kepulangannya yang lebih awal. Lebih lagi, bersama Chaeryeong. Juga tentang Hyunjin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Babysitter ° ChanMin °
FanfictionChanMin area 1 in #스트레이키즈 (2020/05/01) (2020/06/29) Start : 2020/04/28
