"Ehm.. Ndo, gapapa kan gue bareng Vano?"
Pertanyaan Kyla berhasil membuat Nando mendongakan kepalanya menghadap Kyla, karena memang sedari tadi Nando hanya fokus memakan makananya. Ia merasa malas mengeluarkan suaranya.
"Ya kalo lo mau pulang bareng Vano yaudah, kenapa lo harus nanya gue?" Jawab Nando, Nando merasa jawabannya tadi biasa saja tapi tidak untuk Kyla,Nadya dan Ajil. Mereka bingung kenapa Nando menjawab pertanyaan Kyla seakan akan ia sangat kesal karena Kyla akan pulang bersama orang lain.
"Iya.." Ucap Kyla pelan, sangat pelan.
Sepulang sekolah, Kyla dan Vano langsung menuju parkiran untuk pulang bersama.
"No, lo bilang lo mau ngajak gue kesuatu tempat, emang kemana?" Tanya Kyla.
"Gue mau ngajak lo ketempat yang indahhhhh" Jawab Vano memanjangkan nadanya dan hampir ingin menabrakan wajahnya dengan wajah Kyla. Ia hanya iseng.
"Ih apaan sih lo, yaudah deh buruan jalan. Eh tapi lo jangan ngajak gue ngobrol atau nanya nanya ke gue ya ntar di motor soalnya suara lo ga kedengaran, kalah sama angin." Ujar Kyla, memang benar. Bukan Kyla tidak ingin berbicara pada Vano tapi memang suara angin dan kendaraan yang berlalu lalang di jalanan menyebabkan suara Vano tidak terdengar oleh Kyla.
"Yaudah iya gue ga ngajak lo ngobrol ataupun nanya nanya ke lo." Jawab Vano santai dan menyerahkan helm kepada Kyla.
Tak butuh waktu lama, akhirnya merekapun langsung pergi dari sekolah dan menuju ke tempat yang ingin Vano kunjungi bersama Kyla.
Beberapa menit, akhirnya mereka sampai ke suatu tempat. Sebuah lahan yang bisa dibilang luas dengan ditumbuhi banyak rumpur rumput liar dan sepi.
Kyla tidak tau apa alasan Vano mengajak ia kesini, tempat yang katanya indah tapi ... biasa saja.
"No, katanya lo mau ngajak gue ketempat yang indah tapi ini? Biasa banget." Ujar Kyla pada Vano.
Vano menghembuskan nafasnya, heran pada Kyla yang belum apa apa sudah protes padanya. "Kita belum sampe kali Kyl, jalan dikit aja dari sini baru nyampe. Yuk" ajak Vano pada Kyla yang menunjukkan tampang protesnya.
Kyla hanya terdiam dan mengikuti Vano dari belakang, sebenarnya ia sedikit kepo apakah yang akan ditunjukan oleh Vano benar indah?
Setelah beberapa menit mereka berjalan, Kyla dikejutkan oleh apa yang diliatnya sekarang. Sebuah lahan yang ditumbuhi oleh banyak sekali bunga matahari yang bisa dibilang tinggi untuk ukuran bunga matahari.
"Ya ampun bagus banget" kalimat pertama yang Kyla lontarkan setelah melihat kebun bunga matahari tersebut.
"Gue ga bohong kan?"
"Iya enggak, gue akuin ini beneran indah"
Setelah Kyla puas melihat kebun bunga matahari yang ada di hadapannya, ia bertanya pada Vano sembari duduk di rumput liar yang tumbuh di tanah lahan tersebut. "No, tapi kenapa ya dari tadi gue liat gak ada orang disini kecuali kita berdua, padahal tempatnya tuh sebagus ini" tanya Kyla.
"Mau tau banget lo?" Tanya Vano dan dibalas anggukan oleh Kyla.
"Sebenarnya tempat ini punya nyokap gue" jawab Vano enteng.
"Hah?! Serius lo?" Tanya Kyla tak percaya.
"Iya serius gue, dulu waktu bokap sama nyokap gue masih baru baru nikah bokap gue beli lahan ini dan dia suruh orang buat bikin kebun bunga matahari kaya gini. Bokap gue pengen ngasih hadiah kebun ini ke nyokap gue, karena bokap gue tau my mother really likes sunflowers, so my father made this garden to be my mother's birthday gift" Jawab Vano beri penjelasan pada Kyla sembari tersenyum haru.
"Woah.. bokap lo romantis banget ya"
"Iya, dan lo tau? Lo adalah orang pertama yang bukan anggota keluarga inti gue yang gue ajak kesini. Belum ada yang tau tempat ini selain gue, keluarga gue, dan lo. Jadi gue pengen lo janji ya jangan kasih tau orang orang tentang tempat ini" ucap Vano pada Kyla dan tentunya membuat Kyla merasa bingung, kenapa hanya ia yang diajak oleh Vano ketempat ini. "Tapi No, why? Why is it only me that you take to such a nice place? " Tanya Kyla dan membuat Vano sedikit bingung apa yang akan ia jawab pada Kyla. "Udah gausah lo pikirin, lo gamau foto foto?"
"Boleh?"
"Boleh, tapi jangan di posting"
Saat Kyla sedang mengabadikan pemandangan yang ada di depannya, Vano memilih rebahan di tanah yang ditumbuhi oleh rumput rumput liar.
"Lo seneng ga gue ajak kesini?"
"Seneng sih, tapi BUKAN karena kesininya sama lo ya tapi karena tempatnya bagus banget"
"Hahahhha iya iya tau gue"
Setelah puas menghabiskan waktu di kebun bunga matahari milik ayah Vano, merekapun memutuskan untuk pulang dan Vano mengantarkan Kyla ke rumahnya.
Sesampainya mereka berdua di rumah Kyla, Kyla melihat Nadya sedang memainkan handphonenya di ruang tamu rumah Kyla. "Itu kayanya ada Nadya ya?" Tanya Vano.
"Iya itu Nadya, lo kok malah diem? Gak ada niatan mau pulang?"
"Ya ampun ngeselin banget sumpah. Iya deh gue pulang, oh iya Kyl kalo ntar malem gue telfon lo, lo angkat ya" ucap Vano sambil memamerkan deretan giginya.
"Emang lo punya nomor gue?"
"Ada lah, gue minta sama Nadya waktu itu"
"Ya.. doain aja gue mau ya angkat telfon lo nanti malem"
"Sombong lo, kek artis aja" jawab Vano dan tanpa membuat mereka tertawa bersama. Tanpa mereka sadari Nadya sedari tadi sudah memperhatikan dua orang yang ada di halaman rumah sahabatnya itu. "Ehemm.. woi masih lama?" Tanya Nadya sembari menampakan senyum rayunya kepada sahabatnya itu.
"Udah sana pulang" usir Kyla pada Vano salah tingkah.
"Iya iya gue pulang. NAD, GUE BALIK YA" teriak Vano untuk pamit kepada Nadya dan dibalas anggukan serta senyum dari Nadya.
"Darimana sih lama banget? Kencan yaa?" Tanya Nadya usil.
"Ihh mana ada kencan, sok tau loo"
"Ahahahha oke oke sorry, ehm Kyl gue kesini ada tujuannya tau" ujar Nadya. "Kenapa Nad?" Tanya Kyla.
"Father and mother, I want to go to Semarang for three days, I'll be alone... Jadi gue mau minta lo buat minep di rumah gue. 3 hari ajaaaa" pinta Nadya dengan menunjukan muka melasnya kepada Kyla agar Kyla mau menemaninya dengan minep dirumahnya.
"Males ah gue, lo udah nuduh nuduh gue kalo gue kencan sama Vano" jawab Kyla datar seolah olah ia merajuk pada Nadya. "Ihhh sok sokan ngambek segala lo Kyl" ucap Nadya kesal.
"Hahhaha iya.. kaya sama siapa aja sih lo"
"Thank you Kylaaa sayangggg" ujar Nadya sembari memeluk sahabatnya ini dengan kencang. "Ih ih ih, iya iya ah lo lepasin kali" ucap Kyla yang sedang hampir kehabisan nafas karena Nadya memeluknya dengan sangat sangat kencang.
·D·
Malamnya Nadya langsung menjemput Kyla kerumahnya yang terbilang tidak jauh dari rumah Nadya. Setelah Kyla berpamitan dengan eyang dan papanya ia dan Nadya pun langsung berjalan menuju rumah Kyla. Mereka tidak menggunakan kendaraan apapun, mereka hanya berjalan menggunakan kaki mereka karena jarak rumah mereka yang tidak terlalu jauh. Memang rumah Nando,Kyla,Nadya dan Ajil bisa dibilang tidak terlalu jauh satu sama lain.
Drtt drttt
Saat perjalanan menuju rumah Nadya, notifikasi pesan masuk di handphone milik Kyla.
-nomor tidak dikenal-
Gue mau telfon lo beberapa jam lagi, lo jangan lupa angkat.
"Ahahha, dih apaan sih ni anak"
"Kenapa lo Kyl? Chat dari siapa tuh?" Tanya Nadya penasaran dan ingin mencoba melihat siapa yang mengirim pesan kepada sahabatnya itu.
"Ihh gausah kepo loooo"
~
Haii semuanya.. gimana buat ceritanya di chapter ini 😭
-
Jangan lupa untuk vote dan komen yaa
-
Thank you❤️
KAMU SEDANG MEMBACA
DREAM'S [COMPLETE]
Fiksi PenggemarKisah empat orang yang bersahabat dari kecil hingga mereka beranjak dewasa. Namun, apa jadinya jika diantara salah satu dari mereka ada yang menaruh rasa pada sahabatnya sendiri? - "Gimana ya rasanya kalo kita pacaran?" "Hah? Ga waras lo ya? Kita ka...
![DREAM'S [COMPLETE]](https://img.wattpad.com/cover/227184838-64-k727886.jpg)