Ambulans yang membawa Nando telah sampai di rumah sakit. Nando dengan cepat diturunkan dari dalam ambulans oleh petugas.
Nando dibawa ke dalam rumah sakit dengan cepat oleh para suster yang bekerja di rumah sakit tersebut. Nadya terus di samping Nando, menggenggam erat tangan Nando dan selalu berkata, "Ndo, lo kuat" dengan berkali-kali.
Sudah akan sampai di ruang ICU, tanpa Nadya sadari tangan Nando mulai terlepas dari genggaman nya. Nando dibawa masuk ke dalam ruang ICU, dan Nadya tidak di diperbolehkan masuk padahal ia ingin sekali masuk untuk menguatkan Nando.
Ajil datang sembari berlari ke arah Nadya yang sudah terlihat sangat kacau.
"Gimana Nando?" Tanya Ajil masih dengan nafas yang tersenggal-senggal.
"Lagi ditanganin, lo mending cari Kyla. Kyla harus tau soal ini" ucap Nadya dan disetujui oleh Ajil. Ajil langsung kembali pergi dari rumah sakit untuk mencari Kyla.
Nadya benar-benar tidak tenang, pikirannya sudah berkelana kemana-mana sekarang. Nadya sudah tidak bisa berfikiran positif, dari tadi yang Nadya lakukan hanyalah berdoa sambil bolak-balik di depan pintu ruang ICU. Sampai akhirnya, Nadya memilih duduk di kursi rumah sakit yang ada di dekat ruangan ICU tersebut.
Nadya tak pernah putus doa, meminta keselamatan untuk Nando. Air mata Nadya terus mengalir, wajahnya sudah berantakan.
Sampai akhirnya dokter yang sudah ditunggu-tunggu akhirnya keluar juga dari ruang ICU tersebut, "dok, gimana temen saya?" Tanya Nadya sembari langsung berdiri dari duduknya.
Dokter tersebut diam sejenak, "saya mohon maaf, teman anda tidak bisa diselamatkan."
Deg! Dunia Nadya runtuh seketika, orang yang selalu ada di balik perjuangannya untuk melupakan mantan kekasih nya selama ini sudah pergi meninggalkan nya untuk selamanya.
Tanpa pikir panjang, Nadya dengan cepat masuk ke dalam ruang ICU tersebut, dan berhenti saat melihat suster yang ada di dalam ingin menutup wajah Nando dengan selimut.
Nadya menggelegkan kepalanya dan langsung berlari mencegah para suster untuk menutup wajah Nando.
"Tunggu sus! Saya mau lihat wajah sahabat saya dulu" ucap Nadya dengan tangisannya yang tersedu dan memeluk tubuh Nando erat.
"Nando lo kenapa sih?! Lo kenapa coba ninggalin gue, Kyla sama Ajil hah?!"
"Lo itu kuat Ndo, gue tau lo kuat tapi kenapa lo malah pergi sih Ndo?!"
"Tega lo, kita semua gak mau kehilangan elo, Nando!" Seru Nadya masih tak terima dengan kepergian sahabatnya itu.
Nadya memeluk tubuh Nando sembari menangis deras. Dia mengguncang-guncang tubuh Nando seakan Nando akan bangun bila ia guncang-guncang seperti itu.
Saat Nadya masih memeluk Nando sembari menangis. Kyla muncul di pintu ruang ICU dengan muka merah sudah menangis.
Kyla berhenti di ambang pintu, melihat Nando yang sudah terbaring tak berdaya di atas ranjang rumah sakit.
"Nando!" Seru Kyla dan langsung berlari menuju Nando, membuat Nadya melepas pelukannya pada Nando, membiarkan Kyla melakukan apa yang ingin ia lakukan.
Kyla memeluk tubuh Nando dari samping, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Nando. "Ndo, maafin gue Ndo. Gue banyak salah sama lo" ucap Kyla.
Disitu, Ajil hanya bisa diam melihat dengan air matanya yang terus mengalir. Sahabat nya dari ia masih di dalam kandungan kini telah pergi meninggalkannya.
"Ndo, bangun ya?" Ucap Kyla sembari memegang satu pipi Nando.
Seketika memori kenangan mereka terputar lagi di ingatan. Disaat mereka bermain sewaktu kecil. Disaat SMP, Nando disukai oleh seorang perempuan namun Nando tak menyukainya lalu Nadya pura-pura menjadi pacar Nando. Dan kenangan-kenangan lainnya yang sangat indah, namun sedih untuk diingat.
KAMU SEDANG MEMBACA
DREAM'S [COMPLETE]
Hayran KurguKisah empat orang yang bersahabat dari kecil hingga mereka beranjak dewasa. Namun, apa jadinya jika diantara salah satu dari mereka ada yang menaruh rasa pada sahabatnya sendiri? - "Gimana ya rasanya kalo kita pacaran?" "Hah? Ga waras lo ya? Kita ka...
![DREAM'S [COMPLETE]](https://img.wattpad.com/cover/227184838-64-k727886.jpg)