Nadya berjalan dengan handphone di sakunya. Ia sedang berjalan di koridor SMA Garuda. Sapaan demi sapaan banyak terlontarkan dari adik-adik kelasnya. Kelas XI IPS 2 adalah tujuan Nadya.
Sesampainya Nadya di pintu kelas IX IPS 2, ia tidak melihat semua penghuni kelas ini berada di dalam kelas. Mungkin karena ini juga sedang jam istirahat. Nadya hanya melihat empat siswi perempuan yang sedang sibuk bermain handphone, dua orang siswa laki laki yang sedang duduk di pojok depan kelas bagian kanan yang sepertinya tengah memainkan game lewat handphonenya dan sahabatnya, Nando yang tengah duduk seorang diri dibangkunya sambil memainkan pensil yang ada di tangannya.
"Woi Ndo!" Sapa Nadya yang mengagetkan Nando yang sedang melamun. "Ngapain sih ngelamun? Mikirin apa?" Tanya Nadya.
"Gak, gak mikirin apa apa."
Nadya melihat ke bangku yang ada di depan Nando. "Ajil mana Ndo?"
"Ngumpul sama tim basketnya." Jawab Nando. Nando menoleh ke arah Nadya yang sedang mangut-mangut. "Kenapa Nad? Lo tumben gak sama Kyla." Lanjutnya.
"Kyla lagi dipanggil sama Bu Alfiah, jadi gue kesini deh karena bete. Gue kira ada Ajil juga, taunya cuma ada lo." Jelas Nadya.
Nando hanya mengangguk sebagai jawaban. "Eh eh Ndo, lo udah tau belum?" Ucap Nadya sembari duduk dibangku depan Nando. Bangku Ajil.
"Apa?"
"Lo lagi kenapa sih? Jawabnya singkat banget ke gue."
"Iya iya maaf, apaaaaaaa Nadyaaaaa?"
Nadya terkekeh. "Tentang Kyla suka sama seseorang Ndo."
Nando memandang Nadya lama. Membuat Nadya mengernyitkan keningnya. "Lo kan lagi bete, temenin gue ke taman ajalah yuk." Ajak Nando sembari berdiri dari tempat duduknya.
·D·
Kyla yang keluar dari ruang guru terkejut karena melihat kehadiran Vano yang sedang bersender di tembok. Vano yang bersender sambil memejamkan matanya itu pun tak sadar bahwa seseorang yang ia tunggu telah keluar dari ruang guru tersebut. Membuat Kyla mencolok-colokan jari telunjuknya ke pipi kanan Vano.
Vano yang kaget pun langsung menoleh dan mendapati Kyla yang sedang terkekeh pelan. "Kyla.. jahil banget." Ucap Vano sembari mengacak pelan rambut Kyla.
"Ihh Vano, ini ruang guru lho. Udah yuk pergi." Ujar Kyla menarik lengan Vano, sedangkan Vano hanya terkekeh melihat tingkah Kyla.
Kyla yang berjalan sambil sibuk bercerita kepada Vano itu, diam-diam telah dilihat oleh Nando dan Nadya dari taman sekolah.
Nadya melihat raut muka Nando. Sendu. Sendu melihat ke arah Kyla dan Vano yang sedang mengobrol dan kadang tertawa sambil berjalan menuju kantin.
"Ndo." Panggil Nadya, dan membuat yang mempunyai nama langsung menoleh. "Gue.. gue.." Ucap Nadya terbata.
"Gue apa Nad?"
"Gue.. gue perhatiin selama ini lo setiap ngeliat Kyla bareng-bareng sama Vano, muka lo jadi datar. Dulu, sebelum ada Vano. Lo gak kaya gini Ndo." Tutur Nadya pelan. "Lo kenapa?" Lanjutnya.
Hening.
"Kalo gue suka sama Kyla salah gak Nad?"
·D·
Di bangku yang ada di parkiran sekolah, terlihat Nando dan Nadya yang sedang duduk menunggu Kyla dan Ajil datang. Kyla tiba-tiba saja kebelet buang air dan harus pergi ke toilet, awalnya Nadya menawarkan diri untuk menemani Kyla tapi Kyla menolak karena tidak enak pada Nadya. Sebab teringat bahwa Nadya selama pelajaran terakhir tadi selalu menggurutu akibat ia tak bisa memahami pelajaran tersebut. Sedangkan Ajil, ia tadi dipanggil oleh Pak Santoso --satpam sekolah-- untuk membantunya karena sebelum ada Nando, Nadya memang bersama Ajil.
KAMU SEDANG MEMBACA
DREAM'S [COMPLETE]
FanficKisah empat orang yang bersahabat dari kecil hingga mereka beranjak dewasa. Namun, apa jadinya jika diantara salah satu dari mereka ada yang menaruh rasa pada sahabatnya sendiri? - "Gimana ya rasanya kalo kita pacaran?" "Hah? Ga waras lo ya? Kita ka...
![DREAM'S [COMPLETE]](https://img.wattpad.com/cover/227184838-64-k727886.jpg)