Pagi ini bisa dibilang sangat cerah. Terlihat Nadya yang sedang berjalan layaknya seorang anak kecil menghampiri Ajil yang terlihat sedang tertidur di atas bangku panjang di pinggir lapangan basket. Ajil menutup matanya dengan lengan kanannya dan dia juga terlihat memakai headphone di kedua telinganya.
Nadya sampai tepat di samping Ajil, Nadya cukup lama menatap Ajil yang gaya tidur nya, yah bisa lah dibilang cool. "Ini orang kalau diliat-liat ada juga gantengnya, tapi lebih dominan jeleknya sih" ucap Nadya.
Tanpa Nadya sadari, Ajil mendengar apa yang Nadya ucapkan. Ajil sedikit bergerak lalu bicara, "ngeles aja lo, ngaku aja lo, emang ganteng kan gue?" Jawab Ajil.
"Dih, denger lo ya!" Seru Nadya lalu memukul lengan Ajil.
Ajil menjauhi lengannya dari matanya, sedikit terkekeh lalu mengubah posisinya menjadi duduk. "Dah ah, lagi males berantem gue. Duduk Nad," ajak Ajil.
Nadya duduk di samping Ajil, "gue bingung deh Jil sama Nando" Ajil menoleh saat mendengar penuturan dari Nadya, "aneh begimana?" Tanya Ajil.
"Ya aneh. Kenapa dia gak cari cewek lain aja, kan banyak. Daripada dia makan hati terus suka sama Kyla, ya gak?" Ujar Nadya.
"Lo kira mudah ngelupain orang yang kita suka?"
"Ya seenggaknya berusaha, gue tau kok kalau susah. Tau banget malah" jawab Nadya.
"Huu, dah ah. Main basket sama gue yok?" Tawar Ajil.
"Boleh. Tapi lo ajarin gue ya?"
"Iya, tenang"
·D·
"Maaf, gue mau nanya"
"Iya, nanya aja"
"Lo tau Nadya gak? Yang suka main sama Ajil, Nando, Kyla"
"Ohh iya-iya tau. Kenapa?"
"Gue mau minta tolong dong, panggilin dia buat ke sini. Bilang, ada yang nyariin lo gitu"
"Nama lo siapa btw?"
"Gerald."
Salah satu siswi di sekolah itupun menganguk lalu pergi dari hadapan Gerald. Gerald bisa dibilang sangat tampan, tak sedikit perempuan yang lewat di hadapannya tersipu-sipu sendiri, bahkan ada juga yang centil memberi kedipan mata pada Gerald, membuat Gerald bergidik ngeri.
Cukup lama Gerald menunggu, akhirnya Nadya pun datang dengan menepuk pelan bahu Gerald. Gerald berbalik dan tersenyum pada Nadya.
"Lama ya nunggu gue?" Tanya Nadya.
"Lumayan, tapi gak papa"
"Duduk situ deh Ger" ajak Nadya duduk disebuah bangku dekat parkiran sekolahnya.
"Kok lo dibolehin masuk?" Tanya Nadya.
"Bisa lah, kenapa gak bisa" jawab Gerald. Nadya diam mendengar jawaban dari Gerald, tiba-tiba saja memori lamanya Gerald terputar kembali di ingatannya.
"Nad? Hey," panggil Gerald.
"Hah? Sorry, gue ngelamun ya" ucap Nadya.
"Kenapa? Lo ada masalah?" Tanya Gerald.
"Gak sih, gak ada masalah kok" jawab Nadya.
Gerald menganguk, lalu dapat dilihat Gerald seperti mengeluarkan sesuatu dari kantung hoodienya.
"Gue tadi abis dari supermarket, dan gue putusin buat beliin lo ini. Gue masih inget, lo suka banget kan sama coklat ini" ujar Gerald. Terlihat coklat dengan kemasan berwarna ungu itu diberikan kepada Nadya. Nadya ragu, apakah ia akan menerimanya atau tidak.
KAMU SEDANG MEMBACA
DREAM'S [COMPLETE]
ФанфикшнKisah empat orang yang bersahabat dari kecil hingga mereka beranjak dewasa. Namun, apa jadinya jika diantara salah satu dari mereka ada yang menaruh rasa pada sahabatnya sendiri? - "Gimana ya rasanya kalo kita pacaran?" "Hah? Ga waras lo ya? Kita ka...
![DREAM'S [COMPLETE]](https://img.wattpad.com/cover/227184838-64-k727886.jpg)