"Ndo, gue mau ngasih tau soal--"
Ucapan Nadya terputus saat Nando tiba-tiba mengabarkan hal yang cukup mengejutkan.
"Bentar Nad, gue mau ngasih tau nih. Gue diundang ke cafe buat nyanyi di acara ulang tahun cafe itu tau" tutur Nando.
"Ah serius lho, dimana Ndo?" Tanya Nadya.
"Iya serius. Di cafe tempat gue nyanyi kemaren, inget kan?"
"Kapan Ndo?" Tanya Nadya antusias.
"Ntar malem. Lo, Ajil, sama Kyla jangan lupa dateng ya. Jangan sampe enggak" suruh Nando.
"Ya pasti, pasti dateng"
·D·
Sekarang, Kyla sedang berada di dalam mobil Vano. Sungguh, bila kalian ingin tahu, Kyla sekarang sedang sangat gugup. Dia terus saja mengetuk-ngetukan kelima jari kanannya di atas pahanya.
"Cie gugup" celetuk Vano dari samping.
"Apaan sih, gak juga" jawab Kyla.
"Heleh. Tenang aja sayang, mama gak galak kok" ucap Vano menenangkan, lalu Kyla mengangguk.
Setelah beberapa menit perjalanan ke rumah Vano, akhirnya mereka pun sampai. Vano membukakan pintu mobil untuk Kyla lalu berjalan masuk ke dalam rumah berbaregan dengan Kyla. Demi apapun, Kyla saat ini benar-benar sangat gugup padahal ini bukan pertama kalinya dia bertemu dengan Mama Vano, Ayana.
Mereka masuk ke dalam rumah, "maaa" panggil Vano.
"Iya-iya" jawab Ayana. Ayana terlihat sedang berjalan menuruni anak tangga sambil tersenyum manis ke arah Kyla.
"Eh, Kyla. Apa kabar, Kyl?" Tanya Ayana.
"Alhamdulillah, baik tante" jawab Kyla.
Ayana mengajak Kyla duduk di sofa yang disediakan di ruang tamu disana, dia duduk di sofa panjang, bersebelahan dengan Ayana. Sedangkan Vano, dia masih berdiri sambil memainkan ponselnya.
"Tambah cantik ya sekarang" celetuk Ayana membuat Kyla tersenyum malu mendengarnya.
"Hehe, biasa aja kok tante" jawab Kyla merendah.
"Kabar papa kamu gimana?"
"Alhamdulillah, papa baik juga kok tan" jawab Kyla.
Ayana tersenyum, lalu memegang punggung tangan Kyla, "maaf ya. Kemarin waktu eyang pergi, tante, om, sama Vano gak ada disana" ucap Ayana.
"Padahal, kamu pasti butuh banget Vano kan kemarin" tambah Ayana.
Kyla hanya tersenyum tipis, lalu mengangguk. "Gak papa tante, Kyla ngerti kok. Kan tante, om, sama Vano juga lagi gak di Jakarta, hape Vano juga kan ketinggalan" ujar Kyla.
Ayana tersenyum sembari menganguk, "makasih ya, tante yakin kamu ini anak baik" ujar Ayana lalu memeluk Kyla.
Kyla terkejut. Tapi ada rasa bahagia seketika, Kyla merasa seperti dipeluk oleh seorang ibu yang sangat sayang pada anaknya. Sudah lama sekali, Kyla tak pernah merasakan hangatnya dipeluk oleh seorang ibu, sampai-sampai hari ini dia merasakannya kembali.
Ayana melepaskan pelukannya terhadap Kyla, mau tak mau Ayana melihat wajah Kyla yang terlihat sedih.
"Kenapa, Kyla?" Tanya Ayana khawatir.
Kyla terdiam sejenak, "Kyla kangen mama, tante" ucap Kyla.
Mendengar itu membuat Ayana kembali tergerak untuk memeluk gadis yang ada di sampingnya ini. Ayana mengusap-usap rambut Kyla membuat Kyla mengeratkan pelukannya terhadap Ayana.
KAMU SEDANG MEMBACA
DREAM'S [COMPLETE]
FanfictionKisah empat orang yang bersahabat dari kecil hingga mereka beranjak dewasa. Namun, apa jadinya jika diantara salah satu dari mereka ada yang menaruh rasa pada sahabatnya sendiri? - "Gimana ya rasanya kalo kita pacaran?" "Hah? Ga waras lo ya? Kita ka...
![DREAM'S [COMPLETE]](https://img.wattpad.com/cover/227184838-64-k727886.jpg)