Chapter 29

39 5 24
                                        

Boleh langsung play aja ya lagu di mulmed.

***

Sudah tiga hari berlalu, Kyla perlahan-lahan mulai mengikhlaskan kepergian eyangnya. Malam ini, sekitar pukul 18:20 terlihat Kyla yang sedang duduk di tangga teras rumahnya. Ia masih sedih, terlebih lagi dia baru saja melaksanakan sholat magribnya dan mendoakan eyang.

Nando melihat Kyla yang menunduk sembari melihat ke arah kakinya. Vano sampai sekarang belum ada kabar, padahal ini sudah hari ketiga setelah sepeninggalan eyang. Nando tak tahu apa yang membuat Vano melakukan itu, entah sengaja atau tidak Nando benar-benar tak habis pikir.

Nando mendekat ke arah Kyla, lalu duduk di sebelahnya. Kyla tak sadar bila Nando datang, sepertinya ia melamun.

"Kenapa Kyl kakinya? Kok diliatin mulu," celetuk Nando membuat lamunan Kyla buyar.

"Hah, Nando? Lo, lo sejak kapan disini?" Tanya Kyla.

"Barusan," jawab Nando sekenannya.

"Vano belum ada kabar, Ndo."

Tangan Nando tergerak untuk menggenggam tangan Kyla, "positif thingking dulu ya," ujar Nando.

Kyla mengangguk, "makasih ya Ndo," ucap Kyla membuat Nando ikut tersenyum.

"Oh iya, lo kan udah agak jarang kesini. Gue panggilin eyang ya--" ucapan Kyla terhenti, sepertinya dia lupa kalau eyang nya itu telah meninggalkannya, sepertinya dia belum sepenuhnya ikhlas.

"Sorry," ucap Kyla lalu memejamkan matanya.

Nando menghembuskan nafasnya, melihat ke arah halaman Kyla yang lumayan luas. Hujan sudah agak deras, sedari tadi memang hujan namun hanya rintik-rintik saja.

Nando mengambil tangan Kyla lalu menarik nya ke bawah hujan yang turun ke bumi. Kyla sedikit tersentak. Sejenak mereka berhenti dulu, saling bertatapan. Menyalurkan apa yang mereka rasakan saat ini.

"Hidup berjalan Kyl, lo harus berlari. Lo gak boleh stuck di posisi kaya gini terus, lo harus kuat, oke?" Ucap Nando sedikit berteriak.

Kyla terdiam beberapa saat, memandang wajah Nando yang masih setia tersenyum padanya. Kyla mengangguk semangat, lalu berteriak, "thank you Nando!"

"Woi!"

"Ajak-ajak kita dong kalau mau main ujan-ujanan."

Ajil dan Nadya berlari menuju Nando dan Kyla, mereka berdua juga telah basah karena hujan. "Jadi gini ya kalian, gak ngajak kitaorang lagi ya," ujar Nadya lalu mengejar Kyla dan Nando yang pergi berlari.

"Woi tunggu gue!" Teriak Ajil yang ditinggal lari oleh ketiga sahabatnya itu.

Kini mereka bertiga kembali seperti anak-anak yang sangat senang bermain di tengah hujan. Kalau saja ada Bunda Ajil mungkin mereka akan kena marah. Saat ini, biarlah mereka mencoba kembali seperti dulu lagi.

·D·

Sinar cahaya matahari masuk ke dalam kamar Kyla, Kyla yang merasa silau pun menggeliat di atas tempat tidurnya. Ia mengubah posisinya menjadi duduk, lalu melihat jam yang di ponselnya. Masih jam 6:02 pagi.

Kyla terdiam, biasanya eyang yang membangunkannya untuk berangkat ke sekolah tapi sekarang tidak lagi. Ah! Sudah. Kyla harus mengikhlaskan kepergian eyang.

Kyla beranjak, berjalan menuju kamar mandi yang terdapat di kamarnya, dia berniat untuk melakukan ritual mandinya.

Cukup lama, sekitar sepuluh menit, Kyla baru keluar dari kamar mandinya dengan lilitan handuk di tubuhnya. Dia berjalan menuju lemari yang ada dikamarnya, hendak memakai seragam sekolahnya.

DREAM'S [COMPLETE]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang