extra chapter

64 4 5
                                        

Pagi ini, Ajil berada di bandara. Dia benar-benar tak sabar untuk bertemu dengan Kyla dan Nadya yang baru saja lulus berkuliah di Aussie.

Setelah bekerja keras untuk belajar setiap hari, perjuangan Kyla dan Nadya tak sia-sia, mereka berhasil masuk ke fakultas kedokteran di salah satu universitas di Australia.

Sedangkan Ajil, dia juga berkuliah disana, di tempat yang sama dengan Kyla dan Nadya. Namun karena Ajil berkuliah di managemen, jadinya dia lebih dulu lulus dari Kyla dan Nadya.

"Woi bro" sapa Vano yang tiba-tiba muncul di samping Ajil.

"Woi. Seneng banget ya lo mau ketemu Kyla?" Tanya Ajil.

"Aduh, seneng parah!"

"Santai-santai bro, bentar lagi" ucap Ajil.

Setelah beberapa menit menunggu, pesawat yang dinaiki oleh Kyla dan Nadya akhirnya mendarat dengan selamat.

"Ajil!" Seru Nadya yang berlari menuju ke arah Ajil berada.

"Woi Jil gila, gue kangen banget sama lo tau. Gue kangen muka jelek lo, gue kangen lawakan lo yang garing, dan gue kangen liat kebucinan lo sama Lara juga" tutur Nadya panjang lebar.

Ajil menerima tuturan Nadya dengan tertawa, "Lara mana Jil? Mau tunangan ya ciee" ujar Kyla.

"Lagi ke toilet dia" jawab Ajil.

"Hai, sorry ya gue lama" ucap Lara yang sudah kembali dari toilet.

Lara adalah pacar Ajil yang sebentar lagi mereka akan mengadakan acara tunangan. Mereka bertemu saat mereka kelas dua belas SMA. Pertemukan mereka cukup buat malu jika di ingat haha.

"Gak lama kok" jawab Ajil.

"Yaudah, yuk" ujar Vano dan mereka pun pergi meninggalkan bandara.

·

"Sumpah, gue kangen banget tau gak sih ngumpul gini" celetuk Kyla.

Kini Kyla, Vano, Nadya, Ajil juga Lara sedang berada di rumah Kyla. Tepatnya di tempat duduk yang ada di halaman rumah Kyla, di bawah pohon. Rumah Kyla tak berubah, begitulah dari dulu karena memang itulah permintaan Kyla pada papanya yang disetujui pula oleh Heri.

"Iya, biasanya ada Nando terus dia yang main gitar" tambah Nadya.

"Udah-udah. Besok kita dateng ke makam Nando bareng-bareng, sekalian kita ngumpul. Mimpi kita berempat udah kita wujudin pasti Nando seneng banget" tutur Ajil.

"Apalagi, kamu sama Nadya masuk ke fakultas kedokteran yang jadi impian Nando, pasti dia bangga banget sayang sama kamu, sama Nadya juga" ucap Vano menambahi.

Nadya tersenyum teduh, "gue yakin Kyl, kita pasti berhasil buat Nando bangga dan seneng" ucap Nadya pada Kyla.

"Pasti Nad."

·D·

"Hai Ndo, kita dateng"

Nadya, Kyla dan Ajil, kini mereka bertiga berada di makam Nando. Setiap tahun, setiap mereka pulang ke Indonesia, mereka pasti selalu menyempatkan waktu untuk datang ke makam Nando. Dan sekarang berbeda, mereka datang ke makam Nando dengan gelar yang sudah sarjana dari salah satu universitas yang ada di negara kangguru tersebut. Sesuai dengan mimpi mereka bersama Nando.

"Ndo, tau gak? Ini si Kyla sama Nadya ngebet banget pada pengen jadi dokter. Cuma karena lo Ndo, ampun gue" jelas Ajil.

"Ya gimana ya Ndo, lo dulu ngomong gini terus ke kita 'gue pengen banget jadi dokter, bisa sembuhin banyak orang, tapi gue anak ips, apa bisa?' Bisa tau Ndo disana, ah lo mah" ujar Nadya.

DREAM'S [COMPLETE]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang