Kenapa sih kita jadi kaya sekarang, dulu kayanya indah banget.
-yudhiver-
***
Kini jam telah menunjukan pukul 11.56, yang artinya empat menit lagi adalah hari ulang tahun Kyla. Vano yang sudah menyiapkan kejutannya tinggal menunggu waktu di dalam mobilnya. Vano sengaja membuat Kyla tak tidur, agar ia mudah untuk memberi kejutan pada Kyla, sedari tadi mereka terus-terusan saling mengirim pesan.
KYLA❤️
Gapapa kan aku ga kasih kamu surprise?
Tapi nanti aku ajak jalan kok
Iya gapapa
Aku ngerti kok:))
Vano menghela nafasnya. "Tenang Kyl, kamu gak usah sedih. Bentar lagi aku bakal buat kamu seneng." Ucap Vano lalu tersenyum membayangkan wajah Kyla yang terkejut karenanya.
Vano melihat jam tangannya, sudah pukul 11:59, gawat! Semenit lagi pukul 00:00 dini hari, ia harus bergegas ke depan jendela kamar Kyla.
Vano keluar dari mobilnya, lalu ia melangkahkan kakinya ke arah jendela kamar Kyla. Sekarang tepat jam 00:00 dan Vano telah bersiap untuk mengetuk jendela kamar Kyla.
Tok tok tok
Di dalam sana, Kyla yang sedang menunggu balasan pesan dari Vano pun lantas menoleh kearah jendela kamarnya. Ia terkejut. Tapi Kyla tetap berpikiran positif. Siapa? Vano? Tapi kan.. Apa Nando? Nadya? Ajil?, batin Kyla.
Tok tok tok
Suara ketukan masih terdengar di telinga Kyla. Ia berjalan pelan ke arah jendela kamarnya, dengan tangannya menggenggam ponsel, berjaga-jaga saja pikirnya.
Kyla membuka pelan jendela nya dengan mata tertutup. Tapi tiba-tiba. "Happy birthday!" Kyla yang mendengar ucapan itu lantas membuka matanya dan melihat Vano, kekasihnya sedang berada di hadapannya sembari memegang kue tart ditangan kanannya dan buket bunga cantik di tangan kirinya.
"Vano! Ya ampun, kamu.." Ucap Kyla dengan pipi meronanya. Lalu dia keluar kamar dengan melewati jendelanya yang memang tidak memakai teralis.
Kyla berdiri tepat di hadapan Vano. "Happy birthday ya, tiup lilinnya dong." Ucap Vano, saat Kyla sedang ancang-ancang ingin meniup lilin di kue tersebut Vano menghentikan nya dengan mengangkat tangannya tepat di depan wajah Kyla.
"Why?" Tanya Kyla heran.
"Make a wish, sayang."
"Hehe iya." Kyla menutup matanya, meminta dalam hati semua yang diinginkannya pada ulang tahunnya yang ke 17 tahun.
"Aku pengen selamanya sama eyang dan papa"
"Aku pengen bisa bikin bahagia eyang dan papa"
"Aku berharap bisa selamanya bahagia sama Vano."
"Aku berharap bisa tetep sahabatan sama Nadya, Ajil dan juga .. Nando."
PIUH! Kyla meniup lilin tersebut dengan tiupan yang semangat. Vano yang melihat itu pun lantas tersenyum dan langsung mencium kening Kyla dan berbisik, "happy birthday, dear. I hope you are always happy and we can stay together forever, ya."
Kyla tersenyum lalu menganguk kecil, Vano memberikan buket bunga yang ia pegang kepada Kyla dan Kyla menerimanya dengan senang hati lalu memeluk tubuh Vano, "thank you." Ucap kyla terharu.
KAMU SEDANG MEMBACA
DREAM'S [COMPLETE]
FanficKisah empat orang yang bersahabat dari kecil hingga mereka beranjak dewasa. Namun, apa jadinya jika diantara salah satu dari mereka ada yang menaruh rasa pada sahabatnya sendiri? - "Gimana ya rasanya kalo kita pacaran?" "Hah? Ga waras lo ya? Kita ka...
![DREAM'S [COMPLETE]](https://img.wattpad.com/cover/227184838-64-k727886.jpg)