Seakan tak mudah untuk melepaskan, tapi terlalu sakit untuk diperjuangkan.
- Nando Delvan Abhimanyu-
***
"Will you be my princess?"
Kyla tersentak mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut Vano, namun sedetik kemudian senyumnya mengembang.
"Gue gak nyangka lo nembak gue sambil nyanyiin lagu favorit gue." Ucap Kyla sambil tersenyum. "Gue .. gue gak bisa buat nolak lo No." Lanjutnya.
"So, yes. I will."
Kyla menjawab pertanyaan dari Vano dengan perkataan yang sangat cantik bagi Vano, membuat senyum Vano merekah di wajahnya. Kyla menerima bunga mawar yang ada ditangan Vano, lalu menghirupnya dan kemudian kembali tersenyum.
Vano terlihat mengambil sesuatu dari kantung celananya. Lalu ditunjuki nya tepat di hadapan Kyla. Vano membuka kotak kecil tersebut dan terlihat ada sebuah kalung cantik di dalamnya.
Kyla mengernyitkan keningnya. "Kalung?"
"Gue mau lo pake ya?"
Kyla menganguk, membuat Vano memasangkan kalung tersebut pada leher Kyla yang ditutupi oleh rambutnya yang tergerai.
Kyla menarik rambut nya keatas setelah Vano selesai memasangkan kalung tersebut di lehernya. Terlihat kalung cantik tersebut terpaut indah di leher Kyla. Dan tanpa aba - aba senyum keduanya merekah.
"Yuk." Vano mengenggam tangan Kyla mengajak nya duduk di sebuah permadani kecil yang terpapar di rerumputan, tak jauh jaraknya dari mobil Vano.
Mereka duduk bersebelahan. Kyla yang duduk dengan kaki diluruskan ke depan, sedangkan Vano duduk dengan posisi bersila.
"Makasih ya Kyl, udah percayain gue buat jadi pacar lo." Ujar Vano dan Kyla membalasnya dengan anggukan disertai senyuman.
Kyla menikmati pemandangan yang ada dihadapan nya. Karena terlalu fokus menikmati pemandangan kebun bunga matahari yang ada di hadapannya, sampai - sampai Kyla tak sadar bahwa Vano beranjak dari duduknya dan pergi menuju mobil.
Cukup lama, sampai Kyla menyadari Vano yang sudah tidak ada di sampingnya. Kyla mengernyitkan keningnya, bertanya dalam hati kemana Vano pergi?
Tak lama, Vano terlihat berjalan menuju Kyla dengan membawa sebuah balon di tangannya. Vano kembali duduk di samping Kyla.
"Kenapa bawa balon?" Tanya Kyla setelah Vano duduk di sebelahnya.
"Sorry ya lama, tadi mompa in balonnya dulu." Ujar Vano seraya tercengir, memamerkan deretan giginya.
Kyla terkekeh. "Jujur banget sih." Jawab Kyla.
"Ya harus jujur dong sama pasangan." Ucap Vano sembari tersenyum lebar pada Kyla.
"Yaudah, terus ini tujuan bawa balon kenapa nih?"
Vano tidak menjawab pertanyaan Kyla, mengambil sebuah spidol di kantung celanannya.
Lalu Vano menulis sesuatu di balon tersebut. Selesai ia menulis, ia langsung memberikan kepada Kyla.
"Tulis keinginan lo disini, gue udah tulis."
"Buat apa sih?"
"Tulis aja."
Kyla lalu menulis di sisi berbeda balon tersebut. "Udah."
Vano menerima balon tersebut lalu dengan cepat ia terbangkan balon tersebut ke atas langit. Angin sore yang sepoi - sepoi membuat balon tersebut terbang jauh dengan cepat.
KAMU SEDANG MEMBACA
DREAM'S [COMPLETE]
FanfictionKisah empat orang yang bersahabat dari kecil hingga mereka beranjak dewasa. Namun, apa jadinya jika diantara salah satu dari mereka ada yang menaruh rasa pada sahabatnya sendiri? - "Gimana ya rasanya kalo kita pacaran?" "Hah? Ga waras lo ya? Kita ka...
![DREAM'S [COMPLETE]](https://img.wattpad.com/cover/227184838-64-k727886.jpg)