#CHAPTER •20

202 14 0
                                        

>_<

Happy reading

(Jangan lupa meninggalkan jejak ya)

Btw, foto yang ada di mulmed itu asli ya bnrn ada di daerah cisarua-puncak-bogor. Kalo ga prcya cari aja di google (villa eldorado bogor)
____________________________________

Karna jalan menuju puncak saat itu macet, jadi mereka baru sampai di villa milik oji pada pukul 23:30 wib.

Saat ulangan waktu itu damar memutuskan untuk menyewa villa saja, villa milik pamannya oji. Meski oji bilang tak usah bayar tapi damar memaksa dan meminta untuk menganggap yang menyewa ini orang lain.

1 mobil dan 15 motor sudah berjajar rapih di halaman luas villa tersebut. Damar terlebih dahulu turun dari motor itu dan di susul yang lainnya.

Damar berjalan ke teras villa tersebut diikuti tim inti. Dan menghadap ke halaman luas itu.

"AYO SEMUANYA, KUMPUL DULU SINI." teriak damar lantang dan semuanya langsung berkumpul. Terutama keempat wanita yang sudah berada di barisan depan.

"Kita mau bagi tempat, ok. Untuk lantai dua diisi oleh anak anak cewe sama tim inti. Dan untuk lantai dasar diisi oleh anak anak elang, paham?" ucap damar

"Paham!" jawab semuanya.

"Lantai dua ada tiga kamar, buat cewe cewe kalian satu kamar aja. Dan buat gue, dhirga, sama oji kita satu kamar. Kalian berempat juga satu kamar," ujar damar yang dibalas acungan jempol oleh aliq

"Di lantai dasar ada sepuluh kamar, satu kamar di isi sama tiga orang. Soal kunci udah di gantung di pintu kamar kalian masing masing, soal dapur. Di setiap lantai udah ada dapurnya dan di setiap kamar tidur udah ada kamar mandinya, udah di siapin juga keperluan buat di kamar mandi dan dapur. Jadi, kalian tinggal menggunakannya saja," ujar damar lagi

"Yaudah, malam ini gak ada kegiatan apa apa. Gue tau kalian semua capek, malam ini usahakan buat istirahat. Masuk!" perintah damar, damar masuk terlebih dahulu di ikuti ke enam sahabatnya dan di susul oleh ke empat cewe cewe dan dibelakang semua anak elang memasuki kamar mereka masing masing.

*

"Lo tadi ngomong apa aja sama alisya? Setelah satu minggu kalian diem dieman." tanya oji

Dhirga, damar, dan oji sudah berada di kamar mereka. Damar yang sedang membereskan pakaiannya kedalam lemari dan dhirga yang tengah membersihkan dirinya di kamar mandi lalu oji yang tengah membaringkan tubuhnya di atas kasur.

"Ngobrol biasa aja." jawab damar seraya memasukan bajunya kedalam lemari.

"Tapi kok tadi gue liat, alisya pas keluar dari garasi mata dia sembab gitu," ujar oji

"Kelilipan." jawab damar yang sudah selesai merapihkan pakaiannya dan duduk di pinggir kasur seraya memainkan ponselnya.

"Oh, eh! Btw. Lo katanya mau nembak sinar, kapan?" tanya oji yang sudah pindah tempat tidur mendekatkan dirinya kepada damar dengan posisi terlentang menatap langit langit.

"Gue lagi cari tempatnya dulu, Bantuin lah." saut damar

"Di halaman deket kolam cakep tuh, pas senja." usul oji

"Mmmm, boleh juga." saut damar.

"Lo udah siapin sesuatu nantinya yang mau lo kasih ke sinar?" tanya oji

"Belum." jawab damar

"Atau hal apa yang bakalan lo lakuin pas nembak sinar?" tanya oji lagi

"Belum, belum ada." jawab damar membuat oji melongo tak percaya.

DAMAR ✔ [completed]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang