*EPILOG*

549 23 0
                                        


>_<

Happy reading

(Jangan lupa meninggalkan jejak ya!)
_______________________________

Seorang lelaki berada di ruang IGD dan terbaring di ranjang rumah sakit dengan para tim medis yang masih berusaha melakukan yang terbaik agar lelaki itu selamat, ia mengalami kecelakaan dan mengharuskan mendapatkan donor jantung.

"Sus, bagaimana dengan pendonoran jantungnya?" tanya sang dokter.

"Sudah kami temukan dok,"

"Syukur kalo begitu, siapkan alat alat yang lainnya. Dan kita mulai operasinya." saut sang dokter yang diangguki oleh suster.

Sedangkan di pintu IGD, ada orangtua lelaki itu yang masih menunggu harap harap cemas atas operasi anaknya ini.

Setelah melakukan operasi yang memakan waktu cukup banyak, akhirnya lelaki itu di pindahkan ke kamar inap. Sepasang suami istri memasuki kamar itu lalu menghampiri orangtua sang lelaki.

"Bagaimana, apakah lancar?" tanyanya.

"Alhamdulilah lancar mba."

"Syukur kalo begitu."

"Mba?"

"Iya."

"Makasih ya mba, mas. Kalo waktu itu saya gak ketemu kalian. Saya gak tau apa yang akan terjadi sama anak saya nantinya."

"Sama sama, sudah jangan di ungkit ungkit lagi. Yang terpenting sekarang el sudah selamat mba." ucapnya dan menatap anak lelaki yang terbaring di sana yang ia panggil el tersebut.

*

* letter for me - kenangan teman sejalan*


Di tempat lain, seorang gadis yang tengah menatap langit malam di balkon kamarnya. Malam ini tak ada bulan dan bintang yang muncul.

"Lo di sana udah ketemu dila pasti kan?" tanyanya masih setiap menatap langit malam.

"Baru beberapa jam di tinggal lo aja, gue udah kangen." gumamnya

"Mulai sekarang gue harus terbiasa tanpa lo, sang tameng gue."

"Ih dingin! Lo di atas sana gak dingin?" tanyanya seraya memeluk tubuhnya sendiri.

"Udah hampir tengah malam, gue mau tidur." ucapnya lalu mulai melangkah memasuki kamarnya dan menutup pintu balkon.

Berjalan menuju meja belajar dan menatap laptop milik damar. Ia duduk di kursi dan membuka laptop tersebut. Namun sayang laptopnya terkunci.

"Apa ya passwordnya?" gumamnya seraya berfikir. Bukannya menemukan jawabannya tapi malah ingatan soal mimpi itu yang hadir di otaknya.

Alisya berjalan menyurusi taman, dia melihat di kursi ada seorang lelaki dan anak kecil perempuan tengah terduduk. Mereka berdua memakai baju putih. Dari perawakannya alisya tau siapa dia.

"Damar." ucapnya lalu lelaki tersebut menoleh dan tersenyum.

"Damar!" ucap alisya seraya berlari dan akan memeluk damar. Namun damar menghindar membuat alisya bingung.

DAMAR ✔ [completed]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang