>_<
Happy reading
(Jangan lupa meninggalkan jejak ya)
___________________________________
06:00 wib
Hawa dingin menusuk didalam villa yang bisa di bilang luas, atau mungkin sangat sangat luas.
Keempat gadis yang masih dengan pakaian tidurnya tengah berada di pantry, dengan memegang gelas yang berisikan susu hangat.
"Di bawah rame banget sih." gerutu guntur yang sedang berjalan kearah meja pantry.
"Lagi pada ngapain nih?" tanya gibran yang sudah berada di pantry dan tengah menuangkan susu kedalam gelasnya.
"Ngumpulin nyawa," saut alisya.
"Baru bangun aja udah pada cantik ya," ucap aliq yang berjalan bersama irvan dan menghampiri mereka di pantry.
"Tiga cecenguk itu belum pada bangun?" tanya alisya seraya menatap pintu paling ujung yang masih tertutup.
"Semalem mereka bertiga kan main game di kamar kita." jawab guntur.
Membuat irvan, aliq, dan gibran langsung menatap tajam guntur.
"APA! MAIN GAME?" saut venus dan nabila dengan nada tinggi.
"Jadi semalem mereka bergadang?" tanya venus kepada keempat lelaki itu.
"Ng--ngga-- bu--bukan itu, mer--rekaa--" ucapan guntur tergantung oleh venus dan nabila yang sudah berjalan cepat kearah pintu kamar paling pojok.
"Goblok!" maki ketiga lelaki itu kepada guntur.
"Ya-- gue lupa njir," saut guntur
"Gue gak mau ikut campur kalo nanti mereka bertiga nerkam lo," ujar irvan
"Iya gue juga, apa lagi damar. Ih!" saut aliq seraya bergidik ngeri
"BUKA PINTUNYA!" teriak venus dan nabila yang sudah menggedor gedor pintu kamar itu.
"Memangnya kenapa kalo mereka ngegame sih?" tanya sinar menatap venus dan nabila yang sudah berhasil masuk kedalam kamar tersebut.
"Gapapa kok ngegame, asal jangan sampe begadang begitu. Gak baik buat kesehatan juga, liat sekarang. Malam jadi siang, siang jadi malam ya gimana venus sama nabila ga marah marah coba," saut alisya
"Dan lo, ga ikutan mereka? Damar juga kan sama," ucap sinar membuat alisya melirik sinar sekilas lalu kembil meneguk susu hangatnya.
"Iya sya, biasanya lo yang paling kaya harimau kalo tau damar bergadang gara gara game." saut guntur
"Udah cape mulut gue ngomelin damar mulu, anaknya bebal," ujar alisya
Gak mungkin kan alisya menunjukkan sikap dan ucapannya seolah olah sedang berjauhan dengan damar? Ia tak ingin membuat sahabat dan teman temannya merasa tak nyaman.
"Kamu begadang? Iya!" bentak venus seraya menarik satu telinga dhirga keluar kamar.
"Aduh duh sakit sayang!" keluh dhirga seraya berusaha melepaskan jeweran dari venus.
KAMU SEDANG MEMBACA
DAMAR ✔ [completed]
Ficção Adolescente"ELANG!" teriak damar "Terbang tanpa batas!" jawab anak elang "Benturkan." ucap oji "Hantam." saut dhirga "Lalu hancurkan." timpal damar *** "Gue takut lo pergi saat kata itu gue ucapkan." batinnya ^^^ { FOLLOW DULU DONG SEBELUM BACA:) } Menceritak...
![DAMAR ✔ [completed]](https://img.wattpad.com/cover/219981657-64-k826594.jpg)