>_<
Happy reading
(Jangan lupa meninggalkan jejak ya!)
_________________________________
Malam hari telah tiba, alisya sedang berada di balkon kamarnya duduk di atas kursi dan ada meja di sebelahnya yang sudah di isi oleh secangkir coklat dan juga laptop milik damar.
Alisya menatap balkon kamar damar. lampu yang sudah di matikan, gorden yang tertutup rapat. Jika seperti ini ia mengingat tentang ke konyolan damar dulu.
Flashback on
Alisya sedang termenung di balkon kamarnya. Malam ini ia sedang marah dengan bundanya karna bundanya tak mengizinkannya pergi melihat konser bersama nabila dan venus, hingga ia mogok makan.
"Sutttt." siulan dari arah balkon sebrang membuat alisya melihat kearah sana.
"Apa!" ucap alisya ketus
"Eh buset! Jutek amat sih."
"Ck. Berisik!"
"Kasian yang gak di bolehin nonton konser." ejek lelaki itu.
"Nyebelin ya lo! Lama lama gue bakar lo hidup hidup!" saut alisya seraya menujuk lelaki itu kesal.
"Selow dong, marah marah lo kaya emak emak." jawabnya yang dibalas oleh alisya dengan memutar bola mata malas.
"Lo pasti laper kan? Gue ada pisang nih, mau?" tawarnya seraya menyodorkan pisang.
"Lo pikir gue monyet!" jawab alisya.
"Lebih jelasnya lo ini kembarannya monyet." ucapnya seraya terkekeh.
Alisya kesal lalu melepaskan satu sendal rumahnya dan dengan sekuat tenaga melemparkannya ke balkon kamar lelaki itu. Meski tak sampai hanya sampai pagar balkon saja dan berakhir sendalnya nyangkut di atas pohon samping balkon kamar damar.
Damar tertawa geli menatap alisya sedangkan alisya sudah naik pitam. Kalo saja ia tak gengsi untuk keluar kamar pasti saat ini juga ia akan menerkam lelaki itu!
"Gak kena, wleee." saut lelaki itu seraya memeletkan lidahnya.
Alisya mengelus perutnya yang berbunyi. Tak bisa di elak ia lapar tapi gengsi oleh sang bunda.
"Laper kan lo?" tanya lelaki itu menatap alisya.
"Udah tau laper, malah nanya!" saut alisya sewot.
"Nih ambil!" teriak lelaki itu seraya melemparka satu pisang kearah balkon alisya yang alisya pastikan tak akan sampai.
Nah kan! nah kan! Bener apa kata alisya pisang itu bukannya nyangkut di balkonnya tetapi malah menancap pas di atas pagar rumah alisya.
"Yah pisangnya gak sampe, nyet." ucap lelaki itu menatap nanar pisang tersebut.
"Nyet? Lo pikir gue monyet!" jawab alisya
"Kembarannya monyet." ejek lelaki itu seraya berlari memasuki kamarnya.
"DAMAR!" teriak alisya kesal dan menatap damar yang tengah menjulingkan mata dan memeletkan lidahnya di balik jendela balkon kamarnya.
Flashback off.
Alisya terkekeh mengingat itu, jika di ingat ingat muka damar lucu juga saat sedang seperti itu. Alisya mengambil cangkir itu lalu meminumnya dan menyimpannya lagi. Kemudian menatap laptop tersebut, mengambilnya lalu di simpan di atas pahanya dan membukanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
DAMAR ✔ [completed]
Fiksi Remaja"ELANG!" teriak damar "Terbang tanpa batas!" jawab anak elang "Benturkan." ucap oji "Hantam." saut dhirga "Lalu hancurkan." timpal damar *** "Gue takut lo pergi saat kata itu gue ucapkan." batinnya ^^^ { FOLLOW DULU DONG SEBELUM BACA:) } Menceritak...
![DAMAR ✔ [completed]](https://img.wattpad.com/cover/219981657-64-k826594.jpg)