>_<
Happy reading
(Jangan lupa meninggalkan jejak ya!)
______________________________
Cafe ammora.
14.00 wib
Alisya duduk di kursi pojok dekat jendela, menunggu seseorang yang ia minta untuk bertemu karna ada hal penting yang harus ia bicarakan. Beberapa jam ia menunggu tapi orang itu tak kunjung datang, melirik jam tangannya sudah pukul 16.30 wib menghela nafas menyelipkan selebar uang di bawah gelas dan keluar dari cafe tersebut. Tujuannya saat ini rumah sakit.
Alisya sudah tiba di rumah sakit. Memasuki lift menuju lantai 3, dan ia sampailah di ruangan kamar damar. Membuka knop pintu dan terlihat disana sudah fauzan, kiki dan gio.
"Selamat sore bang." sapa alisya melihat mereka bertiga yang sedang berdiri di samping ranjang damar. Mengalihkan pandangannya ke alisya dan mengangguk seraya tersenyum.
"Sore juga alisya." saut fauzan.
"Udah lama di sini bang?" tanya alisya seraya menyimpan tas nya di nakas dan duduk di kursi samping ranjang sebelahnya yang kosong.
"Baru datang kok." jawab fauzan.
"Gimana garuda. Aman?" tanya fauzan
"Aman bang alhamdulilah." saut alisya
"Kangen juga gue. Udah lama gak kesana, salamin buat bu rina gitu dari ozan yang dulu sering masuk bk." ujar fauzan seraya terkekeh.
"Kangen juga sama teriakan bu rina." ucapnya lalu menjeda.
" Fauzannnn tarzannnn!" sambungnya menirukan ucapan bu rina seraya berkacak pinggang. Semuanya tertawa melihat tingkah fauzan yang tak jauh beda dari adiknya oji.
"Kampus gimana bang? Ada cewe bohay gak?" tanya alisya seraya terkekeh.
"Behh! Banyak banget sya. Gila! Gue aja sampe betah di kampus," saut fauzan.
"Udah ada yang nyangkut belum?" tanya alisya
"Belum sya." jawab fauzan lirih.
"Bohong sya! Sebenernya banyak banget yang naksir si tarzan ini. Bahkan sampe ke dosen dosen tua juga ada sya!" ucap kiki yang langsung dihadiah pukulan diperutnya oleh ozan.
"Sorry sorry! Banyak yang deketin cuma dianya aja yang bego, ngejar cewe nolep yang cuma tau tempat perpus sama kantin doang." sindir kiki
"Dia bukan nolep. Cuma rajinnya kelebihan, kurang bergaul dia. Kalo aja waktu itu dia langsung nerima gue, gue yakin dia pasti udah gaul ki." saut ozan
"Kaka sama adik sama aja kisah cintanya." gumam alisya lalu matanya tak sengaja melirik gio yang sedari tadi menatap alisya.
"Bang. Gimana cafenya?" tanya alisya berusaha bersikap tenang meski sebenarnya takut di tatap seperti itu.
"Lancar." jawab gio singkat.
"Kapan kapan nanti gue mampir deh bang. Tapi, diskon ya?"
KAMU SEDANG MEMBACA
DAMAR ✔ [completed]
Teen Fiction"ELANG!" teriak damar "Terbang tanpa batas!" jawab anak elang "Benturkan." ucap oji "Hantam." saut dhirga "Lalu hancurkan." timpal damar *** "Gue takut lo pergi saat kata itu gue ucapkan." batinnya ^^^ { FOLLOW DULU DONG SEBELUM BACA:) } Menceritak...
![DAMAR ✔ [completed]](https://img.wattpad.com/cover/219981657-64-k826594.jpg)