>_<
Happy reading
(Jangan lupa meninggalkan jejak ya!)
____________________________________
Setelah dari ruangan cctv, damar berlari menuju parkiran dengan perasaan marah, cemas, takut! Ia takut apa yang terjadi dengan alisya dulu kembali terulang dengan sinar! Sialan! Lelaki itu memang selalu mencari masalah dengannya. Di sepanjang koridor ia terus mengumpat sampai di perjalanan menuju basecamp pun.
Sesampainya di basecamp. Motor motor sudah banyak berjajar rapih di halaman basecamp, gercep! Satu perintah yang damar ucapkan dengan cepat tersebar ke anak anaknya.
Dengan langkah panjang ia meraih knop pintu dan membukanya lebar lebar, seisi basecamp langsung menatap damar. Damar berjalan menuju ruang tengah dimana anak anak berkumpul. Ia mencoba mengontrol emosinya lalu tim pasukan datang dan mereka mulai membuat lingkaran lagi.
"Siap menyantap mangsa?" ujar damar menatap anak anak elang yang melingkarinya dengan anggukan yakin semuanya mengangguk semangat.
"Siap lah dam! Udah lama kita gak mencengkram santapan!" ujar oji semangat 45
"Kita pergi ke sarang mereka, cengkram hingga sekarat lalu santap!" ujar damar dengan mata yang tajam dan kepalan di kedua tangannya.
"Now!" ujarnya lagi dan mulai berjalan keluar sebagai pemimpin dan diikuti inti pasukan di belakangnya, dan dibelakang ada anak anaknya.
"Tangan kosong nih?" tanya aliq kepada irvan.
"Jangan jadi banci kaya mereka liq," saut irvan yang aliq pahami.
Geng banci! Yap! Sepertinya julukan itu cocok untuk geng pria banci dan brengsek itu! Selalu saja menyandra wanita untuk memancing damar. Dasar banci!
Setelah melalui perjalanan yang lumayan lama karna bogor saat ini macet, entah karna ada apa damar tak peduli. Pikiran pikiran negatif mulai muncul lagi ia mencoba menepisnya, tangannya sudah gatal tak sabar akan mencengkram mangsanya hingga sekarat!
Setelah memasuki area pohon pinus dan berbelok ke kanan disana terlihat rumah yang tak jauh besar dari rumah yang damar jadikan basecamp. Bedanya basecamp damar terletak di balik kebun teh dan basecamp si banci itu terletak di balik pohon pinus.
Terlihat hanya ada beberapa motor yang terparkir di rumah itu, damar memarkirkan motornya diikuti yang lain. Dengan satu tendangan damar berhasil membuka pintu rumah besar itu membuat manusia yang berada didalamnya menoleh menatap damar.
"Lo apa apaan sih! Tau sopan santun gak lo!?" bentak seorang lelaki dengan pakaian hoddie coklat tua dengan rambut yang gondrong menghampiri damar dan menatapnya tajam. Sekilas ia melihat ke belakang damar sudah ada anak anak damar yang juga menatap lelaki itu tajam.
"Sopan santun? Orang orang kaya lo gak pantes dapat perlakuan yang namanya sopan santun!" ujar damar sengaja menekan kata 'sopan santun'.
"Ada urusan apa lo ke sini?" tanya lelaki itu
"Mana kapten banci lo itu!" teriak damar dan mulai melangkah masuk menatap sekeliling
"Jaga ucapan lo!" sentaknya
"Kenapa? Gak terima? Kapten lo itu memang banci! Dia selalu mancing gue dengan menyandra gadis yang gue sayangi! Apa itu namanya bukan banci?" ujar damar menatap lelaki itu tajam
KAMU SEDANG MEMBACA
DAMAR ✔ [completed]
Teen Fiction"ELANG!" teriak damar "Terbang tanpa batas!" jawab anak elang "Benturkan." ucap oji "Hantam." saut dhirga "Lalu hancurkan." timpal damar *** "Gue takut lo pergi saat kata itu gue ucapkan." batinnya ^^^ { FOLLOW DULU DONG SEBELUM BACA:) } Menceritak...
![DAMAR ✔ [completed]](https://img.wattpad.com/cover/219981657-64-k826594.jpg)