Author POV
Sesampai di korea, soo an langsung menuju ke tempat perjanjian, soo an akan mengumpulkan orang orangnya lagi, walaupun berat rasanya setelah 8 tahun ia membubarkannya, tetapi, ini semua menyangkut klan itu, bagaimana bisa mereka kembali.
"Bom, pergilah ke hotel terlebih dahulu, aku akan pergi kesuatu tempat" titah soo an dan langsung langsung di jawab dengan anggukan. Ia pun langsung melesat dengan mobil ferrari sport merahnya.
sesampainya ditempat pertemuan, soo an langsung memandang ke arah anggota klan-nya, mereka tersenyum ramah walaupun ada kegelisahan di matanya.
"hormat kami, master" kata pria berambut hitam yang dicepak, menekuk satu lututnya sampai tanah dan satu lutut menjadi penyanggah tangan yang ditekuk kedepan dada yang diikuti oleh anggota yang lain.
"aku tahu ini memalukan setelah 8 tahun aku membubarkan kalian dan aku mengumpulkan kalian lagi, maafkan aku" kataku sambil membungkukkan badan.
"ah, jangan seperti itu, kami tahu, kalau kau menumpulkan kami kembali, berarti ada hal mendesak, ada apa?" tanya pria berambut hitam dan dicepak ini kepada soo an.
"teimakasih fredo, aku menemukan ini saat hendak keluar dari kamar mandi saat aku masih di detroit" kata soo an sembali mengeluarkan kertas bertintakan darah, dan bertulis kan..
ドラゴン (naga)
Pria yang bernama fredo pun menatap tak percaya.
"aku juga mendapatkan ini" kata seorang wanita berambut hitam legam bergelombang dan mempunyai mata berwarna hijau cerah itu, dan menyerah lan seuntai kain yang ber tuliskan
赤 (merah)
" 赤いドラゴン , aka daragon, astaga, mereka kembali, dan kau mendapatkan ini juga lisa?" tanya fredo tidak percaya kepada wanita yang bernama lisa itu.
"aku rasa begitu" kata lisa "tapi, apa yang membuat mu gusar, soo an?" tanya wanita itu
Soo An POV
"aku juga mendapatkan ini"
astaga, aku tidak menyangka perempuan itu kembali lagi, rasa senang, bahagia dapat melihatnya lagi, dan rasa khawatir ku menjadi berlipat ganda.
"tapi, apa yang membuat mu gusar, soo an?"
astaga, bahkan ia masih memperdulikan ku setelah apa yang ku perbuat dulu
"ke khawatiran ku menjadi berlipat ganda" balasku sambil membuang muka menghindari kontak mata dengannya.
"apa maksud mu?" tanya fredo, lelaki ini merepotkan dan banyak bertanya, tetapi keahliannya tidak ada yang menandingi, walaupun satu tingkat dibawahku
"gadisku, adiku, soo in, aku rasa mereka yang menculiknya, mengingat kita telah membantai klannya, ini sudah kali kedua gadisku di culik, aku tidak akan tinggal diam, dan mereka berani menyerang lay, aku menganggap ini perang,
kali kedua menyerang mereka, aku rasa mereka akan lebih kuat dari kita, karena mereka sudah mengetahui taktik kita" ungkap ku geram, tanganku ku kepalkam sehingga buku buku jariku memucat dan rahang ku mengeras.
"kita akan memikirkan caranya untuk melawan mereka, kau harus berpikir jernih" aku merasakan ada tangan hangat mengelis kepalan tangan ku, saat aku memandang pemilik tangan itu, aku melihat matanya
hangat, indah, dan memancarkan ketenangan, ingin aku memeluknya dan mencium tiap inci wajahnya, tetapi aku tidak bisa, akupun melemaskan kepalan tangan ku dan membuang pandangan ku, lagi.
"kita bicarakan ini di markas saja, aku sangat merindukan tempat itu" kata fredo sembari berjalan menuju markas.
aku juga merindukan tempat itu. Tak terasa aku menarik kedua sudut bibir ku keatas, melihat anggota ku dengan semangat masuk kedalam markas.
"oh ya, aku mendengar 12 bocah itu menjadi boy grup, apakah benar? wahaha lucu sekali mereka" tukas fredo sambil duduk disofa berwarna abu abu gelap itu.
"itu yang terbaik, lagi pula mereka sejauh ini aman, dan mengenai buku, buku itu dimereka" ungkap ku, membuat aktivitas diruangan ini berhenti.
"a-a-apa kau bilang?" tanya fredo terbata bata
"tenang saja, mereka tidak bisa membukanya selama aku hidup, kalau mereka menghancurkannya pun isinya akan hancur juga" jawabku, aku melihat pandangan lega di wajah anggota klan ku.
"ingin minum?" tanya seseorang sambil menawari soda di tangannya, akupun mengambilnya
"terima kasih" jawabku "kenapa kau datang kesini? bukan kah aku sudah mengatakan kepada mu, ini membahayakan nyawamu!" tanyaku geram dan mengeraskan rahangku.
"aku tidak ingin melihat seseorang yang aku cintai berjuang sendiri, sedangkan aku hanya dapat melihat, aku ingin bersama mu, kapan dan dimana saja, menjauh dari mu selama 8 tahun menyiksa ku" ungkapnya tersenyum sambil mengelus rahangku dengan tangannya
"aku mempunyai anggota klan ku yang siap berjuang bersama ku kapan saja dan aku tidak sendirian" balasku ketus, ia pun terkekeh dan mengelus lengan ku lembut.
"aku tidak mau, aku ingin menemani mu, boleh kah?" tanyanya
akupun memandanginya tepat dimanik matanya, aku sangat merindukannya, akupun menariknya kedalam pelukan ku, mengusap rambut hitam legamnya dan mengirup dalam dalam puncak kepalanya
"aku merindukan mu" ungkap ku sambil mengeratkan pelukan ku "dan, jangan meawan perkataan ku, kau tau aku orang seperti apa" kata ku sambil mencium puncak kepalanya.
'ya, kau master yang sangat overprotective" katanya, akupun melonggarkan pelukan ku dan menatap wajahnya sambil mengangkat satu alisku
" aku akan seperti itu apabila menyangkut sesuatu yang kusayangi" balasku ketus
"kau tidak berubah" balasnya sambil terkekeh
------------------------------------------------
yuhuuuuuu, gimana? kurang soswit?
author gabisa bikin soswit bangeetttt maaf yaaaa
jangan lupa vomment nya yaaa
I Love You, XoXo
KAMU SEDANG MEMBACA
You Are...
Fiksi PenggemarEXO, boy group asal korea terlibat dalam pemusnahan satu klan yang terbilang cukup di takuti yang akhirnya klan itu pun musnah, Tapi tidak selamanya... Copyright © 2014 by Caramel-Macchiato
