Jungkook adalah Seorang pengusaha muda , memiliki wajah yang sangat tampan , dan tentu saja karena ia seorang pengusaha maka hidupnya pun sudah mapan .
Hidupnya semakin sempurna dengan kehadiran seorang wanita yang amat di cintainya ...
Gadis berpar...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Masih di suasana senja yang bersanding indah dengan megahnya warna jingga di langit kota Jeju.
Suasana indah nan megah ini menjadi saksi sebuah pernyataan akan satu ajakan cukup serius yang terlontar dari mulut Jungkook pada Rose.
Namun bukan penerimaan yang menjadi jawab akan ajakannya, justru sebuah kesalah pahaman muncul tanpa terduga.
Maksud yang tersirat dalam kata dan kalimat yang terucap dari mulut Jungkook, ternyata berbeda dengan apa yang Rose tangkap, ia menganggap jika itu hanya sebuah ilusi yang Jungkook bentuk agar ia bisa menampilkan raut wajah yang mereka inginkan.
Rose menganggap semua ini tidaklah serius dan bukan perasaan sesungguhnya yang muncul secara tulus dari hati Jungkook.
Ini hanya murni sebuah tindakan profesional dalam hal pekerjaan yang bersangkutan dengan perjanjian yang telah tercantum dalam kertas putih bergores tinta hitam atas nama kesepakatan.
"Nona!" seru Hoseok menyapa Rose yang tengah berjalan ke arah mereka.
Senyum tipis seketika terlihat sebagai respon akan sapaan Hoseok padanya.
"Lihatlah, foto kalian barusan benar-benar sangat bagus, semuanya terlihat sempurna!" lanjutnya berkomentar.
"Benarkah oppa?" tanya Rose mendekat dengan masih mempertahankan senyuman tipisnya.
"Benar! Kau mau lihat?" tawar Hoseok segera menyodorkan kamera yang ada di tangannya ke arah Rose.
"Tidak perlu, aku percaya padamu! Tapi oppa, jika foto barusan sudah sangat bagus, itu berarti kita tak perlu mengambil foto lagi bukan?" tanya Rose lagi.
"Iya nona! Ini adalah foto terkahir!" ujarnya
"Tunggu! Menurutku ini masih ada yang kurang!" seru Namjoon ketika ia melihat foto di kamera yang tadi ada di tangan Hoseok.
Rose dan Hoseok melihat ke arahnya, "apa itu oppa?" tanya Rose.
Hoseok mendekati nya.
"Menurut ku, akan lebih sempurna jika bibir kalian menempfffth ..!" seketika mulut Namjoon di bekap oleh Hoseok.
"Yaaak!! Jaga bicaramu!" bisik Hoseok penuh penekanan tepat di telinganya, ia pun sedikit menggeram gemas bercampur kesal pada Namjoon.
Rose memalingkan wajah, ia tahu maksud pembicaraan Namjoon kemana.
"Jangan di dengarkan nona! Dia suka asal bicara!" ujar Hoseok.